Bangkit dari Keterpurukan (1)

Written By Unknown on Monday, August 20, 2012 | 11:21 PM

Pengantar Redaksi.

  Serial Berbisnis Dengan Hati

Dimulai dari artikel Bangkit dari Keterpurukan, serial Berbisnis dengan Hati dengan judul buku Strategi Memilih Agribisnis akan memberikan gambaran bagaimana memilih agribinis yang prospektif. Semoga artikel yang dinukil dari buku karya Asaka Tsani ini dapat memberikan inspirasi bisnis, terutama bidang agri.

Bangkit dari Keterpurukan

“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yang tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.”~ Joseph Sugarman

Menurut Andrew Ho kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik.

“Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn’t work; and second, the failure gives you the opportunity to try new approach. – Ingatlah dua keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru,” kata Roger Van Oech.

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1.      Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.

2.      Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.

3.      Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan.

Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi. “Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal,” cetus Confucius.

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan di saat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum.

Apa yang diungkapkan  Andrew Ho sebagai obat penawar untuk mengajak kembali masyarakat memasuki agribisnis, mengingat kasus PT QSAR begitu menghebohkan sekaligus mengguncang para pelaku agribisnis di tanah air.

Kalau kita mau flashback atas kasus PT QSAR, barangkali inilah kasus piramid berjenis money game (penggandaan uang atau juga dikenal dengan istilah ponzy scheme) yang paling menggegerkan di Indonesia. Jumlah peserta yang menjadi korban maupun uang yang tersangkut di dalamnya memang tidak sebesar kasus piramid di Pinrang atau BMA di Medan. Kasus ini ‘hanya’ memakan korban 6.800 orang dengan jumlah uang tersedot sekitar Rp 500 milyar. Walau begitu, dari sisi orang-orang penting yang terbawa-bawa namanya, baik yang benar-benar tersangkut (terlibat) maupun yang sekadar dicatut namanya, jumlahnya memang mencengangkan.

Inilah mega money game yang berhasil mengelabui; mulai dari orang-orang kecil sampai para pejabat pemda, perwira tentara, petinggi partai politik, menteri, ketua lembaga tertinggi negara, sampai presiden dan wakilnya.

Hebatnya lagi, semula money game ini semula diklaim dan digembar-gemborkan oleh operator dan pendukungnya sebagai solusi terbaik bagi keterpurukan perekonomian nasional. Inilah bisnis hebat yang akan memberi pekerjaan kepada puluhan juta orang, biaya pendidikan gratis, dan ekonomi makmur tanpa IMF. Inilah perwujudan yang sesungguhnya dari ekonomi kerakyatan. Sebuah solusi brilian yang dipropagandakan dalam buku berjudul Alam Rayanomic: Pemakmur Bangsa. Dan para petinggi negara pun berebut memberikan pujian dan dukungan. Benar-benar luarbiasa!

Legitimasi Pejabat

PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) yang berkantor pusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu didirikan oleh HM Ramly Arabi SE (sekaligus sebagai presiden direktur) sekitar tahun 2001. QSAR mengaku bergerak di bidang agrobisnis (menanam cabai, tomat, jamur, beternak sapi, kambing, cacing, dll) dan mengundang para investor untuk menanamkan modal dengan sistem bagi hasil.

Untuk menunjukkan keseriusannya itu, QSAR mengklaim telah membuka berhektar-hektar perkebunan di Sukabumi dan beberapa tempat lainnya (Bengkulu dan Makasar) serta mempekerjakan 10.000 lebih petani penggarap dan karyawan. QSAR juga mengklaim telah bekerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Promosi dan kampanye besar-besaran pun dilakukan karena tawaran hasil investasinya memang begitu menggiurkan. Banyak pejabat, mulai dari para bupati, anggota dan pimpinan DPR/MPR, petinggi partai politik, menteri, sampai presiden dan wakilnya diundang untuk melihat bukti keseriusan usaha agribisnis tersebut. Kepada para investor, QSAR terang-terangan menjanjikan bagi hasil keuntungan sebesar 10% per bulan (atau hitung kasar; 120% per tahun) dari jumlah uang yang ditanamkan.

Tak heran jika dalam waktu singkat orang berbondong-bondong menanamkan uangnya di PT QSAR dan sangat berharap segera mendapatkan untung besar. Kehadiran para orang penting di atas benar-benar menambah legitimasi dan menguatkan keyakinan orang banyak bahwa investasi agribisnis yang ditawarkan QSAR memang oke. Orang pun tak lagi menimbang risiko, dan melulu merindukan keuntungan sangat besar dalam waktu sangat singkat.

Tetapi tak ubahnya kasus-kasus skema piramid atau money game lainnya, akhirnya QSAR runtuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Setelah sebelumnya berpesta dan bermanis-manis ria dengan banyak kalangan, pada pertengahan 2002 QSAR kolaps. Antara beban yang harus dibayar dengan setoran dana segar yang masuk dari investor baru sudah timpang sama sekali. Gembar-gembor yang semula mendongkrak popularitas QSAR kemudian berbalik menjadi bumerang yang mematikan. Sejak Juni 2002 sejak Polri mulai menyidik kasus tersebut hingga Juli 2003 saat keluar putusan pengadilan, Ramli Araby dan QSAR-nya habis menjadi bulan-bulanan media massa.

Saat QSAR muncul bersama hampir 40-an perusahaan sejenis, beberapa pihak sebenarnya sudah mengingatkan bahayanya bisnis semacam itu. Dalam situasi normal saja, usaha-usaha dengan modal ratusan milyar hanya untung rata-rata 10-15 persen per tahun. Sementara QSAR yang baru beroperasi dalam situasi ekonomi belum normal malah berani janji bagi keuntungan 10 persen per bulan. Bob Sadino, pengusaha agribisnis paling senior di Indonesia sudah mengingatkan bahwa bisnis model bagi hasil seperti yang dilakukan QSAR merupakan ‘pembodohan otak, pembutaan mata, penulian telinga, dan pemberangusan mulut (Trubus, No.372/November 2002).

Boediono, Menteri Keuangan waktu itu malah tegas-tegas menyatakan bahwa QSAR adalah bank gelap dan itu berarti melanggar hukum (Kompas, 1/10/02). Pengakuan kalangan DPRD Kabupaten Sukabumi, mereka telah pula memperingatkan pihak eksekutif (Pemda Sukabumi) bahwa usaha QSAR tidaklah realistis. Peringatan tinggal peringatan.

Setelah sempat menghilang beberapa waktu lamanya, akhirnya Ramly Arabi diseret ke meja hijau pada Juni 2002. Di Pengadilan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Ramli dijerat dengan tiga lapis dakwaan, yaitu pertama; Pasal 46 ayat (1) jo ayat (2) UU No. 10 Tahun 1988 (tentang Perbankan) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana tentang Perbankan yakni, melakukan praktik semacam Bank Gelap. Lapis kedua, dikenai Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana tentang penipuan. Dan lapis ketiga, dikenai Pasal 372 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana mengenai penggelapan (Gatra.com, 25 Juni 2003). (Zaques,  Pembelajar.com 06 Desember 2005 )
Pengalaman PT QSAR  jangan dianggap sebagai batu ganjalan kita untuk kembali menerjuni bisnis ini, mengingat saat ini banyak sektor riil yang sedang colaps dan yang tetap eksis adalah agribisnis. Kita harus mampu bangkit dari keterpurukan. Jika kita tidak memulai maka selamanya kita tidak pernah mendapat kesuksesan besar. Karena kesuksesan besar berasal dari hal kecil.(bersambung ke tulisan kedua)
11:21 PM | 0 comments | Read More

Biodata Anisa ChiBi

Written By Unknown on Saturday, August 18, 2012 | 6:57 AM


Biodata Anisa ChiBi 

Nama Lengkap : Anisa Rahma
Nama Panggilan : Anisa
TTL : Bandung, 12 Oktober 1990
Tinggi : 164cm
Berat : 46kg
Hobby : Nyanyi, dance, gambar, melihara kucing, traveling
Makanan Fav : Onde-onde, kepiting, cheese cake, bolu ketan hitam, kebab
Angka Fav : 12, 7, 4
Warna Fav : Merah, pink, ungu
Tokoh Idola : Shinchan, Garfield, Park Bom (2NE1), Yoona (snsd),               Taeyang (BIGBANG)
Spending time : Main sama kucing, browsing, nonton dvd, jalan-jalan, makan, nyalon
6:57 AM | 0 comments | Read More

Anisa ChiBi With Her Family


Anisa Chibi With Her Family
  Ini adalah gambaran keluarga Anisa Chibi yang sangat harmonis. Saling mencintai satu sama lain dan selalu menjaga keutuhan keluarga. Papa Anisa Chibi yaitu Om Adi Nurjaya dan Tante Nelmah Nurjaya sangat menyayangi keempat anaknya, yaitu Nadia Maharani, Adinda Purnama, Raisa Fatma, dan Anisa Rahma. Terlihat dari foto-foto yang ada. 


 

 

6:49 AM | 0 comments | Read More

INGIN MENJADI PIANIS


"Aku Ingin Jadi Pianis Profesional"















Nama saya Gilang Ganiswara, 23 Tahun. Teman-teman saya biasa memanggilku  Gilang atau Ganis. Waktu saya masih kecil, ayah saya suka memutar lagu-lagu classic terutama gitar classic. Saya mencoba memainkan gitar ketika kecil. Saya suka lagu-lagu Beethoven, Mozart, Bach, dan lainnya Saya  juga suka memainkan recorder ketika SD. Kondisi itulah yang membuat ayah saya membeli piano. Saya belajar piano ketika berusia 10 tahun. Dulu, saya tinggal di Cikampek karena ayah kerja di Kota Pupuk ini. Tapi karena di sekitar tempat tinggalku tidak ada guru piano, ayah memanggil guru  guru les dari Jakarta. Pertama saya belajar piano classic bersama Bu Mugi, tapi hanya bertahan setahun karena Bu Mugi tidak pernah datang lagi ke rumah. Lalu saya disarankan pindah guru ke yang lain. Karena di cikampek sangat sulit untuk belajar piano, saya belajar piano sendiri dan dengan mendengarkan lagu-lagu classic selama 3 tahun, seperti fur elise, turkish march, serenade
Kemudian ketika saya SMA, pindah ke Bandung dan meneruskan belajar piano pop bersama Kak Andre. Ketika di SMA saya mengikuti eskul gitar classic  tapi hanya beberapa bulan dengan guru dari Indra Music School. Lalu saya menonton konser anak didik Michael Steven Sulungan di CCF, sehingga membuat saya ingin sekali belajar piano classic lagi. Dan saya memutuskan belajar lagi piano classic di Braga Music School bersama Bu Nancy. Melihat kesungguhan saya, paman menyarankan belajar dengan Fariz Elka Prawira yang merupakan salah satu anak didik Michael Steven Sulungan. Sehingga pada saat itu saya belajar di dua tempat: Fariz dan Bu Nancy di Braga Music School. Awalnya saya merasa senang belajar di dua tempat, tetapi lama kelamaan saya keteteran sehingga memutuskan belajar dengan Fariz saja, Belajar dengan Fariz hanya 1 tahun lebih beberapa bulan, karena dia melanjutkan kuliah di musik UPH, mendapat beasiswa dari gurunya, yaitu Michael Steven Sulungan. Dan akhirnya saya berhenti belajar piano dan memilih belajar otodidak. 
Ketika kuliah, saya berfikir dan merasa musik jazz itu sangat bagus ketika dimainkan pada alat musik piano. Sejujurnya saya kurang suka dengan musik jazz, tetapi saya ingin mencobanya dan berfikir itu sangat menyenangkan. Kemudian saya memutuskan untuk belajar piano pop-jazz di Elfa Music School dengan Mbak Reni sebagai guru saya Sebenarnya musik pop-jazz yang diajarkan di Elfa Music School sangat bagus, membuat kreatifitas seseorang dalam belajar musik dan membuat permainan musik dengan jiwa  bebas. Saya juga pernah mengikuti belajar vokal di Elfa Musik Scool dengan Ka Astrid. Tetapi tetap  merasa cocok di piano saja. 
"Saya ingin menjadi pianis, tetapi saya merasa sudah tua dan keterampilanku berbeda jauh dengan anak-anak muda yang lebih jago. Rencananya saya ingin jadi guru piano, meskipun hanya sebagai sampingan saja.(Gilang Ganiswara ganiswaragilang@yahoo.com)     

4:01 AM | 0 comments | Read More

MERDEKA INDONESIAKU, JAYA BANGSAKU, ELOK NEGERIKU

Written By Unknown on Friday, August 17, 2012 | 5:39 AM



Jum'at minggu keempat Agustus merupakan Hari di mana Bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke- 67. Perjuangan para pahlawan kita dahulu membuat kita bisa bernafas lega karena telah terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kita sebagai generasi penerus bangsa kini bisa mengibarkan Bendera Merah Putih dengan mudahnya tanpa ada gangguan. Sudah sepantasnya kita peringati jasa para pahlawan kita dengan mengikuti upacara 17 Agustus 2012 dan melihat Sang Merah Putih berkibar begitu indahnya. 

Semoga di Hari Kemerdekaan Negara Indonesia  ke-67  Indonesia  semakin jaya, berdiri teguh tanpa angkuh, dan dapat menjadi jati diri Bangsa Indonesia yang sesungguhnya yang dulu terkenal dengan keramah tamahan dan kesopansantunannya. Jangan hiasi negara ini dengan korupsi dan lain sebagainya. 

5:39 AM | 0 comments | Read More

BIRO JASA PRIANGAN

Written By Unknown on Wednesday, August 8, 2012 | 2:05 PM


"BIRO JASA PRIANGAN"

Terima Pengurusan STNK,BBN, MUTASI, SIM, KIR
JAKARTA / SEJABAR
AKTE LAHIR
SERTIFIKAT TANAH
Jl. SINGAPERBANGSA No. 1
Telp (022) 61477796, 081395397763, 085351660763
2:05 PM | 0 comments | Read More

About Us

Written By Unknown on Friday, August 3, 2012 | 5:22 PM


COMPANY  PROFILE SURAT KABAR UMUM PRIANGAN POS


  • Di tahun 1999 Priangan Pos hadir dalam bentuk media cetak dengan SIUPP:
  • NO. 1056/SK/Menpen/SIUPP/1999.
  • Namun sejak tahun 2000 media ini tidak terbit lagi.
  • Kini setelah 12 tahun media ini hadir kembali dalam bentuk media cetak mingguan.
  • Mengapa menggunakan nama Priangan Pos?
  • Karena nama ini merupakan representasi dari masyarakat Priangan pada umumnya.
  • Artinya, Priangan Pos sebagai ikon masyarakat Priangan yang semakin plural.

VISI & MISI  PRIANGANPOS.COM

  • Menjadi mitra media massa dalam pemenuhan kebutuhan berita dan informasi.
  • Partisipasi dalam membangun peradaban pers yang sehat, santun, dan objektif.
  • Ikut terlibat dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya media massa.
  • Membuka kanal informasi di masyarakat sehingga terjadi pemerataan informasi.

NAMA MEDIA

Surat Kabar Umum
PRIANGAN POS

ISI MEDIA
  1. Liputan news , feature, dan artikel untuk masyarakat.
  2. Media promosi bagi kalangan usahawan.
  3. Penyambung informasi bagi lembaga, instansi, departemen (sipil/militer) dalam membentuk peradaban masyarakat yang demokratis, santun, dan inspiratif untuk meningkatkan IPM Jawa Barat.

SUMBER DAYA MANUSIA

  • Sarjana Fikom Unpad, Unisba, Stikom.Uin Bandung,Fikom Unpas
  • Sarjana nonFikom yang sudah melewati training cukup ketat.
  • Praktisi media yang sudah tak terbit (Bandung Pos, dan media lainya).

REDAKSI


1.    Pembina        : DR. Brigjen (Pol) Widiyanto (assisten deputi Menkopolhukam)
2.    Legalitas        : PT RAM Kreatif
                            : SIUUP No.1056/1999/SK/MENPEN/
                            : UU Pokok Tentang Pers No. 40 Tahun 1999
3.    Pemimpin Umum         : A Baksin
4.    Wakil Pem. Umum      : Bambang Wisono
5.    Pemimpin Redaksi       : Riyanto Muradi
6.    Pemimpin Perusahaan  : Rahmat Hidayat
7.    Wa Pem Perusahaan    :
8.    Wa Pemimpin Redaksi    : Kurniawan Purwanto
9.    Redaktur Pelaksana    : Kayis Fawzi
10.  Sekretaris Redaksi    : Herry Purnama
11.  Manajer Iklan        : Dedi Gusdiar
12.  Manajer Pemasaran    & Sirkulasi  : Asep GP
13.  Manager Produksi  : Hendi
14.  Manajer Adkung    : Eva Ritawati
       Wakil                     : Ressa Hendiani
15.  Manajer Humas & Kerjasama  : Wawan Ruswan, SH
16.  Konsultan Hukum           :  Nanang Solihin, SH
17.  Pengemb.Bisnis               :  Susilo
18.  Alamat     Redaksi           :  Jl. Singaperbangsa No.1 Bandung
19.  Alamat Email                   :  prianganpost99@gmail.com
20.  Alamat Site                     :   http//www.prianganpost.com
21.  Redaktur Olahraga          :  Tatop Elvin
22.  Redaktur Ekonomi          :   Dian Islamina
23.  Redaktur Penddikan        :  Wawan Kartiwa
24.  Redaktur Agama            :   Fauzi
25.  Redaktur Polhukamham  :  Indra
26.  Redaktur Hiburan           :  Wawan Ruswan
27.  Redaktur LN                  :
28.  Kabiro Metro Bandung   :
29.  Kabiro KBB                   :
30.  Kabiro Cimahi                :
31.  Kabiro KB                     :
32.  Kabiro Sumedang           :
33.  Kabiro    Garut               :
34.  Kabiro    Kota Tasik       :
35.  Kabiro Ciamis                :
36.  Kabiro Banjar                :
37.  Kabiro Kab. Tasik         :
38.  Kabiro Pangndaran        :
39.  Kabiro Indramayu          :
40.  Kabiro Kota Cirebon     :   
41.  Kabiro Kab.Cirebon      :


- Opini
- Pendidikan
- Agama
- Teknologi
- Seni & Hiburan
- Ekbis
- Kejakimpolten
- Sosbud
- Orkes

ALAMAT

  • Kantor Redaksi
  • LPK Kopma Unpad Jl. Singaperbangsa No.1 Bandung
   
     Alamat Website

PENUTUP

  • Demikian perkenalan dan corporate profile Priangan Pos
  • Harapan kami semoga kami dapat bermitra dengan lembaga/instansi Bapak/Ibu
  • Terima kasih.
Bandung, 1 Agustus 2012
With the compliement,
SKU Priangan Pos

5:22 PM | 1 comments | Read More

Stop Press!

Written By Unknown on Wednesday, August 1, 2012 | 8:09 PM

Stop Press!
Redaksi Priangan Pos mengundang pembaca untuk berpartisipasi dalam pengembangan iptekni dalam bentuk artikel, opini, dan feature. Naskah dikirim melalui email: prianganpos@gmail.com disertai foto dalam pose santai. Sementara setiap tulisan yang dimuat belum ada imbalannya, tapi ke depan pasti ada imbalan yang cukup pantas. Terima kasih atas perhatian pembaca. Mari berbagai informasi melalui kanal ini. 
8:09 PM | 1 comments | Read More

7 Poin Kisah Hidup Steve Jobs


7 Poin Yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Hidup Steve Jobs

Steve Jobs semasa hidupnya.
Untuk mengenang Steve Jobs dan memperkenalkan kepada dunia bahwa betapa hebatnya seorang Steve Jobs, saya ingin menuliskan biografi singkat Steve Jobs beserta 7 poin yang bisa kita pelajari dari kehidupan Steve Jobs selama hidupnya, 56 tahun.
Meski agak panjang, saya rasa artikel ini sudah sangat singkat untuk menceritakan kisah hebat pada diri Steve Jobs. Kisah yang mengubah dunia dan menginspirasi dunia teknologi.
Steve terlahir dengan nama Steve Paul Jobs. Lahir pada 25 Februari 1955 di San Fransisco, Amerika Serikat, Jobs kecil mendapatkan nama tersebut dari orang tua adopsinya Paul dan Clara jobs. Tak jelas kenapa Jobs diadopsi oleh kedua orang ini.
Orangtua biologis daripada Steve Jobs sebenarnya juga memiliki otak cemerlang. Sang ayah, Abdulfattah John Jandali adalah seorang profesor sains politik. Sedangkan ibunya, Joanne Simpson ialah seorang ahli terapi bicara.
Mulai-mendirikanApple
Jobs mulai bekerja pada 1974 di Atari dengan profesi teknisi. Atari adalah perusahaan yang mendesain circuit board. Pada 1976, Jobs mendirikan perusahaan bersama Steve Wozniak rekannya, perusahaan yang sekarang dikenal dengan logo apple berwarna putih, Apple. Dengan visi ingin mengubah dunia, Jobs memulai perjalanan karirnya.
Setelah mengeluarkan komputer pertama yang bernama Macintosh, Steve Jobs harus rela dipecat oleh CEO Apple saat itu yang bernama John Sculley. Ketegangan internal mengakibatkan keretakan hubungan kerja yang juga berimbas dengan menurunnya kinerja perusahaan. Jobs juga dianggap sebagai seorang pemarah, mudah berubah pikiran dan keras kepala.
Poin pertama, disini tampak jelas sekali bahwa Jobs berada di titik terendah dalam hidupnya, ditinggalkan rekannya dan harus keluar dari perusahaan yang dia impikan.
Bukan Steve Jobs namanya kalau ia menyerah dengan kondisi hidupnya. Jobs lantas mendirikan perusahaan baru bernama NeXT Computer. Produk yang dihasilkannya di NeXT dianggap gagal dan mahal. Penderitaan Steve Jobs masih belum berakhir. Meski gagal, poin kedua ini membuat perjalanan karir Steve menjadi lebih baik di masa depan.
Poin ketiga: Jobs yang mengakuisisi The Graphics Group di tahun 1986, sebuah studio film animasi kecil. The Graphics Group yang kemudian berubah nama menjadi Pixar itu mulai beranjak sukses di tahun berikutnya. Sukses Jobs ini diperoleh setelah merilis film Toy Story di tahun 1995. Saya masih ingat film ini dulu sangat saya sukai, dan saya rasa kamu juga. Dari sini saya mempelajari bahwa Jobs selalu mencari atau mungkin membuat jalan kesuksesannya sendiri. Tanpa terbayang-bayang masa lalu yang sebenarnya cukup membuatnya stres. Tak hanya itu, Jobs bisa memulai kisah sukses dari bidang yang bukan industri komputer, film animasi.
Di akhir 1996, Jobs berusaha agar Apple mau mengakuisisi NeXT. Dengan dalih bahwa NeXT memiliki sistem operasi yang dibutuhkan Apple, Jobs berhasil menjual NeXT kepada Apple seharga USD 429 Juta. Poin keempat, sekali lagi Jobs tak berhenti dengan kesuksesan Toy Story. Jobs juga berhasil merubah perusahaan yang tak menguntungkan menjadi modal besar baginya.
Berkat kepiawaiannya, Jobs yang saat itu kembali ke Apple akhirnya menjabat sebagai CEO. Dari tahun 1997, Jobs lantar mengeluarkan produk Apple fenomenal seperti iPod, iMac, iPhone, iPad dan iCloud yang sukses mengantarkan Apple sukses besar, bahkan di bursa saham.
Poin kelima ini, Jobs meraih sukses berkat kerja keras, semangat pantang menyerah dan keinginan untuk menciptakan produk yang mengubah dunia, sesuai dengan visi saat ia mendirikan Apple pertama kali.
Jobs harus mengalami masa jayanya itu dengan dihantui kanker pankreas pada Agustus 2004 dan akhirnya harus menjalani operasi. Jobs yang akhirnya dinobatkan sebagai CEO terbaik Amerika, mengalami yang namanya cuti masuk berulang kali akibat kondisi kesehatannya yang kurang baik. Disini, Jobs masih memikirkan dunia dan terus menciptakan produk walau masih dalam kondisi tak sehat. Poin keenam.
Poin ketujuh, Jobs mengenal dirinya dan berpikir untuk perusahaan. Memilih Tim Cook sebagai CEO Apple berikutnya, Jobs pun mengundurkan diri dari Apple. Dengan alasan kondisi kesehatan yang terus menurun, Jobs resmi mengundurkan diri pada 24 Agustus 2011. Publik pun meragukan warisan Jobs, Apple, yang dianggap kurang berpengaruh tanpa kehadiran Steve Jobs. Meski bursa saham sempat menunjukkan angka penurunan, saham akhirnya pulih bahkan sempat naik.
05 Oktober 2011, Jobs harus pergi meninggalkan dunia yang dicintainya, publik yang mencintainya, perusahaan yang dicintainya dan impiannya yang mungkin masih belum tercapai. Jobs kalah menghadapi kanker pankreas dan penyakit-penyakit lain yang terus mengganggunya selama ini. Publik atau mungkin bisa saya sebut dunia, berduka atas kepergian Steve Jobs.
Steve yang dulunya terkenal pemarah, kini malah dianggap sebagai seorang yang visioner. Dalam keluarga, ia dianggap sebagai ayah yang hangat. Bahkan publik banyak yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi Steve Jobs di dunia teknologi, tak terkecuali Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Jobs seolah menjadi seorang yang berbeda. Ya, dia berubah menjadi orang yang lebih baik.
Tujuh poin diatas, saya merasa termotivasi oleh kisah hidup Steve Jobs. Jobs populer berkat kontribusinya yang sangat terasa. Ia juga pantang menyerah dengan keadaan, selalu berusaha menjadi lebih baik dan memberikan lebih baik. Meski tak semua orang memiliki gadget Apple, saya rasa hampir semua orang tahu apa itu Apple. Karya dan jasanya akan dikenang dalam beberapa generasi mendatang.
12:00 AM | 0 comments | Read More

*Askurifai Baksin*

Written By Unknown on Sunday, July 29, 2012 | 11:59 PM


Ampuhnya Kanalisasi Media

*Askurifai Baksin*
Dalam literatur komunikasi, Lazarfeld dan Merton (1948-1960) memandang media massa mengundang tiga kemungkinan, yakni monopolisasi, kanalisasi, dan suplementasi. Monopolisasi (monopolization) artinya masyarakat tidak berdaya menghadapi media karena sudah dimonopoli media. Ini terjadi akibat tidak adanya upaya melawan propaganda yang dilakukan oleh media massa. Hal ini tidak hanya pada masyarakat dengan sistem otoriter tetapi juga di tiap masyarakat di mana tidak ada perlawanan terhadap suatu pandangan, nilai kebijakan, atau citra publik.
Kedua, kanalisasi (canalization). Kedua  pakar komunikasi tersebut memerhatikan bahwa iklan biasanya hanya berusaha untuk mencoba kanalisasi atau menyalurkan pada tingkah laku atau sikap yang sudah ada. Ketika seseorang akan menggosok giginya dia teringat sebuah merek produk yang secara terus menerus muncul di media dan meliputi benaknya. Ketika di kota-kota besar diberitakan ada aksi demo, di daerah pun demikian. Bahkan perilaku pejabat kota (misalnya)  yang kerap korupsi pun ditiru oleh pejabat di tingkat daerah. Di sini kanalisasi yang awalnya garapan periklanan bergeser ke ranah lainnya: politik, sosial, ekonomi, dan lainnya.
Ketiga, suplementasi (supplementation). Di sini, media massa yang tidak monopolistik maupun mengkanalisasi ternyata terbukti efektif juga. Suplementasi berarti media berkolaborasi dengan kelompok tertentu untuk menguatkan dominasinya, misalnya dalam acara talk show. Seorang tokoh masyarakat atau politikus atau siapa saja jika sudah berkolaborasi dengan media niscaya akan mampu membentuk opini publik yang diinginkan. Situasi seperti ini kini dimanfaatkan (salah satunya) oleh TV-One. Hampir setiap hari media ini mencoba menggiring opini publik untuk tujuan-tujuan tertentu. Ada CPNS  yang menolak pengangkatan CPNS karena dirasa tidak fair. Ada lagi santri yang mengadukan karena disiram air keras oleh salah seorang pengurus pesantren, dan lain-lain.
Kanalisasi Media
Menyangkut kanalisasi media, ada yang menarik akhir-akhir ini. Begitu kasus Prita Mulyasari mencuat, kontan berbagai media menayangkan dan memberitakannya terus menerus. Sekali lagi opini publik yang  tendensius memaksa khalayak terkanalisasi. Masyarakat suka atau tidak akan “dijuruskan” ikut membangun opini publik untuk memperjuangkan sesuatu. Dan Prita (kebetulan) sosok yang menjadi objek kanalisasi media sehingga mampu menggiring khalayak untuk menyumbang demi kebebasan Prita. Dari proses kanalisasi media ini ratusan juta koin terkumpul dan disalurkan kepada Prita untuk membayar kasus Prita.
Di sisi lain, berita kelangkaan minyak tanah, krisis pangan, dan bencana alam di beberapa wilayah Indonesia seolah menjadi bagian yang kurang penting dalam dinamika masyarakat Indonesia saat ini. Di banyak daerah masyarakat Indonesia kesulitan mendapatkan minyak tanah. Ingin menggunakan gas tidak ada, dan akhirnya berebut kayu bahan limbah dari pabrik (di Mojoketo). Ada juga kasus penjarahan pupuk karena petani sudah mulai kehilangan akal dalam menghadapi kelangkaan pupuk. Atau ada yang sengaja menampung air hujan karena pipa ledeng lama tak mengucur (PR, 3/2).

Maksud saya, berilah porsi yang seimbang dalam beberapa kasus. Media tv terutama, tampaknya sering mengarahkan masyarakat pada kanal tertentu. Sebaliknya, pada media cetak porsi berita masih cukup berimbang. Muatan berita skandal Century tampaknya sudah mulai tidak dikanalkan, mengingat berbagai kepentingan belum mampu menghasilkan keputusan yang melegakan banyak pihak. Justru wacana pemakzulan presiden dan wakilnya yang mencuat seolah memberi peluang agar media lari dari Century. Dan pemakzulan ini karena tidak semuanya menghendaki juga akhirnya deadlock. Akhirnya semuanya serba kabur, tidak jelas. Dan karena ‘garapan’ media juga tidak jelas maka masyarakat dikanalkan juga untuk tidak jelas.
Pendekatan Marxisme
Adanya proses kanalisasi media ini sebetulnya dampak dari pendekatan Teori Media Marxisme. Stuart Hall menampilkan pendekatan Marxisme kultural yang menganggap media massa sangat berpengaruh dalam membentuk kesadaran publik. Kulturalisme mengikuti strukturalisme Althusserian yang menolak ekonomisme. Namun,  tidak seperti strukturalisme, kulturalisme menekankan pada pengalaman aktual kelompok dalam masyarakat dan mengontekstualisasikan media ke dalam suatu masyarakat yang dipandang sebagai a complex expressive totality (Chandler, mengutip Curran et.al 1982 : 27). Masih menurut Curran, teoritisi Marxis berbeda dalam pertimbangan  mereka tentang determinasi media massa dan sifat serta kekuatan ideologi-ideologi media massa.
Kasus Qilqis kini yang menjadi target kanalisasi media. Bocah malang yang harus melakukan transpalasi hati ini memerlukan biaya Rp 1,3 miliar! Angka fantastik yang tidak mungkin bisa dikeluarkan dari kocek orang tuanya. Dan lagi-lagi media menganalkan publik untuk simpati dan menolong Bilqis. Dan hebatnya, dalam hitungan hari sudah terkumpul ratusan juta rupiah. Selain itu proses kanalisasi ini juga mengimbas pada Departemen Kesehatan RI yang ikut membantu proses operasi Bilqis di RS Karyadi Semarang.
Inilah (mungkin) yang saya sebut “ampuhnya kanalisasi media”. Setelah kasus Prita berhasil menganalisasi publik, kini publik dikanalisasikan untuk membantu penderitaan Bilqis. Dan nyatanya masyarakat Indonesia sangat peduli terhadap nasib sesamanya. Memang terkadang situasi ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau segelintir pribadi untuk bisa tampil di media. Untuk yang kedua ini sebetulnya masuk sebagai praktik suplementasi media.
Jadi, kalau Lazarfeld dan Merton menganggap monolipolisasi, kanalisasi dan komplementasi merupakan bahaya media yang selalu mengintai, pada kasus ‘membantu orang kesulitan’ kanalisasi efeknya positif. Bayangkan, jika media tidak mengekpos Prita atau Bilqis mungkin Prita tidak bisa bebas dan Bilqis tetap menderita karena kelainan hati.
Implikasi lain dari kanalisasi media tersebut adalah munculnya kesadaran kolektif masyarakat Indonesia dengan sikap gotong royongnya. Secara matematis mobilisasi biaya dari masyarakat pada kasus Prita dan Bilqis berhasil. Nah, tinggal bagaimana media mengkombinasikan agenda media dengan pemilihan objek kanalisasi agar sikap paguyuban (gotong royong) masyarakat Indonesia tetap terjaga. Meskipun di lain kasus masyarakat dikanalisasikan sampai menjadi masyarakat patembayan (egois) yang hanya mementingkan diri, tapi ternyata masyarakat Indonesia masih memiliki budaya mulia.
Jika media mampu mengagendakan titik krusial yang terjadi di masyarakat dan mengkanalisasikan secara positif niscaya banyak persoalan masyarakat bisa teratasi dengan baik. Istilah hukumnya ‘jangan tebang pilih’. Jangan hanya memilih kasus-kasus tertentu saja yang dikanalisasikan sehingga mampu memobilisasi masyarakat untuk gotong roong. Gizi buruk, himpitan ekonomi yang menyebabkan kasus bunuh diri, korban PHK yang memprihatinkan, dan terakhir dampak liberalisasi perdagangan Indonesia-China. Inilah yang harus menjadi agenda media.


Pemberlakuan ACFTA mulai 2010 lambat laun akan memperlihatkan krisis multidimensi di negeri ini. Untuk mengantisipasinya meminjam teori Marxis tentang kulturalisme. Di sini kulturalisme menekankan pada pengalaman aktual kelompok dalam masyarakat dan mengontekstualisasikan media ke dalam suatu masyarakat yang dipandang sebagai a complex expressive totality. Lewat pendekatan ini proses kanalisasi media yang selama ini sudah dilakukan akan lebih efektif lagi. Karena bagaimana pun juga masih ada suara sumbang tentang ‘keberhasilan’ Prita dan Bilqis. Mereka berhasil karena menjadi objek yang diagendakan media.
Jadi, pengalaman aktual Prita dan Bilqis alangkah baiknya dikontektualisasikan media ke dalam masyarakat Indonesia saat ini. Seluruhnya. Karena, seperti ungkapan Curran, masyarakat kita sebagai a complex expressive totality. Inilah ampuhnya kanalisasi media.
*Penulis praktisi media, pengajar Ilmu Jurnalistik Fikom Unisba dan Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
*Tulisan ini pernah dimuat di Pikiran Rakyat 10 Februari 2010

11:59 PM | 0 comments | Read More

INTERNET GRATIS

Kantor RW di Bandung akan Dipasang Akses Internet Gratis

Bandung - Pemkot Bandung bekerjasama dengan PT Telkom siap menyediakan akses jaringan internet gratis bagi masyarakat. Rencananya fasilitas tersebut mulai diluncurkan Oktober 2012 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Perencanaan Sosial, Budaya dan Kesra Bapeda Kota Bandung Soni Bakhtiyar usai kegiatan pemaparan RW-Net di Kantor Kecamatan Bandung Wetan, Jalan Tamansari, Selasa (24/7/2012).

"Infrastruktur sedang disiapkan. Jadi Oktober nanti internet bisa terlaksana," kata Soni.

Menurut Soni, secara teknis pihak PT Telkom menyiapkan fasilitas hotspot pada tiap RW yang tersebar se-Kota Bandung. Selain itu, menyediakan akses internet gratis di ruang publik semacam taman kota.

"Taman itu nantinya disebut taman pintar," terang Soni.

Menurut Soni, kerjasama antara Pemkot Bandung dan PT Telkom ini guna mewujudkan Bandung Cyber City yang fungsinya bermanfaat bagi masyarakat Bandung.

Sekda Kota Bandung Edi Siswadi menilai menyebarnya akses internet gratis hingga tingkat RW yang memanfaatkan hotspot merupakan terobasan baru di Indonesia. "Bahkan di dunia. Di London pun yang merupakan negara maju, tenyata baru terpikirkan," ucap Edi ditemui di tempat sama.

Edi berharap besar Bandung menjadi Cyber City segera terlaksana demi kepentingan warga Kota Bandung memperoleh akses informasi via internet.

"Sebanyak 1.563 kantor RW di Kota Bandung akan dipasang hotspot. Saya berharap kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan dengan tujuan positif dan edukatif," tutur Edi.
Menurut Edi, hotspot di seluruh RW disediakan agar warga bisa mendapatkan akses informasi secara maksimal melalui jaringan internet. 
Keberadaan hotspot disetiap RW disinergikan dengan program RW-Net yang berfungsi sebagai e-payment atau pembayaran elektronik. "Sudah disinergikan dengan program sebelumnya RW-Net yang melakukan pembayaran elektronik seperti bayar iuran ke PD Pasar, PDAM juga bisa beli token PLN," ujar Edi. 
Menurut Edi, hadirnya RW-Net ini bisa menambah penghasilan bagi RW-RW yang melakukan pengelolaannya. 
Kehadiran RW-Net juga bisa mempermudah akses informasi antara warga dengan  pemangku kebijakan jajaran Pemkot Bandung. "Akses informasi yang disampaikan warga berupa keluhan dan masukan bisa dipantau langsung oleh wali kota, wakil dan tentunya sekda," ujar Edi.
Dengan begitu, pimpinan Pemkot Bandung pun bisa menilai kepala SKPD mana yang bisa merespons cepat mengenai keluhan warga tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Sosial, Budaya dan Kesra Bappeda Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengakui saat ini pihaknya bersama Telkom tengah menyiapkan segala infrastrukturnya. "Kita terus siapkan seluruh infrastruknya agar pada Oktober mendatang bisa tersinergikan dengan baik,"jelas Soni.
Selain RW Net, jelas Soni, Pemkot Bandung dan Telkom akan membuat taman pintar. "Kita bangun fasilitas internet di taman-taman kota yang sudah ada dan kita namakan dengan taman pintar," ujarnya. Menurutnya, semua perawatannya fasilitas tersebut sudah dijamin oleh Telkom.
10:45 PM | 0 comments | Read More