Karyawan PT Kahatek Tuntut UMK Rp 1.408.000

Written By Unknown on Monday, December 10, 2012 | 8:58 PM


Karyawan PT Kahatek Tuntut UMK Rp 1.408.000
Komisi E DPRD Jabar Terima Aspirasi Buruh


                                                           Foto:Ilustrasi-google.co.id
Bandung, Senin (10/12),- Komisi E DPRD Jabar mengapresiasi tuntutan ratusan buruh dari PT Kahatek Kabupaten Sumedang yang melakukan unjukrasa ke Gedung DPRD Jabar, Senin (10/12). Para buruh yang berkoordinasi dengan Kongres Aliansi Buruh Indonesia (Kasbi) Kab. Sumedang,  menuntut agar upah minimum kabupaten (UMK) untuk Kabupaten Sumedang dibayar sebesar Rp 1.408.000.
Kalangan buruh yang terdiri dari karyawan pria dan wanita itu,  mendatangi gedung dewan sejak pukul 9.30 Wib, menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat, lengkap peralatan pengeras suara/load speker. Dikawal oleh pasukan Dalmas dari Porestabes Bandung, para tokoh buruh secara bergantian melakukan orasi di mobil panggung yang mereka sediakan. 
Tidak berselang lama  melakukan orasi, perwakilan buruh diterima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar khususnya oleh Komisi E, bersama jajaran Dinas Tenaga Kerja, dan Biro Bangsos Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari Komisi E diwakili dua anggota dewan yang selama ini aktif dan giat memperhatikan aspirasi buruh yakni H. Humardani, SE, SH.MM (Partai Gerindra) dan H. Abdurrahman Al-Qudsi (PPP). Bahkan Humardani, di samping menerima perwakilan buruh di ruang Komisi E, juga sempat menyampaikan  orasi di mobil panggung.
Saat itu, Humardani berjanji akan membantu mencari solusi permasalahan yang dihadapi buruh. Bahkan jika perlu, akan terjun langsung ke lapangan mengecek permasalahan yang sebenarnya terjadi.
“Minggu depan kami akan melakukan langkah-langkah yang perlu  diambil agar permasalahan ini segera ada jalan keluarnya. Kami berada bersama buruh, “ tandas Humardani yang disambut tepuktangan para buruh.
Humardani juga mengatakan, bahwa DPRD Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mendorong lahirnya peraturan daerah (Perda) yang akan memberi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi kaum buruh secara lebih spesifik.                
Menurut Koordinator Unjuk Rasa, Tohari,  Bupati Sumedang Don Murdono telah merekomendasikan UMK Kabupaten Sumedang kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebesar Rp 1.408.000. Namun SK Gubernur Jabar kata Tohari, justru hanya menetapkan sebesar Rp 1.381.000.
"Kami menuntut UMK Kabupaten Sumedang disesuaikan dengan rekomendasi yang disampaikan oleh Bupati Sumedang," kata Tohari, Senin (10/12).
Dalam aksinya, anggota Kasbi Sumedang membawa sejumlah bendera organisasi buruh mereka. Massa juga silih berganti berorasi di atas mobil bak terbuka. (fauzi)


8:58 PM | 0 comments | Read More

SMPN 50 KOTA BANDUNG CETAK SISWA YANG BERKUALITAS

Written By Unknown on Sunday, December 9, 2012 | 4:42 AM

SMPN 50 KOTA BANDUNG CETAK SISWA YANG BERKUALITAS


                                                                                                                                       
Bandung, Minggu 09/12 (Pripos),- Pendidikan adalah wadah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar masyarakat indonesia khususnya para generasi penerus  menjadi masyarakat yang mampu berdaya saing di semua  bidang yang dapat diperhitungkan  dunia internasional. Oleh karena itu pendidikan sangat penting bagi masyarakat kita terutama bagi anak-anak bangsa sebagai generasi penerus harus disiapkan sejak dini oleh pemerintah yang tentunya melalui dunia pendidikan,agar anak-anak dapat menjadi penerus yang berkualitas,cerdas,pandai dan tangguh.  SMPN 52 kota bandung yang dipimpin Bambang Sudrajat M.Mpd berupaya ke arah tersebut,dengan meningkatkan mutu pendidikan tentunya berdasarkan Visi dan Misi sekolah ini.adapun Visi yang di emban adalah menciptakan SMPN 52 bandung menjadi idola bagi masyarakat kota bandung menjadikan sekolah ini sekolah yang berkualitas dan unggul dalam prestasi sehingga dengan sendirinya sekolah akan menciptakan siswa-siswi yang berkualitas.Bambang Sudrajat yang dipercaya untuk memimpin sekolah SMPN 52 sebagai pengelola sekolah ini, mulai terus berbenah berdasarkan misinya untuk mengelolah sekolah secara fropesional,mulai dari perbaikan sarana prasarana sekolah sebagai penunjang Kegiatan Belajar Mengajar(KBM)dan meningkatkan kompetensi profesionalisme guru,mengembangkan keterampilan siswa(learning skill),menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan bagi seluruh komponen sekolah. Bambang Sudrajat sebagai pengelolah sekolah dengan langkah positif untuk kemajuan sekolah dengan memotivasi seluruh aktivitas sekolah baik guru, karyawan dan peserta didik lainya mulai perbaikan fisik bangunan sarana dan prasarana sekolah dan yang lainnya,dengan harapan dapat membangkitkan gairah dan semangat menjalankan tugasnya secara efektif sehingga sistem perkembangan optimal sesuai potensi agar mencapai prestasi sesuai harapan.tandas bambang.(PP-55)

4:42 AM | 0 comments | Read More

Gubernur Serahkan DAK2 Kepada KPU Jabar

Written By Unknown on Saturday, December 8, 2012 | 5:07 AM


               Gubernur  Serahkan DAK2 Kepada KPU Jabar  

Bandung, Sabtu 08/12 (Pripos),- Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyerahkan Data Agregat Kependudukan Per-Kecamatan (DAK2) kepada  Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Jabar. Penyerahan DAK2 dilakukan dalam upacara di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kamis (6/12). Hadir menyaksikan para kepala SKPD di lingkungan Pemprov. Jabar, Ketua DPRD Jabar, Ketua BPS Jabar, Panwas Jabar dan jajaran pengurus  Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat. 
Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, penyerahan DAK2 tersebut  merupakan tahapan yang mendasar dalam Pemilu anggota  DPR, DPD dan DPRD sebagaimana diamanatkan oleh UU No.8 tahun 2012 sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat menghasilkan wakil rakyat yang aspiratif, berkualitas dan bertanggung jwab berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945.
“DAK2 bersumber  dari database kependudukan yang sudah dimutakhirkan oleh Kabupaten/kota melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Namun, apabila  terjadi perbedaan database kependudukan Kab/kota dengan DAK2 selanjutnya akan ada penyiapan Data Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4),” jelasnya.
Menurutnya, penyerahan DAK2 serentak dilakukan di 33 provinsi dan 491 kab/kota yang dikemas dalam bentuk compact disc dengan jumlah penduduk 251.454.637 jiwa.
Menurut Mendagri, untuk meningkatkan  akurasi data kependudukan, pemerintah dan Pemda telah memprogramkan dan melaksanakan 3 (tiga) program strategis Nasional di bidang kependudukan dan catatan sipil yaitu: Tahun 2010, telah selesai melaksanakan pemutakhiran data kependudukan di 339 kab/kota.
Tahun 2011, telah selesai melaksanakan penerbitan NIK di 497 kab/kota dan mulai penerapan e-KTP secara missal di 197 kab/kota;  Sedangkan pada tahun 2012, penyelesaian pelaksanaan perekaman e-KTP secara missal di 497 kab/kota.
“Dengnan telah selesainya  perekaman e-KTP secara Nasional yang terjamin akurasinya, maka dapat dijadikan dokumen kependudukan sesuai dengan standar internasional, “terangnya.

 Dasar Penentuan Dapil
            Pada kesempatan itu, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengatakan, setelah diserahkannya Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2) dari Pemerintah Provinsi Jabar,  maka KPU Jabar dapat menggunakannnya sebagai pegangan/ dasar dalam menyusun dan menetapkan daerah pemilihan (Dapil).
“Penentuan Dapil  untuk Pemilu Legislatif (Pinleg) 2014, selain berdasarkan  DAK2, KPU Jabar juga berkoordinasi  dan meminta masukan dari DPRD Jabar, Partai Politik peserta Pemilu, Para Pakar, tokoh masyarakat dan stakeholder. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi permasalahan setelah Dapil ditetapkan,” ungkapnya.

Menurut Yayat,  belum lama ini KPU Jabar sudah melakukan simulasi  dalam penyusunan Dapil  untuk Pinleg 2014 berdasarkan asumsi data DP4 yang diserahkan oleh Pemprov Jabar  untuk Pilgub 2013. “Dari simulasi tersebut,  ada kemungkinan terjadi perubahan Dapil, dari 11 dapil menjadi 12 dapil, tapi itu belum pasti. Tergantung keputusan KPU Pusat,” katanya.  
Lanjut Yayat, diperkirakan aka ada tiga usulan dari parpol kepada KPI yaitu, akan ada permintaan diperbanyak dapil  kemungkinan dari 11 menjadi 15, bahkan bisa juga diperkecil dari 11 menjadi 10. Tapi ada juga yang akan mengusulkan jumlah dapil tetap.
Pada  rapat KPU se Indonesia  Nopember lalu, sebut Yayat,  ada beberapa pendapat yang muncul seperti dapil tidak perlu dirubah, namun kalau terpaksa dirubah harus berdasarkan kesepakatan bersama  karena sesuai dengan UU satu daerah pemilu minimal 3 kursi sampai 12 kursi. Namun i jika satu dapil berdasarkan data penduduk  memiliki 15 kursi maka harus dimekarkan. (fauzi)



5:07 AM | 0 comments | Read More

Dikdik-Toyib Tepati Janji Serahkan Dukungan 2,037 Juta

Written By Unknown on Friday, December 7, 2012 | 5:05 AM

Dikdik-Toyib Tepati Janji Serahkan Dukungan 2,037 Juta



Bandung, Jum'at 07/12 (Pripos),- Pasangan bakal calon (Balon) Gubernur-Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada 2013 dari jalur independen Dikdik-Toyib, menepati  janjinya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) J abar  yang akan menyerahkan berkas dukungan sebanyak  2,037 juta sebagai prasarat bagi calon non partai. Rabu (5/12) balon pasangan Dikdik Muliana Arif-TCecep Nana Suryana Toyib bersama rombongan tim suksesnya mendatangi kantor KPU Jabar di Jln. Garut Bandung untuik menyerahkan berkas dukungan yang dijanjikan itu.
            Seperti dikabarkan sebelumnya, berkaitan dari 2 s/d. 8 Desember 2012 masuk jadwal perbaikan dukungan bagi bakal pasangan calon perseorangan, maka Sabtu sore lalu Ketua Tim Kampanye  pasangan Dikdik-Cecep Toyib, Aten Waluya, memberitahukan kepada publik dan KPU Jabar bahwa pihaknya akan menyerahkan dukungan tambahan sebanyak 1,8 juta pada Rabu ini.   
Namun setelah dihitung, menurut bakal cawagub Cecep Toyib, ternyata dukungan tambahan yang hari ini diserahkan berjumlah 2,037 juta dengan sebaran dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat minus Kota Cimahi dan Kota Cirebon. Kelebihan angka yang dijanjikan itu disebabkan masih ada dukungan dari berbagai daerah yang masuk ke markasnya tiga hari terakhir menjelang penyerahan, sehingga tidak boleh tidak ikut dikirimkan ke KPU Jabar.
            “Begini, sejak awal kami diwajibkan menyerahkan dukungan 3 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat sekitar 49,1 juta jiwa, atau sekitar 1,5 juta. Pada penyerahan awal dukungan, yang harus diperbaiki ada 792.898. Angka inilah yang harus dicukupi oleh kami.  Maka, sekarang ditambahkanlah 2.037.000. Bukan berarti dukungan 2, 037 juta itu harus diserahkan semua, tapi ini untuk mencari angka 792.898,” kata Cecep Toyib.
Kepada wartawan berbagai media yang mewawancarai di tengah kesibukan proses penghitungan berkas dukungannya, di Aula Sekretariat KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, tadi siang, ia menjelaskan tidak semua dukungan tambahan yang diserahkannya harus diverifikasi. Karena yang diperlukan pasangan ini agar memenuhi syarat untuk ditetapkan menjadi cagub dan cawagub, adalah kewajiban memperbaiki kekurangan dukungan sebanyak 792.898.   
“Berarti, kami hanya berkewajiban mencari angka segitu. Masa sih dari 2 juta sekian tidak ketemu angka 792.898. Nanti akan ketemu angka yang 700 ribu lebih ini dengan angka 681.716, sehingga menjadi 1.474.614. Nah, itulah 3 persen seperti ditetapkan oleh KPU berdasarkan peraturan dan perundang-undangan. Jadi dukungan yang kami serahkan hari ini adalah untuk menemukan angka yang 3 persen itu. Maka tolong luruskan, jangan sampai muncul kesan di masyarakat bahwa kami kena hukuman, sampai-sampai kami harus menyerahkan dukungan dua kali lipat atau 2 juta lagi. Bukan itu maksudnya,” jelas mantan Sekretaris Daerah Kab. Indramayu ini.
Lebih jauh Cecep Toyib mengungkapkan dukungan tambahan yang lebih banyak dari perkiraan semula itu merupakan hikmah dari pemberitaan media massa, yang tempo hari banyak menyoroti pelaksanaan verifikasi faktual terhadap berkas dukungannya, yang justru telah menarik simpati masyarakat luas dengan menyatakan dukungan pada pasangan ini.
“Seperti kata Kang Dikdik, kami tidak sedang berlomba, tapi sekarang kami menyampaikan dukungan untuk memperoleh kepercayaan masyarakat tentang visi-misi kami. Tolonglah saya dan Kang Dikdik supaya dikawal sampai 5 tahun ke depan. Soal dukungan yang kami serahkan sekarang, 100 persen pasti lolos verifikasi faktual di PPS (panitia pemungutan suara),” pintanya. (fauzi/kpu)

5:05 AM | 0 comments | Read More

Bupati Garut di Tuntut Mundur

Written By Unknown on Tuesday, December 4, 2012 | 6:45 PM

6:45 PM | 0 comments | Read More

Tugas KPU Jabar Tambah Berat


Turunnya Perintah dari DKPP
Tugas KPU Jabar Tambah Berat


Bandung, Selasa 04/12 (Pripos),- Setelah sibuk menyelenggarakan proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 yang bersamaan dengan verifikasi faktual (vertual) 16 partai politik peserta Pemilu 2014, kini pekerjaan Komisi Pemilihan Umum  (KPU Jabar) kian bertambah dengan adanya “perintah” dari DKPP (Dewan Kehormatan Penyenggara Pemilu) untuk melakukan verifikasi bagi 18 parpol lainnya. 
Verifikasi  terhadap 18 parpol yang pada akhir Oktober lalu dinyatakan tidak lulus verifikasi administrasi di KPU itu, tampaknya harus dipersiapkan dan sesegera mungkin dilaksanakan oleh KPU Jabar dan KPU kabupaten/kota, walaupun saat ini mereka sedang sibuk melaksanakan pemutakhiran data pemilih untuk Pilgub 2013 dan menghadapi pekerjaan besar memeras keringat. Yakni, merekapitulasi berkas dukungan tambahan bakal calon perseorangan mulai Rabu (5/12) serta mendistribusikannya untuk divertual ulang oleh PPS (panitia pemungutan suara) dalam waktu sangat terbatas.
            Selain itu, memasuki minggu  pertama Desember ini KPU kab/kota juga dituntut intensif melakukan koordinasi dengan KPU Jabar untuk pembuatan berita acara (BA) hasil vertual 16 parpol yang dilaksanakan mulai 30 Oktober hingga akhir Nopember lalu,  yang harus dikirimkan secara berjenjang dari KPU kab/kota ke KPU provinsi dan selanjutnya harus sampai ke KPU di Jakarta sesegera mungkin.
Di sisi lain, pekerjaan yang makin menumpuk seiring semakin dekatnya hari “H” Pilgub yang jatuh pada 24 Februari 2013, disamping mesti mengolah hasil vertual 16 parpol berikut dan penyusunan kebutuhan logistik Pemilu 2014, ditambah lagi datang pekerjaan baru dari DKPP agar segera melakukan verifikasi 18 parpol yang hari ini sampelnya dibagikan kepada KPU kab/kota itu, KPU Jabar pun kini dihadapkan pada persoalan keterbatasan anggaran untuk membiayai pekerjaan-pekerjaan itu.  
Hal tersebut terungkap pada pembukaan rapat koordinasi vertual parpol calon peserta Pemilu 2014 antara KPU Jabar dengan KPU kab/kota, di Aula Sekretariat KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, Senin (3/12).  Dalam rakor yang dipimpin Komisoner Achmad Heri dan dibuka resmi oleh Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat ini mencuat pula pembicaraan mengenai kebutuhan anggaran untuk operasional KPU provinsi dan KPU kab/kota se-Jawa Barat dalam menyiapkan Pemilu 2014.
Menurut Sekretaris KPU Jabar, Heri Suherman, perihalnya sudah disampaikan kepada Ketua KPU Husni Kamil Manik dan sekretaris jenderalnya, Suripto Bambang Setiadi. Lantas kedua pimpinan KPU pusat ini berjanji akan menyelesaikan persoalannya dengan menghadap langsung ke Menteri Keuangan RI, dan meminta agar segera mencairkan dana persiapan Pemilu 2014.  
“Dari awal saya pesimis permohonan ke Kementerian Keuangan itu bisa berhasil. Persoalannya pasti sama dengan di pemerintah daerah, seperti di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang secara normatif untuk saat ini sudah tidak bisa, karena terbentur oleh tutup buku akhir tahun. Akhirnya, yang saya dengar malah KPU pusat yang meminta KPU Jabar supaya menggunakan kemampuan di daerah. Berarti untuk kebutuhan Pemilu 2014 supaya dibiayai dulu oleh daerah masing-masing,” ungkapnya. 
Namun kepada peserta rakor serta Komisioner dan pejabat struktural KPU Jabar, Heri meminta agar tidak mencemaskan soal anggaran yang diperlukan untuk menuntaskan vertual 16 parpol, dan tidak perlu mengkhawatirkan masalah biaya operasional saat melakukan verifikasi 18 parpol. Pasalnya, KPU Jabar masih memiliki sisa anggaran Pilgub 2013 yang mencukupi untuk biaya berapapun banyaknya parpol yang harus diverifikasi.
“Maka bagi KPU kab/kota yang sudah mengefisienkan anggaran, tolong maksimalkan anggaran yang ada. Memang sekarang kita tidak punya waktu lagi untuk mengajukan anggaran, karena sudah dekat tanggal 5 Desember yang secara normatif jelas-jelas tidak bisa. Tapi di sini kita masih punya sisa anggaran untuk Pilgub. Jadi untuk menyelesaikan vertual 16 parpol dan verifikasi 18 parpol lainnya, anggaran bisa nebeng dulu ke Pilgub,” imbau Heri. (fauzi/kpu)   



11:25 AM | 0 comments | Read More

300 Anggota DWP dan Korpri Jabar Sumbang Darah Ke PMI

300 Anggota DWP dan Korpri Jabar Sumbang Darah Ke PMI


Bandung, Selasa 04/12 (Pripos).  Sebanyak 300 anggota Dharma Wanita Perstuan (DWP) Provinsi Jawa Barat dan anggota Korpri Jabar menyumbangkan darahnya dalam kegiatan Bhakti Sosial menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Korpri, di PMI Kota Bandung, Senin (3/11).
Hadir pada kesempatan itu, Ketua  DPP Korpri Jabar DR. Ir. H. Lex laksamana, Dipl.HE, Ketua DWP Jabar Hj. Ati Lex Laksamana, Wakil Ketua I DPP Korpri Jaba, Prof. DR. Endin Nasrudin, M.Si, para jajaran pengurus dan anggota  DWP Jabar serta pengurus dan anggota DPP Korpri Jabar.
Pada sambutanya Ketua DPP Korpri Jawa Barat yang disampaikan Prof. DR. Endin Nasrudin mengatakan, kegiatan bhakti sosial donor darahsesungguhnyamemilikipotensisebagaiusahapembelajarankesetiakawanan, solidaritas, kerjasama, sertarelevansebagaibagiandariupayamembangunkebersamaandalammeraihcita-citapembangunan.
Di samping itu, tambah Endin donor darah pula menjadi penyadaran untuk selalu menerapkan pola hidup sehat.. Begitubanyaknyamanfaat donor darahbagikesehatan, karenanyakegiatan donor darahsangatbaikdilakuakanbukanhanyadilandasioleh rasa kepedulianterhadapsesama, melainkanjugakarenakepedulianterhadapkesehatandirisendiri.
“ Dengan berdonordarahsecarateraturberartikitamelakukanpemeriksaankesehatansecarateratur pula, karenasetiapcalon donor haruslebihduludiperiksakesehatannyasecaralengkapsebelummendonorkandarahnya,” katanya.
Hemat Prof. Endin , semuasetujudengan slogan satutetesdarahbegitusangatberartidalammenjagakelangsungankebahagiaanseseorangataukeluarga orang lain. Karenanya, kesediaanmelakukan donor darah, sejatinyatelahmampumemberikankebahagiaankepada orang lain, danmembukakankembaliharapanseseorang yang tengahmembutuhkanbantuandarah.
Dalamkesempatan yang sama, Ketua DWP ProvinsiJawa Barat Ny. Hj. AtiLexLaksamanadalamsambutannya memberi apresiasi kepada panitia penyelenggara dan para pendonor yang sudi menyumbangkan darahnya untuk sesama.
Kami ucapkanterimakasihkepadacalonpeserta donor darah, PMI Kota Bandung, Kelompok Bhakti SosialPengusaha Kota Bandung, KepalaDinasPeternakanProvinsiJabarserta KORPRI ProvinsiJabarsehinggadapatterselenggaranyakegiatanini, tuturnya.
Dikatakan Ny. Hj. Ati, Dharma WanitaPersatuan (DWP) sebagaiorganisasiistripegawainegri yang mempunyaivisimensejahterakananggota, keluargakhususnyadanmasyarakatpadaumumnya, dalammelaksanakanprogramnyaselainmembinaanggotasecarainteren DPW jugaikutberpartisipasiberperansertaaktifdalammendukungkegiatan program pemerintahProvinsiJabar.
Selainitu, tambahnya,  denganarahanKetuaUmum DWP Pusatpadamunas II dan program prioritashasilrakernastahun 2012 yang inginmengembangkansasaran program kerjauntukanggota, keluargadanmasyarakat, sehinggaperan DWP sebagaimitrastrategispemerintahdalampelaksanaan program-program kemasyarakatanbisateraktualisasikandengan optimal. (fauzi)

7:22 AM | 0 comments | Read More

Persib Dipastikan Melaju Ke Babak Berikutnya

Laga Lanjutan Grup B Inter Island CUP (IIC)

Persib Dipastikan Melaju Ke Babak Berikutnya
Setelah Permalukan Persepam 3 - 0

Bandung, Pripos (04/12),- Laga ke dua Persib di Gelaran Inter Island Cup Senin (3/12) di gelar di Stadion Siliwangi Bandung, pada laga ini Persib menjamu lawannya tim promosi Pesepam  Madura di kandang sendiri. Meski di guyur hujan Antusias Bobotoh di Stadion Siliwangi tidak berkurang.
Saat wasit Hendri Kristanto meiup peluit kick off babak pertama, Persib langsung tampil menyerang. Hal itu dibuktikan Atep dengan peluangnya di menit ke 5’ yang membahayakan gawang yang dijaga Galih Firmansyah. Akan tetepi tendangan nya dapat di tangkap dengan mudah oleh penjaga gawang Persepam tersebut. Serangan pun terus dilakukan para pemain persib secara bertubi –tubi di awal – awal babak pertama, beruntung pemain belakang Persepam dapat menghalau gempuran – gemputan yang di lakukan Hariono cs.
Pemainan berjalan lamban karena hujan yang mengguyur stadion Siliwangi Kota Bandung, akan tetapi peluang demi peluang terus di ciptakan para pemain persib. Peluang Herman Dzumafo di menit ke 22’ terbuang percuma karena pemain belakang dapat mengantisapasi pergerakan yang di lakukan Dzumafo. Meski hujan mengguyur lapangan, kerja sama apik di perlihatkan para pemain persib. Alhasil, gol pun tercipta dari tendangan Atep di menit 29’ yang memanfaatkan umpan yang sangat berkelas dari Herman Dzumafo, Atep pun tidak menyia - nyiakan peluang tersebut. Skor pun berubah menjadi 1 – 0 bagi keunggulan Persib.
Tendangan Mbida Messi nyaris merubah keunggulan Persib, akan tetepi tendangannya melenceng ke samping kanan gawang yang di jaga Galih Firmansyah. Sesekali pera pemain Persepam membalas serangan yang memanfaatkan kesalahan – kesalahan para pemain belakang Persib. Tapi gawang yang di jaga Shahar Ginanjar tidak mudah di bobol begitu saja.
Skor pun tidak berubah sampai wasit Hendri Kristanto Meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan babak pertama antara Persib melawan Persepam.
Kesalahan pemain Persepam Madura dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persib, sebuah umpan krosing Jajang Sukmara diselesaikan dengan baik oleh pemain asal Jepang Kenji Adachihara di menit 48’ awal babak ke 2. Lemahnya pertahanan Persepam di babak kedua membuat para pemain Persib menguasai jalannya pertandingan babak ke dua.
Dengan skor 2 – 0 tidak membuat Djajang Nurjaman (Djanur) puas, pada menit ke 49’ Djanur memasukan Airlangga untuk menambah daya gedor Persib yang harus menggantikan Atep (C). Peluang terbaik Persepam tercipta dari kaki Mamba di menit 72’. Namun tendangan kaki kanan nya tidak dapat dimaksimalkan dengan baik. Lemahnya pertahanan Persib membuat Djanur menarik keluar Abanda Herman yang kemudian digantikan oleh Maman Abdurahman.
Penampilan terbaik kembali ditampilkan kiper Persib Shahar Ginanjar, beberapa kali peluang para pemain Persepam dapat di hadang dengan baik dan membuat gawang Persib belum pernah kebobolan selama pertandingan Inter Island Cup di gelar.
Pelanggaran keras Michael Ora terhadap Jajang Sukmara membuatnya harus di hadiahi kartu kuning oleh wasit Hendri Kristanto. Pemain Persib pun tidak menyia – nyiakan peluang tersebut. Alhasil, tendangan bola mati yang dieksekusi Toni Sucipto bisa di mnfaatkan dengan baik oleh Mbida Messi di menit 76’ yang berhasil lolos dari jebakan offside dari para pemain belakang Persepam. Skor pun kembali berubah menjadi 3 – 0 bagi keunggulan Persib.
Di penghujung laga, umpan silang antara Airlangga dan M. Ridwan tidak di menemui sasaran. Sampai akhirnya wasit Hendri Kristanto meniup peluit panjang yang menandakan berakhirnya pertadingan. Meski tersisa satu laga melawan Persidafon Rabu (5/12), Persib sudah di pastikan lolos dari penyisihan grup B, dan mendapat tiket menuju babak selanjutnya di gelaran Inter Island Cup (IIC) 2012.(sdq)
5:15 AM | 0 comments | Read More

Gubenur Berharap Jabar Zero dari HIV/AIDS

Written By Unknown on Monday, December 3, 2012 | 7:30 AM


Gubenur Berharap Jabar Zero dari HIV/AIDS

Bandung. Senin 03/12 (Pripos),- Dalam upayanya menanggulangi dan menekan laju epidemickasus HIV dan AIDS di Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan optimis tahun mendatang Jabar mampu zero (nol) dari penyakit membahayakan tersebut. Kendati diakui tahun ini ada kecenderungan meningkat.
“Walaupun terjadi penambahan jumlah pasien terkena infeksi, namun kita tetap yakin Provinsi Jawa Barat bisa terbebas dari sindrome HIV/AIDS,” tutur Gubernur Heryawan, dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Jawa Barat di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (1/12).
Pasien terjangkit HIV/AIDS di Jawa Barat selama satu tahun terkahir yakni sejak 2011 hingga September 2012 mengalami peningkatan 10 ribu jiwa, dari 13 ribu jiwa kini menjadi 14 ribu jiwa.
Untuk mewujudkan Jabar Zero dari HIV/AIDS, Gubernur Ahmad Heryawan  mengimbau agar membiasakan  hidup dengan hal-hal yang positif. Selain itu, sebagai bentuk komitmen terhadap pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS, Pemprov Jabar telah menyediakan anggaran maksimal guna menangani permasalahan penyebaran HIV/AIDS. “Berapapun jumlahnya, kita akan kita anggarkan. Yang penting penderita dapat terus terobati,” tegasnya.
Sementaraitu, KepalaBadanPemberdayaanPerempuandan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Jawa Barat Sri Asmawati Kusumawardanidalamsambutannyamengatakan, peringatan hari AIDS sedunia tingkat Jabar dengan tema “ Lindungan Perempuan  dan Anak dari HIV dan AIDS”.
Tema ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan komitment dalam menekan  laju pertumbuhan dan perkembangan kasus HIV/AIDS, memperluas informasi dan edukasi kepada khalayakramai agar meningkatkankesadaranakanpentingnyaperlindunganperempuan dan anak-anak terhadap HIV/AIDS ini.
Menurut Sri Asmawati, berdasarkan cara penularannya, seks bebas atau ganti-ganti pasangan, menjadi nomor 1 dalam penyumbang angka penderita HIV/AIDS. Sementara itujikadilihatdarikelompokumur, terjadipadakelompokumurproduktif  (20-49 tahun).
Dikatakan, rakaian kegiatan yang menyertai dari peringatan Hari AIDS sedunia 2012, digelar beberapa  kegiatan pendukung yang bertujuan menyadarkan masyarakatdiantaranya, kegiatansosialisasitentangpentinginyahidupsehat bebas dari narkoba, trafficking, kempanye melalui seni budaya dan memberikan penghargaan terhadap orang/kelompok/ perusahaan/ instansi yang pedeli terhadap kasus HIV/AIDS khususnya di Jabar.
“Kita tidak boleh melakukan diskriminasi kepada para penderita penyakit HIV/Aids atau ODHA, karenamerekamembutuhkanmotivasidansemangatuntuk sembuh dari penyakit, “ pungkasnya. (fauzi)



7:30 AM | 0 comments | Read More

Kadispora Jabar Buka Kabizza Festival 2012

Written By Unknown on Sunday, December 2, 2012 | 2:06 PM


Kadispora Jabar Buka Kabizza Festival 2012

Bandung, Minggu 02/12 (Pripos),- Ajang unjuk kreativitas bagi kaula muda Jawa Barat, Sabtu (1/11) digelar dalam pesta kreasi yang diberinama ‘KABIZZA FESTIVAL 2012’ di BBPTK Disdik Provinsi Jawa Barat, Jln. Pahlawan Bandung. 
Acara yang menyuguhkan berbagai aneka karya kreativ pemuda Jawa Barat dari seluruh komunitas pemuda yang ada itu dibuka dalam suatu upacara meriah oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat, Drs. H. Otji S. Wiharjadi, M.Pd, mewakili Gubernur Jawa Barat. Hadir jajaran pimpinan Muspida, tokoh pemuda, tokoh ormas kepemudaan,  serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemprov. Jabar.
Pada sambutannya, Kepala Disorda Jabar Otji S. Wiharjadi mengatakan, kegiatan Kabizza Festival atau yang dikenal Kabizza Fes,sudah menjadi agenda tahunan Disorda Jawa Barat. Tahun 2012 ini, merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Acara ini lebih dimaksudkan untuk memberi dan membuka ruang bagi kreativitas pemuda Jawa Barat.
“Melalui acara seperti ini diharpakan lebih memberi kesempatan dan peluang untuk mencurahkan segala kreasi mereka melalui sarana terbuka dan produktif, sehingga para pemuda Jawa Barat semakin termotivasi untuk menyalurkan bakat dan minatnya secara positif,” tutur Otji di hadapan undangan dan hadirin.
Otji juga bertekad akan terus menggiatkan event-event yang berkaitan dengan pemberian wahana apresiasi bagi pemuda Jawa Barat. Intinya, pihaknya akan semakin menggali dan memfasilitasi segala bentuk yang dapat menstimulus (merangsang) dan  memunculkan keinginan pemuda yang hendak memperlihatkan kemampuan dan kabisa mereka. Juga, harapnya sedapat mungkin setiap kegiatan yang diselenggarakan, bukan hanya memiliki nilai apresiatif namun juga ekonomis, sehingga akan memberi nilai pendapatan  bagi pemuda.
“Kita berencana, kedepan, akan menambah ramuan agar event seperti ini semakin tajam daya tawarnya,” tandas Otji yang juga pernah sebagai Kepala BBPTK Disdik itu.
Kepala Disorda Jabar itu, juga melihat bahwa ciri pemuda adalah heboh, ramai, meriah dan megah. Untuk itu,sedapat mungkin setiap program terutama yang berkaitan dengan pembangunan sektor pemuda adalah bagaimana mengajak pemuda untuk menjadi seorang preaner (pengusaha) melalui upaya pendukungan  kewirausahaan.
Pemimpin yang selalu giat dengan urusan peningkatan kualitas pemuda dan olahraga di Jawa Barat ini,  mencitakan ke depan pemuda Jawa Barat akan semakin berkualitas dan lahirlah tokoh-tokoh kebangkitan dan pembaharu di segala sektor.
Hematnya, jika pemuda Jawa Barat selalu berkarya dan berfikir positif, maka dengan sendirinya hal-hal negatif yang diprihatinkan tidak akan terjadi. Bahkan yang muncul adalah harapan  positif dari semua komponen bangsa.
“Kehadiran pemuda yang  kreatif dan positif , maka akan mampu memberi rasa aman, nyaman dan dan damai masyarakat,’ tuturnya.
Sementara Ketua Panitia Drs. Nandang Saftarie, M.Pd melaporkan, kegiatan Kabizza Festival   atau Kabizza Fest 2012  mengangkat ikon Kabizza Festival ‘Ajang Gaul Orang Muda ‘ Orang Muda Jabar Biza Sukses’. Bertujuan, menyediakan wadah dan sarana serta ruang bagi para pemuda untuk dapat menunjukkan kreativitasnya dan promosi diri.  Selai itu, sebagai sarana pertukaran informasi dan silaturahmi  antar pemuda untuk meningkatkan daya saing dan mampu menumbuhkembangkan nilai-nilai secara ekonomis.
Kegiatan ini diikuti kalangan pemuda,pelajar, mahasiswa khususnya yang mempunyai kreativitas dan perwakilan dari kabupaten/kota di Jawa Barat  serta perwakilan klub, sanggar se-Jawa Barat. Juga kelompok usaha pemuda produktif se-Jawa Barat.
Dikatakan selain digelar panggung untuk mendemontrasikan keterampilan, juga dilengkapi sarana pameran/stand untuk mempromosikan produk mereka. Terdapat sebanyak 52 stan yang didisi oleh dinas kabupaten/kota dan kelompok pemuda usaha produktif se-Jawa Barat. Kegiatan lain yang meramaikan seperti kontes sepeda onthel, kontes air brush, dan kontes Cheersleader. Pada panggung hiburan diselenggarakan festival karinding, penampilan group band, tari-tarian dan seni budaya  yang berasal dari Jawa Barat.
“Kegiatan ini berlangsung dua haru dari tanggal 1-2 Desember 2012,” jelas Nandang . (fauzi).   

2:06 PM | 0 comments | Read More

Maung Bandung Terkam Gresik United 2-0


Laga Kedua Inter Island Cup(IIC)
 Maung Bandung Terkam Gresik United 2-0

 Bandung, Pripos (02/12),- pada laga kedua pertandingan piala pra musim Inter Island Cup ( IIC ) antara Persib Bandung melawan Gresik United merupakan laga penuh gengsi bagi kedua tim.
            Dalam laga ini, pelatih Persib Djajang Nurjaman ( Djanur ), membawa 11 pemain inti dan 7 pemain cadangan, nama – nama  pemain yang di bawa Djanur antara lain, Shahar Ginanjar, Toni Sucipto, Naser Al Sebat, Abanda Herman, Jajang Sukmara, Asri Akbar, Mbida Messi, Atep (C), Firman Utina, Herrman Dzumafo E. Untuk pemain yang duduk di bangku cadangan seperti, Cecep Supriatna, M. Agung Pribadi, Maman Abdurahman, Hariono, Kenji Adachihara, Aang Suparman, dan Airlangga Sucipto.
            Pertandingan baru di mulai setelah wasit Yandri meniup peluit kick off babak pertama tanda di mulainya pertandingan. Para pemain Persib langsung tampil menyerang di awal – awal babak pertama yang hampir mencetak Gol melalui kaki Atep, namun tendangannya melambung di atas mistar gawang.
            Saling jual beli serangan pun terjadi di babak pertama, persib menguasai jalannya pertandingan babak pertama, Gol pun tercipta di menit ke 26 oleh pemain anyar Persib Naser Al Sebat yang memanfaatkan umpan silang dari Atep dan kecerobohan lini belakang Gresik yang membiarkan Naser begitu mudah mencetak gol, kedudukan pun berubah menjadi 1 – 0 bagi keunggulan Persib. Pertadingan berjalan dengan tempo cepat, para pemain Persib bermain sangat kompak dengan menggunakan formasi 4-4-2 cukup membuat kewalahan para pemain Gresik. Hal itu terbukti saat  Atep Dkk berusaha menjebol gawang lawan, akan tetapi kiper Gresik Heri Prasetya tampil cukup baik dalam pertandingan itu.
            Di menit ke 37 kiper Gresik Heri Prasetya terpaksa di tandu keluar lapangan kemudian di gantikan oleh kiper cadangan Agung prasetya, namun hal itu tidak membuat anak asuh Djanur  mencetak gol, karena Agung Prasetya pun tampil sangat baik. Terbukti, beberapa peluang pun mampu di hadang dengan baik oleh Agung, sampai pertandingan babak pertama berakhir kedudukan tetap 1 – 0 bagi keunggulan tuan rumah Persib.
            Setelah babak kedua di mulai Persib tidak merubah pola permainan yang di terapkan pelatih Djajang Nurjaman ( Djanur ). Sebaliknya, di kubu Gresik pelatih Suharno memasukan Rizki Nopriansyah yang menggantikan Matsunaga di awal – awal babak kedua untuk menambah daya gedor Gresik, namun hal itu tidak membuat gentar para pemain Persib, sesekali pera pemain Gresik melakukan serangan balik melaluit kerja sama Suswanto dengan Aldo yang mengancam gawang Shahar Ginanjar kiper kedua Pesib pengganti I Made Wirawan yang tidak bisa main karena cedera. Shahar pun tampil sangat baik dengan penyelamatan – penyelamatannya yang sangat akurat.
            Peluang terbaik Gresik terjadi di menit 48 andai saja sundulan Aldo Bareto tidak membentur mistar gawang kedudukan pun masih tetap 1 – 0. Di menit ke 70 Firman Utina harus di tandu keluar lapangan karena cedera setelah berbenturan dengan Aldo Bareto yang membuatnya harus bermain 70 menit dan di gantikan oleh pemain anyar Persib Kenji Adachihara. Terbukti, 4 menit berselang Kenji mampu menjebol gawang Gresik yang di jaga Agung Prasetya memenfaatkan krosing dari Herman Dzumafo yang telah melewati 2 pemain belakang Gresik United kedudukan berubah menjadi 2 – 0 bagi keunggulan Persib.
            Skor pun tidak berubah sampai wasit yandri meniup peluit babak kedua tanda berakhirnya pertandingan yang di menangkan Persib dengan skor 2 – 0. Dengan hasil itu Persib berhak berada di posisi pertama Grup B yang mendapat  3 poin dan diikuti persidafon.(sdq)


4:29 AM | 0 comments | Read More

Tim Dokter Serahkan Hasil Pemeriksaan Cagub/Cawagub

Written By Unknown on Saturday, December 1, 2012 | 5:16 AM


    Tim Dokter Serahkan Hasil Pemeriksaan Cagub/Cawagub
Jawa Barat ke KPU



Bandung, Sabtu 01/12 (Pripos),- Berkas hasil pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani terhadap lima bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Jumat (30/11), diserahkan oleh tim dokter melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jawa Barat  melalui prosesi penyerahan di ruang rapat Sekretaris KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung.
Dalam prosesi yang berlangsung singkat dimulai pukul 10.00 Wib itu, berkas hasil pemeriksaan semula di tangan Ketua Tim Pemeriksa Erwan Martanto, kemudian diserahkan kepada Ketua IDI Jabar Rulyanto. Setelah dari Rulyanto diserahkan lagi kepada Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, selanjutnya oleh Yayat diserahkan kepada Komisioner KPU Jabar sekaligus Ketua Pokja Pencalonan, Teten Setiawan.
Seusai melaksanakan prosesi penyerahan yang disaksikan Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman, Komisioner merangkap Ketua Pokja Sosialisasi Ferdhiman, Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Jabar Teppy Dharmawan, Wakil Ketua IDI Jabar Noormathani, perwakilan Direksi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Andri Reza dan Martha, Rulyanto menjelaskan kepada wartawan dari berbagai bahwa IDI hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 10 orang bakal calon berdasarkan pemintaan KPU Jabar.
“Masalah hasilnya apakah ada bakal calon yang tidak sehat, nanti KPU yang menjelaskan. Apakah sehat semua? Insya Allah, saya sendiri tidak bisa memberikan komentar, karena itu kewenangan KPU. Kami hanya melaksanakan pemeriksaan, dan berkas hasilnya kami serahkan kepada KPU. Nanti berkasnya dibuka oleh KPU. KPU sendiri akan mengadakan rapat pleno mengenai hasil pemeriksaan kami, untuk kemudian diputuskan,” kata Rulyanto.
Menjawab pertanyaan, ia menerangkan pandangan IDI mengenai pemeriksaan kesehatan tidak selalu sejalan dengan apa yang dilihat, sehingga tidak dapat memberikan opini apa-apa. Sebab, orang yang tampak sehat tetapi mungkin saja menderita penyakit. Begitu juga terhadap orang yang kelihatannya agak lemas, lesu, mungkin saja sehat. Maka kaitan ini IDI tidak bisa mengomentari, karena pemeriksaan tidak bisa dikira-kira.
“Dari pemeriksaan yang dilaksanakan 2 hari (Sabtu 24/11 dan Minggu 25/11), IDI menyampaikan hasil ini-itu yang ditemukan pada bakal calon. Itu saja. Kami hanya memberikan petunjuk-petunjuk sesuai yang digunakan KPU dalam pemilihan presiden dan wakilnya, dan lain sebagainya. Kami beri petunjuk inilah yang dikatakan lulus dan inilah yang dikatakan tidak lulus. Silahkan KPU melihat apakah ada atau tidak ada dari bakal calon yang masuk kriteria-kriteria itu. Ada visibilitynya. Kami tidak membuat petunjuk sendiri. Dalam hal ini ada peraturan yang ditetapkan secara nasional,” ungkapnya.
Ditanya dari 10 bakal calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 ada yang sehat 100 persen, ia menjawab untuk kriteria itu cukup sulit. Sebab, ambil contoh seseorang yang kolesterolnya 200, sulit disebut sehat atau tidak. Karena boleh jadi setelah makan obat besoknya orang itu sehat kembali, dengan kolesterol 150.
“Kriteria sehat itu banyak. Misalnya berdasarkan WHO (World Health Organization) adalah yang sehat jasmani-rohani dan lain sebagainya. Tapi itu sangat umum, dan orang tidak lepas dari penyakit. Maka pemeriksaan lebih mengarah pada yang berbahaya atau tidak, apakah penyakitnya itu berakibat mengganggu pekerjaannya atau tidak. Itulah yang kami lihat, dan hasilnya sudah saya serahkan ke KPU. Biar KPU yang menyampaikan,” ujar Yulyanto.(fauzi/kpu)


5:16 AM | 0 comments | Read More