AMPG Sebagai Garda Terdepan Partai Golkar

Written By Unknown on Saturday, February 9, 2013 | 6:52 AM


            AMPG Sebagai Garda Terdepan Partai Golkar


Kab.Bandung, Pripos - Katua (AMPG) Angkatan Muda Partai Golkar Kab. Bandung, H. Dadang Supriatna S.Ip menjelaskan, Organisasi masyarakat yang dipimpinnya merupakan wadah perhimpunan pemuda yang dididik dan dibina sekaligus sebagai garda terdepan di Partai Golkar masa kini.

Menurunya, Ormas yang lahir dan
didirikan oleh partai golkar ini, dengan AD-ART-nya hampir sama denga AD-ART Partai Golkar,"ucap Dadang, di Soreang (6/2/13).

Adapun maksud dari AMPG, kata Dadang, yaitu untuk memperkuat kembali barisan partai Golkar yang sempat terpecah. Maka dengan adanya wadah ini diharapkan mampu memperkokoh partai besar ini," katanya.

Jangan heran apabila dimasa eraglobalisasi yang kian pesat, semakin tumbuh berkembang ormas-ormas di Kab. Bandung. Sambung dia, namun dewasanya, dengan ormas yang kami urus lebih potensi terhadap pembinaan generasi anak bangsa. Agar terhindar dari hal yang negatif jauh dari Narkoba,"paparnya.

Lanjut dia, akan tetapi pintar dalam berpolitik demi kemajuan masyarakat dan memperjuangkan hak Bangsa.  Menjadikan pemuda/i yang berbakti sedininya buat  keluarga lebih jauh untuk Negara,"ujarnya. (Atep Kusman)

6:52 AM | 1 comments | Read More

Janji Bebaskan Biaya Kesehatan dan Pendidikan


Janji Bebaskan Biaya Kesehatan dan Pendidikan
 

Kab.Bandung,Pripos -  Calon Gubernur Jabar dari partai Golkar Irianto MS SYafiudin yang akrab dipanggil Yance didamping calon wakil Tatang, melaksanakan kampanye pertama difasilitasi tim sukses dan DPD Golkar Kabupaten Bandung itu berjalan sukses dan aman diikuti 1000 warga di Pangalengan (8/2).

“Kalau terpilih nanti saya menjadi gubernur Jabar, saya siap untuk menjalan tugas saya dengan program yang telah dipersiapkan tadi. Dan saya tidak akan menunggu 100 hari kerja untuk menjalankan program-program itu karena pengalaman yang miliki bersama pak Tatang wakil saya sejak lama,” kata Yance kepada wartawan saat ditemui disela-sela kampanye di Terminal Pangalengan.

Intan (Irianto-Tatang) mengaku akan mencurahkan seluruh perhatian agar Jabar memiliki keunggulan dan daya saing kompetitif dibandingkan calon lainnya. Pihaknya menjanjikan akan mengatasi semua persoalan yang saat ini masih banyak terjadi di Jabar. “Ke depan saya tidak akan membiarkan seluruh infrastrukstur ini rusak sehingga ini menjadi satu perhatian bagi saya. Untuk itu saya tidak akan menunggu waktu jika saya terpilih karena ini perlu perbaikan segera,”tuturnya.

Tingginya angka kemiskinan, sambung yance, pengangguran dan rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pengangguran di Jabar termasuk paling tinggi di Jawa dibanding Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Di bidang pendidikan, menurutnya ketersediaan ruang kelas tidak seimbang dengan jumlah siswa. Warga di Jabar juga rata-rata masih tinggi angka putus sekolahnya. Untuk menjawab itu pihaknya menawarkan visi ‘Jabar Mulia’ yang akan membebaskan biaya sekolah atau wajar dikdas 12 tahun serta gratis biaya pengobatan di Puskesmas se Jabar.

“Hal yang paling pokok justru masalahan pendidikan dan kesehatan. Makanya saya tidak akan membiarkan hal ini berlarut-larut karena dua bidang ini sangat penting dan harus dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat ini,”tandasnya.

Program lainnya adalah pemberian kesejahtaraan bagi masayarakat pedesaan dengan mengalokasikan anggaran Rp 500 juta per tahun per desa. Hal ini dapat direalisasikan jika Yance dan Tatang terpilih menjadi Gubenrnur dan Wakil Gubernur Jabar peride tahun 2013-2018.

Selain itu Yance menyoroti minimnya akses bagi usaha kecil menengah (UKM). Dia juga berjanji akan menghidupkan koperasi. "Kami mohon doa restu dari masyarakat Jabar. Yance-Tatang siap menerima mandat untuk kami jadikan amanah," ujarnya.

Pasangan ini memiliki visi bahwa Jabar 5 tahun ke depan terwujudnya masyarakat Mulia, singkatan dari Makmur, Unggul, Lestari, Inovatif, dan Agamis. Sedangkan Visi itu diwujudkan dalam misi "sapta wicaksana ngahontal gemah ripah repeh rapih" untuk Jabar makmur dan damai,"pungkasnya. (Atep Kusman)

6:39 AM | 0 comments | Read More

Polres Bandung Tetap Siaga

Written By Unknown on Friday, February 8, 2013 | 6:17 AM


Jelang Tahapan Kampanye Pemilukada 
Polres Bandung Tetap Siaga


Kab.Bandung, Pripos - Jelang tahapan Kampanye Pemilihan umum Pilgub Jabar 2013 jajaran Polres Bandung tetap siaga melakukan pencegahan sedini mungkin. " Kami khawatir terjadi kerawanan saat kampanye nanti, "kata Wakil Kapolres Bandung Febry ma'ruf di Baleendah (7/2).

Waka menyebutkan, meskipun hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait pelanggaran kerawanan yang terjadi. Titik rawnpun beluum diketahui,"ucapnya.

Lanjut dia, kami belum bisa membaca Peta politik yang digunakan oleh tim kampanye seperti apa belum tahu. Namun kita tetap antisipasi dalam hal pencegahan.

"Tapi kalau terjadi menemukan pelanggaran segera laporkan, mau kepanwas atau kepada kami terima dan langsung ditindak lanjuti", imbuhnya.

Disebutkan Fbry, panwas juga belum ada laporan kepada kami, setelah kami kompirmasi alasanya karena panwas juga sedang menunggu hasil keputusan KPU terjkait jadwal kampanye yang lamban. Padahal waktu hampir meped. Ini tandanya persiapan belum maksimal, bisa dibilang kurang matang,"katanya.

Ia menyarankan, seharusnya tahapan-tahapan itu disesuaikan dengan jadwal yang telah  ditentukan. Kenapa berkata demikian, sebab untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan tetap menjaga kebersamaan menjunjung tinggi. NKRI," katanya. (Atep Kusman)

6:17 AM | 0 comments | Read More

DPRD Jabar Dengarkan Visi-Misi Cagub-Cawagub


DPRD Jabar Dengarkan Visi-Misi Cagub-Cawagub
Lima Pasangan Calon Berjanji 
Di Hadapan Sidang Paripurna

Bandung, Pripos - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Kamis (7/1) menggelar siding paripurna istimewa dengan agenda tunggal mendengarkan penyampaian visi dan misi lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam pemilihan gubernur /wakil gubernur (Pilgub) Jabar 2013.
Dengan dibacakannya visi dan misi oleh masing-masing pasangan calon di depan para anggota dewan terhomat tersebut sekaligus secara resmi menandai dimulailnya masa kampanye mereka.
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Jabar Ir.H. Irfan Suryanagara didamingi keempat wakil ketua H. Uu Rukmana, H. Ruddy Harsa Tanaya, H. Nur Suprianto dan H. Komarudin Thaher serta Sekretaris Dewan Hj. Ida Hernida, juga seluruh anggota DPRD Jabar dihadiri pula mantan Gubernur Jawa Barat, HR. Nuryana dan H. Danny Setiawan.  Undangan lain yang hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinana Daerah (FKPD) Jawa Barat, Ketua KPU Jabar, Ketua Panwas Jabar, Ketua KPID Jabar, sesepuh, alim ulama, tokoh ormas dan OKP serta para simpatisan dan tim sukses.
Tak ketinggalan wartawan yang meliput jalannya sidang bersejarah ini juga melihat kehadiran politisi Partai Golkar Nurul Arifin. Kendati tidak menyaksikan  jalannya sidang hingga selesai, namun kehadirannya sempat mencuri perhatian awak media. Kahadiranya tiada lain turut memberi dukungan terhadap proses demokrasi di Jawa Barat.
Sidang paripurna kali ini berlangsung tertib dan lancar. Di bawah pengawalan ekstra ketat aparat kepolisian dibantu pasukan Satpol PP dan security setempat, sidang tepat dimulai pukul 10.00 Wib  dan berakhir pada pukul 12. 30 Wib.
Di ruang sidang paripurna kursi yang tersedia tampak penuh, sementara di luar gedung panitia juga menyediakan tenda besar yang diperuntukkan para relawan dan kader masing-masing calon juga tampak berjejal. Pengamatan ‘Priangan Pos” terbanyak menyertakan masa adalah pasangan nomor urut lima yakni Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Mereka tampak mendominasi dan mengepung gedung DPRD Jabar dari berbagai penjuru lengkap dengan seragam kotak-kotaknya.  
Masing-masing pasangan calon diberi waktu selama 20 menit untuk menyampaikan visi-misi dan programnya. Penyampaian visi-misi dimulai oleh pasangan calon nomor urut 1 dari jalur perseorangan (independen) yaitu Dikdik Muliana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, dengan visinya TAWADHU (Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis, Harmonis dan Unggul).
Penyampaian visi-misi dilanjutkan oleh pasangan calon nomor urut 2 dari Partai Golongan Karya (Golkar), Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim, dengan visinya JABAR MULIA (Makmur, Unggul, Lestasi, Inovatif dan Agamis. 
Visi-misi Babarengan Baraya (Bahagia, Sejahtera dan Berkarya) menuju Jabaraya (Jawa Barat Berjaya) disampaikan pasangan nomor nomor urut 3 dari koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dede Yusuf Macan Effendi dan Lex Laksamana Zaenal Lan.
Pasangan calon nomor urut 4 dari koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB), Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, menyampaikan visi-misi Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua. 
Selanjutnya, visi-misi Jabar Baru – Jabar Bersih (Jawa Barat Baru yang Adil dan Makmur melalui Pelayanan Birokrasi yang Bersih) disampaikan oleh pasangan calon nomor urut 5 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.
Penyampaian visi-misi di depan para wakil rakyat tersebut diwarnai tepuk tangan dan yel-yel dari para pendukung pasangan calon masing-masing, terutama mereka yang mendengarkan melalui pengeras suara di luar Gedung DPRD. Kendati diselingi peringatan pimpinan sidang karena visi-misi yang disampaikan 4 pasangan calon melebihi waktu 20 menit, Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jabar itu berjalan sangat lancar, aman, tertib, dan terkesan meriah.   
Usai sidang ditutup,para pasangan calon mendapat kesempatan berjabat tangan sebagau ucapan selamat dari para pimpinan dan anggota dewan serta undangan lainnya. Sebelum keluar gedung dan menuju Lapangan Gasibu, terlebih dahulu masing-masing pasangan calon mendapatkan kesempatan untuk  jumpa pers dengan awak media secara bergantian bertempat di ruang lobby gedung dewan.
 Setelah itu sesuai jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), semua pasangan calon keluar Gedung DPRD lalu berjalan kaki menuju tangga Lapangan Gasibu untuk mengikuti prosesi Pawai Kampanye Damai bersama Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dan para komisioner lainnya yaitu Teten Setiawan, Ferdhiman, Achmad Heri dan Iin Endah Setiawati, yang dikomandoi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Brigjen Pol. Hengkie Kaluara. 
Pasangan yang lebih dulu keluar dari Gedung DPRD dan berjalan menuju menuju tangga Lapangan Gasibu adalah Rieke – Teten Masduki. Bersama pasukan pendukung berbaju kotak-kotak, keduanya tampak menanti 4 pasangan calon lainnya untuk melakukan prosesi Pawai Kampanye Damai. Namun akhirnya mereka mengadakan rapat terbuka dengan pasukan pandukungnya di sebelah barat Gasibu, setelah mengetahui ke-4 pasangan calon lainnya belum beranjak dari areal Gedung Sate. (PP 020/KPUJBR) 


5:22 AM | 0 comments | Read More

Pemkab. Bandung tuli


                                    Pemkab. Bandung tuli


Kab. Bandung - Untuk memecahkan masalah Banjir di Kab.Bandung Wajib duduk bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi juga pemerintah daerah.

Selain itu BBWSC dan masyarakat harus turut serta berperan aktif dalam mengatasi masalah ini bukan hanya dewan saja,"kata anggota Komisi C DPRD Kab. Bandung Hj. Neneng Hadiani di Soreang (6/2).

Menurutnya, Kalau dewan sebagai pengguna anggaran sepertinya sudah dibabad habis, masalah diselesaikan satu persatu. "Kami menilai bahwa SKPD nya kurang sigap dalam penanganan masalahn"ujarnya.

Karena, Kami dari dulu juga selalu komunikasi dan kordinasi dengan pemerintah Provinsi, namun disayangkan SKPD terkait kalah Ngajaredog we angger", kesalnya.

Lanjut dia, Sementara setiap muncul permasalahan, dewan yang selalu di salahkan. Padahal pennggunaan anggaran mereka yang pegang," Kata ibu dewan asal davil 6 yang sedang memutar otak Pecahkan masalah Banjir daerah Baleendah.

"Kami juga sudah menyalurkan bantuan kepada korban banjir, malahan ada masyarakat yang datang kerumah, untuk meminta pergantian modal dagangannya yang hanyut terendam banjir, jangan bilang kami tinggal diam,"pungkasnya. (Atep Kusman)
 

4:05 AM | 0 comments | Read More

Wakil Sekretaris PD X FKPPI Jabar Irwan Kusandiantoro


Wakil Sekretaris PD X FKPPI Jabar Irwan Kusandiantoro :

FKPPI Jabar Tetapkan Harga Mati Untuk
Mendukung Pasangan Dede-Laksamana


 
Bandung, Pripos,- Secara kelembagaan Pengurus Daerah  IX Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI (PD IX FKPPI)  Jabar tidak mendukung salah satu pasangan cagub/cawagub Jabar.  Kendati demikian secara hubungan emosional, kelaurga besar FKPPI Jabar mendukung pasangan nomor urut tiga Dede Yusuf- Lex Laksamana. Karena, sampai saat ini Lex Laksamana masih menjabat sebagai Ketua PD IX FPKKI Jabar.
            “Keluarga besar FKPPI Jawa Barat secara emosional menetapkan harga mati untuk mendukung pasangan cagub-cawagub Dede Yusuf-Lex Laksamana dalam Pilgub mendatang,” tandas Wakil Sekretaris PD IX FKPPI  Jawa Barat, Irwan Kusandiantoro kepada wartawan usai mengikuti sidang Paripurna Istimewa DPRD Jabar dengan agenda tunggal mendengarkan penyampaian visi misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar pada Pilgub 2013, di gedung DPRD Jabar Jln. Diponegoro Bandung, Kamis (7/1),  
            Pernyataan Iwan tersebut menanggapi isu adanya perpecahan di tubuh FKPPI Jabar.  Menurut Iwan, dukungan atas pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana sebagai wujud dari rasa bangga, bahwa pada saat dan kesempatan ini, salah seorang kader FKPPI, bahkan beliau seorang Ketua FKPPI Jawa Barat yakni Lex Laksamana sebagai putra terbaik dan maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar mendatang.  
“ Karena baru kali ini Ketua FKPPI Jabar maju sebagai calon wakil Gubernur Jabar. Untuk itu, keluarga besar FKPPI Jabar  siap berjuang untuk memenangkan pasangan Dede-Laksamana dalam  pertarungan Pilgub Jabar 2013,” tegasnya.
Irwan juga mengungkapkan, selain FKPPI ada  delapan organisasi kejuangan  yang seafiliasi diantaranya, LVRI, DHD’45, Pepabri, Perip, Warakawuri,  dan lainnya siap menjadi garda terdepan dalam penyuksesan tercapainya puncak pemilihan ini.
“Semua mendukung Kang Lex. Semua bersekapat dan berikrar untuk mendukung dan akan mencoblos nomor urut tiga pasangan Dede-Lex,” kata Irwan.   
Sementara, terkait adanya beberapa pengurus GM FKPPI yang membelot  mendukung pasangan lain yaitu nomor urut 4 ( Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar) secara  tegas Irwan mengatakan, jika dukungan itu secara pribadi maka  sah-sah saja.  Karena secara kelembagaan FKPPI Netral/ independen, sehingga apabila ada kader FKPPI yang mendukung pasangan lain tidak dapat dikenakan sanksi.
“ Walaupun tidak ada sanksi dari organisasi, tapi secara etika dan hubungan emosional, sudah merupakan keharusan sebagai kader mendukung kader terbaik untuk maju dalam pertarungan Pilkada/ Pilgub.  Apalagi, Lex Laksamana sampai sampai saat ini masih menjabat Ketua PD IX FKPPI Jabar. Maka harus didukung penuh dan dicoblos pada tanggal 24 Februari, nanti. “pungkas Irwan. (PP-056)  



3:55 AM | 0 comments | Read More

FPD DPRD Jabar

Written By Unknown on Thursday, February 7, 2013 | 9:58 PM


FPD DPRD Jabar 
Imbau Cagub/Cawagu Bersikap Kesatria  


Bandung,Pripos - Lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 diharapkan memiliki jiwa dan mental seorang kesatria. Dalam arti mereka harus siap menang dan siap kalah. Kebesaran hati (legowo) tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka membangun tata demokrasi yang lebih berkualitas di Provinsi Jawa Barat.
Hal itu dikatakan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Sugianto Nangolah SH,MH mewakili suara fraksi kepada wartawan usai mengikuti  Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jabar dengan agenda utama mendengar penyampaian visi misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar dalam Pilgub 2013, Kamis (7/1).
Menurut Sugianto para pasangan calon memikul tangungjawab moral untuk memdewasakan politik rakyat. Pencalonannya bukan sekadar  mencari kemenangan, namun lebih dari itu harus pula memberi pelajaran politik yang lebih baik bagi masyarakat.Karena  setiap helaran pesta demokrasi sejatinya harus terjadi peningkatan kualitas demokrasi itu sendiri.
“Maka yang terpenting di sini adalah para calon gubernur dan wakil gubernur harus bisa bersikap jujur, baik dalam ucap maupun sikap. Jika tidak maka, apalagi yang bisa diharapkan rakyat terhadap pemimpinnya,” tutur Sugianto.
Di samping itu, harap Sugianto, para kandidat calon harus dapat menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban di Jawa Barat. Hematnya, salah satu tolak ukur terjadinya peningkatan kualitas demokrasi adalah faktor keamanan dan ketertiban yang terjaga.
‘’Jangan berbicara yang tidak rasional, karena hanya akan membingungkan rakyat. Jika rakyat bingung, maka rentan terhadap konflik horizontal,” jelas Sugianto.
Seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, tambah Sugianto, akan mengawal pelaksanaan Pilgub Jabar secara maksimal dan optimal. Bahkan, partainya telah komitmen untuk semakin mendekati rakyat dan membantu rakyat agar rakyat benar-benar dapat berkontribusi dengan baik terhadap Pilgub ini. Dalam arti mampu menyikapi secara lebih rasional tidak emosional dan yang terpenting lagi mampu menggunakan hak pilihnya secara tepat dan benar.
“Kami percaya rakyat kita sekarang semakin cerdas dan mereka sudah sangat pandai dalam menentukan pilihan. Mereka tidak lagi mudah terpengaruh, malahan mereka aktif bertanya. Nah untuk kebutuhan penerangan itulah kita hadir,” jelas anggota Komisi A DPRD Jabar ini.
Menanggapi konstalasi persaingan politik yang semakin ketat dan panas, Fraksi  Partai Demokrat (FPD) Jabar melalui anggotanya Sugianto Nangolah mewanti-wanti kepada panitia pengawas (Panwas) agar benar-benar menjalankan tugas dan fungsi pengawasannya. Sebab jika tidak, maka justrun akan menodai proses demokrasi yang tengah terjadi tersebut.  Pakemnya, jelas Sugianto, Panwas harus netral, obyektif, jauh dari interfensi politik dan memang Panwas dilarang berpolitik.
“Pengawas harus betul-betul jadi pengawas, jangan berpolitik. Jika merasa digaji rakyat, maka harus obyektif,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Sugianto juga menghimpau kepada seluruh warga Jawa Barat yang telah memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya. Karena hanya dengan cara itu maka warga Jawa Barat dapat menentukan pemimpinnya. “Ini kesempatan  pertanggungjawaban dan konsekwensi sebagai warga Jawa Barat,” pungkasnya. (PP 063)     


9:58 PM | 0 comments | Read More

Ketua P2TP2A Resmikan Saung Perceka


                Ketua P2TP2A Resmikan Saung Perceka


Bandung,Pripos - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani Heryawan meresmikan “Saung Perceka” yang berlokasi di Jalan Laswi No 1. Menurut Netty, “Saung Perceka” merupakan community center (pusat komunitas), sekaligus unit usaha untuk memberdayakan perempuan korban kekerasan yang selama ini ditangani oleh P2TP2A.
"Salah satu upaya kami dalam menangani korban kekerasan adalah dengan memberi pendampingan, kemudian pelatihan agar mereka dapat hidup mandiri. Kami menjadikan “Saung Perceka” ini sebagai sarana yang dapat digunakan korban kekerasan untuk berkarya, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus sebagai sumber penghasilan sebelum mereka dipulangkan ke daerah masing-masing,” ujar Netty.
“Saung Perceka” merupakan hasil kerja sama antara Koperasi Bima Sejahtera Sentosa—koperasi binaan Dinas Binamarga—dan P2TP2A Jawa Barat. “Saung Perceka” terdiri dari spa, salon pria dan wanita, tempat penitipan anak, perpustakaan, toko buku, pusat kebugaran, serta kedai makan. Fasilitas ini bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Uniknya, fasilitas ini dikelola oleh perempuan-perempuan korban kekerasan yang selama ini dibina P2TP2A.
Pada 2012, P2TP2A menangani 120 perempuan korban kekerasan, seperti korban KDRT, trafficking, dan TKW yang ditelantarkan. Berkat upaya aktifnya dalam melakukan pendampingan terhadap perempuan korban trafficking, Netty Heryawan baru saja memperoleh penghargaan sebagai Local Heroes dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. (PP-056)

9:36 PM | 0 comments | Read More

Ribuan Rumah di Baleendah Terendam Banjir Kedalaman 1 Meter

Written By Unknown on Wednesday, February 6, 2013 | 11:09 PM


Ribuan Rumah di Baleendah 
Terendam Banjir Kedalaman 1 Meter

  
Kab.Bandung - Sebanyak 1000 lebih Rumah di Baleendah terendam Banjir hingga 120 Cm. 380 jiwa 40 Kepala keluarga diungsikan kerusunawa,"kata Camat Baleendah Uka Suska puji utama,  di Baleendah, Rabu ( 6/2).

Uka menjelaskan, banjir kiriman yang disebabkan akibat hujan terus terusan dari kemaren Sore. Sampai saat ini banjir melanda di dua kelurahan, yakni kelurahan Baleendah 3. Rw, sedangkan Kelurahan Andir 7 rw, yang digenangi Air rata-rata 1 centi meter.

Kata Uka, untuk penanggulangan sementara, korban dievakuasi di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). "Pengungsi sekitar 43 KK Berasal dari 7 RW. Rumah terendam lebih dari 1000 unit rumah," katanya.

"Kami juga bersama BPBD Kab. Bandung telah mendistribusikan bantuan berupa sembako dan
Selimut. Adapun kebutuhan  lainya, Kami juga akan mengecek kebutuhan serta kekurangan mereka,"_ucapnya.

Upaya lainya kami memasang torn air yang disediakan oleh PDAM Kab. Bandung. Hal Itu guna untuk mencukupi kebutuhan para korban, "kata Camat. Adapun
Pemanfaatan rusunawa kami akan koordinasikan dengan Dispertasih Pemerintah Kab. Bandung.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Bandung H. Deden R Rumaji mengatakan, kami pihak pemerintah siap membantu masyarakat yang sedang mendapat musibah.

"Kami juga sudah mengirimkan bantuan tanggap darurat berupa sembako. Dimana sebelumnya, kata Deden, untuk mengatasi banjir di Kab. Bandung kami telah mendesak pihak BBWS agar sigap dalam menangani sungai citarum,"katanya.

Lanjut dia, apabila ada laporan bencana, kami akan segera tangani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tukasnya. (Atep Kusman)

11:09 PM | 0 comments | Read More

Ratusan Masa dari FSPMI Ontrog DPRD Jabar


Diterima Anggota Komisi E DPRD Jabar Humar Dhani
Ratusan Masa dari FSPMI Ontrog DPRD Jabar  

  
Bandung ,Pripos - Ratusan massa dari Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat di Jln. Diponegoro Bandung.  Mereka menuntut segera diberlakukannya jaminan kesehatan bagi pekerja dan perbaikan kesejahteraan. Para pengunjukrasa datang dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat menggunakan bus carteran.
Sesampainya di depan gedung dewan meraka sempat menyampaikan orasi dan membentangkan beberapa spanduk berisi berbagai tuntutan dan keluhan mereka.Sebelum akhirnya perwakilan mereka diperbolehkan berdialog dengan anggota dewan, aksi mereka sempat mendapat hadangan dari aparat kepolisian dan jajaran Satpol PP. Kendati demikian demonstrasi tersebut berlangsung tanpa insiden.
Beberapa perwakilan pengunjukrasa diterima Komisi E DPRD Jabar yang saat itu hanya diwakili oleh seorang anggota komisi yakni Humar Dhani dari Partai Gerindra juga seorang pejabat setingkat eselon mewakili eksekutif (Pemprov. Jabar).
Ketua FSPMI Jabar  Abdul Rosyid kepada Komisi E DPRD Jabar menyampaikan bahwa aspirasi yang diusungnya selain terkait dengan masalah-masalah krusial ketenagakerjaan di Jawa Barat, pula dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-40 FSPMI tingkat Jawa Barat. Rosyid memandang, diusia ke 40 tahun ini, FSPMI masih menghadapi sejumlah perjuangan yang sangat berat yakni mengedvokasi upaya peningkatan derajat perlindungan kaum pekerja. Di samping itu, FSPMI juga mengkritik pemerintah atas kurangnya keberpihakan dalam masalah tersebut.
Didamping para pengurus dan anggotanya, Abdul Rasyid pula menyampaikan sejumlah permasalahan terkait autshorsing khususnya di lingkungan kantor pemerintaha dan kantor BUMN/BUMD dan juga perusahaan-perusahaan swasta. Mereka mensinyalir kebijakanautshorshing tidak dengan benar dijalankan secara professional. Karena banyak diantara mereka yang digaji di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK).       
Kedatangannya ke gedung dewan, FSPMI mendesak agar pemerintah segera melakukan langkah-langkah  menggolkan kebijakan terkait jaminan kesehatan dan perlindungan pekerja.
Pada kesempatan itu, Humar Dhani dari Komisi E DPRD Jabar mengapresiai aspirasi yang disampaikan FSPMI Jabar. Terkait tuntutan Jaminan Kesehatan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial yang disuarakan pengunjukrasa, Humar Dhani mengatakan saat ini DPRD Jabar tengah menggodok Raperda tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat .
“Sekarang di DPRD Jabar telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) yang mendapat mandat menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat dan Raperda ini telah ditetapkan menjadi prakarsa DPRD pada rapat paripurna tanggal 28 Desember 2012 lalu,” tuturnya.
Dikatakan Humar Dhani, derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu indicator kesejahteraan suatu bangsa menjadi tanggungjawab utama Negara untuk mewujudkannya.  Selain senafas dengan tuntutan UUD 1945 pasal 28 H ayat 1, juga sejalan dengan amanat undng-undang (UU) Nomor 36/2009 juga UU Nomor 11 tahun 2009.
Terkait dengan masalah kebijakan autshorshing , Humar Dhani pula sependapat dengan laporan para pengunjukrasa. Untuk itu pihaknya, akan terus mengawasi dan memantau pelaksanaan autshorshing ini. Bahkan Komisi E DPRD Jabar siap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan yang melakukan kesewenangan terhadap tenaga autshorshing tersebut.
“Kami siap melakukan sidak keperusahaan-perusahaan tersebut, jika ada laporan dari pekerja yang menerima tindakan kesewenangan dari perusahaan tempat mereka bekerja,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa aspirasi dari FSPMI Jabar akan ditindaklanjuti dan akan dikonsulatasikan di tingkat komisi dan frakasi, juga akan dilakukan crosscheck ke pihak eksekutif (pemerintah) . (PP-020)  


11:00 PM | 0 comments | Read More

KORPRI Jabar dengan PERADI Bandung


KORPRI Jabar dengan PERADI Bandung
Resmikan Gedung
Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Indonesia  (LKBHI)


Bandung, Pripos - Dewan Pengurus KORPRI  Jawa Barat mengadakan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandung.  Penandatanganan Perjanjian masing-masing diwakili oleh Ruddy Gandakusumah selaku Kabiro Humas Pemprov Jabar dengan Binsar Siregar dari PERADI Bandung.Acara tersebut sekaligus meresmikan gedung Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Indonesia (LKBHI) yang terletak di jalan Lodaya Bandung.(PP-063)

10:35 PM | 0 comments | Read More

Pasangan Dede –Laksamana Lebih Unggul


Survey LSI Tentang Pilgub Jabar 2013
Pasangan Dede –Laksamana Lebih Unggul
 

Bandung, Pripos,- Berdasarkan  hasil survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang Pilgub Jabar menempatkan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana Nomor urut 3 mengungguli calon lain dengan posisi teratas (35,3%), disusul pasangan nomor 4, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ( 27,4%), Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki (no urut 5) sebesar 13,2%. Irianto MS Syaifudin-Tatang Farhanul Hakim (no urut 2) sebesar 9,5% dan Dikdik Mulyana-Cecep S Toyib ( no urut 1) diposisi terakhir 0,7%.  Hal ini di ungkapkan Direktur Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah  dalam acara jumpa pers di salah satu rumah di Bandung, Selasa (5/2/2013).
Dikatakan, LSI melakukan survey   dari tanggal 10 sampai 16 Januari 2013, secara tertutup dengan jumlah responden sebanyak 440 responden yang diambil dari beberapa kab/ kota se Jabar. Angka 35,3 % tersebut, diperoleh pasangan Dede-Lex  adalah cagub dan cawagub yang didukung masyarakat.
Toto juga mengungkapkan, berdasarkan survei secara terbuka, Dede-Lex juga unggul dengan angka 29,1%, Heryawan-Deddy Mizwar 21,6%, Rieke-Teten8,9%, Yance-Tatang 7,2% dan Dikdik-Cecep 0,3%.
Dari dua survey tersebut diatas, menurut Toto, hasil survei ini memiliki margin of error ±4.8% dimana wawancara dilakukan tatap muka responden menggunakan kuisioner. “Ini hasil survei yang kami olah sampai 25 Januari, katanya.
Berdasarkan penilaian masyarakat,  ternyata dukungan yang diberikan kepada Cagub/ cawagub factor utama adalah popularitas dan elektabilitas calon bukan atas kekuatan partai.
Dede Yusuf di mata masyarakat cukup dikenal karena keartisannya dan memiliki pemilih militant ( strong supporters) juga  memiliki tingkat dukungan yang cukup merata di seluruh segmen pemilih, baik gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, suku, agama.
Sedangkan pasangan Ahmad heryawan- Deddy Mizwar, bisa berada diposisi ke dua banyak didukung oleh popularitas Deddy Mizwar sebagai artis senior yang cukup dikenal masyarakat. Namun posisi pasangan Aher-Deddy akan dapat disalip oleh pasangan Rieke-Teten, karena kasus Tsunami politik di tubuh PKS dengan ditangkapnya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishag, pungkasnya. (PP-020)


6:05 AM | 0 comments | Read More

Cagub-Cawagub Jabar Pilgub 2013 Tandatangani Pakta Berintegritas


Cagub-Cawagub Jabar Pilgub 2013 
Tandatangani Pakta Berintegritas
  

Bandung, Pripos - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menandatangani Komitmen Berintegritas dan Deklarasi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Penandatanganannya dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Selasa (5/2) sore, disaksikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) Yayat Hidayat serta Anggota Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja dan Penasehat KPK Abdullah Hemamahua.
Komitmen itu ditandatangani dengan diawali penyampaian laporan harta kekayaan semua calon sesuai LHKPN yang disampaikan mereka ke KPK, kecuali Rieke Diah Pitaloka yang berhalangan hadir. Pasangan calon nomor urut 1 yaitu Dikdik Muliana Arief Mansur melaporkan harta kekayaannya senilai Rp. 30,56 milyar berikut uang US$ 99.683 dan cawagub Cecep Nana Suryana Toyib memiliki harta kekayaan Rp. 1,41 milyar.
Pasangan calon nomor urut 2 yaitu cagub Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin (Yance) memiliki harta kekayaan senilai Rp. 4,6 milyar dan cawagub Tatang Farhanul Hakim Rp. 5,78 milyar. Pasangan calon nomor urut 3 yaitu cagub Dede Yusuf Macan Effendi memiliki harta kekayaan senilai Rp. 11,34 milyar berikut uang US$ 29.508 dan cawagub Lex Laksamana Rp. 7,35 milyar.
Pasangan calon nomor urut 4 yaitu cagub Ahmad Heryawan memiliki harta kekayaan senilai Rp. 4,5 miliar berikut uang US$ 36.000 dan cawagub Deddy Mizwar Rp. 27,09 miliar berikut uang US$ 35.122. Pasangan calon nomor urt 5 yaitu cagub Rieke Diah Pitaloka memiliki harta kekayaan senilai Rp. 2,7 milyar dan cawagub Teten Masduki Rp. 1,46 milyar. 
Di hadapan Sembilan  cagub-cawagub serta tim kampanye dan pasukan pendukungnya masing-masing, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Irfan Suryanagara, para komisioner KPU Jabar, unsur muspida dari Kodam III/Siliwangi serta Kejaksaan Tinggi dan Polda Jabar, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat memandang penandatanganan Komitmen Berintegritas dan Deklarasi LHKPN serta penandatanganan Pakta Integritas yang sebelumnya diselenggarakan bersama KPK, merupakan 2 kegiatan yang menunjukkan trend sangat positif tentang adanya kesadaran dari semua pasangan calon untuk mengemban amanah rakyat Jawa Barat.
“Apabila nanti mengemban amanah, pasangan calon akan berintegritas terhadap apa yang diucapkan sesuai dengan yang dilaksanakan. Kami percaya betul bahwa Pakta Integritas yang tadi sudah ditandatangani oleh semua pasangan, termasuk Komitmen Berintegritas dan Deklarasi LHKPN yang sebentar lagi ditandatangani, akan berpengaruh terhadap pola kepemimpinan Jawa Barat lima  tahun ke depan,” yakinnya.
Dibagian lain sambutannya iapun meyakini Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 akan menyodorkan kenyataan dari mimpi-mimpi rakyat Jawa Barat, karena 5 pasangan calon sudah menandatangani Pakta Integritas dan Komitmen Berintegritas, disamping 10 cagub dan cawagub ini merupakan individu-individu terpilih dari 50 juta penduduk Jawa Barat. 
“Ada kemanunggalan antara rakyat Jawa Barat dengan 5 pasangan calon. Karena dengan ditandatanganinya Pakta Integritas, berarti kesalehan telah ditampilkan oleh 5 pasangan calon. Nanti tidak ada istilah yang kalah dan menang. Bedanya hanya  satu pasangan diberi amanah, dan 4 pasangan calon lainnya diselamatkan dari fitnah sebagai gubernur dan wakil gubernur,” ucap Yayat. (PP-063/KPUJBR)

 



5:52 AM | 0 comments | Read More

KPK Berharap Pemprov Jabar Bersih dari Korupsi


KPK Berharap Pemprov Jabar

Bersih dari Korupsi



Bandung, Pripos - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan pencegahan dan gerakan anti korupsi dimasukkan dalam peraturan daerah (perda), sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bersih dari praktik korupsi, karena penyelenggaraan pemerintahannya diawasi dan dikawal KPK sejak pencalonan gubenur dan wakil gubenurnya.
Harapan tersebut tersirat dari sambutan Anggota Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja, pada acara penandatanganan Komitmen Berintegritas dan Deklarasi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, di Aula Barat Gedung Sate Jl. Diponegoro Bandung, Selasa (5/2) sore.
            Di hadapan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) Yayat Hidayat serta tiga komisioner lainnya yakni Teten Setiawan, Ferdhiman dan Iin Endah Setiawati, Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara dan unsur Muspida, Adnan mengungkapkan sebelum penandatanganan Komitmen Berintegritas  dan Deklarasi LHKPN telah mengadakan diskusi selama 2,5 jam lebih dengan semua cagub dan cawagub, kecuali cagub Rieke Diah Pitaloka yang berhalangan hadir.   
Dalam diskusi tersebut, ia yang hadir didampingi Penasehat KPK Abdullah Hehamahua, memberikan masukan kepada semua calon bahwa Pakta Integritas yang telah ditandatangani   dimasukkan dalam visi-misi. Selanjutnya, dijadikan perda oleh salahsatu pasangan calon terpilih pada Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013.
“ Tadi kami berdiskusi selama 2,5 jam lebih para calon gubernur dan wakil gubernur. Kami beri masukan agar memasukkan ini (upaya pencegahan dan anti korupsi-red.) dalam visi-misi, yang nantinya bisa menjadi perda. Kita berharap setelah menjadi perda, KPK akan mengawas apa yang dilakukan oleh pasangan calon setelah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat . Dengan demikian KPK dapat mengawal dari awal sejak pencalonan sampai terpilih nanti. Sayalah yang akan bertanggungjawab,” kata Adnan.
Pada acara itu ia bersyukur penandatanganan Pakta Integritas dapat dilaksanakan dan diikuti dengan suasana sangat kondusif. Hampir semua calon mendukung untuk menjadikan Pemprov Jabar bersih dari praktik korupsi, “Hampir semua calon mendukung KPK akan yang akan masuk ke wilayah Jawa Barat. Alhamdulillah, tidak ada calon yang tanya apa yang dinamakan gratifikasi, dan mudah-mudahan tidak ada yang masuk ke ranah itu”.
Di awal sambutannya ia menjelaskan, KPK telah menyelesaikan renstra (rencana strategi)  pemberantasan korupsi, yang antara lain dengan membuat program penguatan bidang politik berintegritas agar dipahami pula oleh masyarakat, sehingga masyarakat memahami apa yang disebut integritas. 
Program tersebut, menurut Adnan, dilaksanakan oleh KPK dengan mengawal pilkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah) dari awal prosesnya,  agar penyelenggaraannya berjalan baik tanpa dibarengi money politics (politik uang). Dengan demikian, KPK tidak sekadar dikenal masyarakat sebagai lembaga yang sering menangkap pelaku korupsi, tetapi juga memiliki program pencegahan terhadap praktik merugikan keuangan negara.
“Selama ini banyak gubernur, bupati dan walikota yang kami proses. Setelah dievaluasi, mungkin mereka belum mengenal apa itu keterbukaan fiskal. Mungkin juga mereka belum tahu bagaimana membangun pemerintah yang baik dan bersih, good governance dan clean government. Oleh karenanya, saya berharap kepada teman-teman pers agar korupsi dipantau dengan baik. Manakala ada money politics, tolong laporkan,” ucapnya. (PP-020/KPUJBR)  

5:34 AM | 0 comments | Read More

Dede-Laksamana Unggul Di LSI


Dede-Laksamana  Unggul Di LSI  


Bandung ,Pripos- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang Pilgub Jabar menempatkan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana Nomor urut 3 mengungguli calon lain dengan posisi teratas (35,3%), disusul pasangan nomor 4, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ( 27,4%), Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki (no urut 5) sebesar 13,2%. Irianto MS Syaifudin-Tatang Farhanul Hakim (no urut 2) sebesar 9,5% dan Dikdik Mulyana-Cecep S Toyib ( no urut 1) diposisi terakhir 0,7%.
Hal ini di ungkapkan Direktur Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah  dalam acara jumpa pers di Bandung, Selasa (5/2/2013).
Dikatakan Toto LSI melakukan survey   dari tanggal 10 sampai 16 Januari 2013, secara tertutup dengan jumlah responden sebanyak 440 responden yang diambil dari beberapa kab/ kota se Jabar. Angka 35,3 % tersebut, diperoleh pasangan Dede-Lex  adalah cagub dan cawagub yang didukung masyarakat.
Toto juga mengungkapkan, berdasarkan survei secara terbuka, Dede-Lex juga unggul dengan angka 29,1%, Heryawan-Deddy Mizwar 21,6%, Rieke-Teten8,9%, Yance-Tatang 7,2% dan Dikdik-Cecep 0,3%.
Dari dua survey tersebut diatas, menurut Toto, hasil survei ini memiliki margin of error ±4.8% dimana wawancara dilakukan tatap muka responden menggunakan kuisioner. “Ini hasil survei yang kami olah sampai 25 Januari, katanya.
Berdasarkan penilaian masyarakat,  ternyata dukungan yang diberikan kepada Cagub/ cawagub factor utama adalah popularitas dan elektabilitas calon bukan atas kekuatan partai.
Dede Yusuf dimata masyarakat cukup dikenal karena keartisannya dan memiliki pemilih militant ( strong supporters) juga  memiliki tingkat dukungan yang cukup merata di seluruh segmen pemilih, baik gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, suku, agama.
Sedangkan pasangan Ahmad heryawan- Deddy Mizwar, bisa berada diposisi ke dua banyak didukung oleh popularitas Deddy Mizwar sebagai artis senior yang cukup dikenal masyarakat. Namun posisi pasangan Aher-Deddy akan dapat disalip oleh pasangan Rieke-Teten, karena kasus Tsunami politik di tubuh PKS dengan ditangkapnya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishag. (PP-056)

5:23 AM | 0 comments | Read More

Netty Jenguk Kholik

Written By Unknown on Monday, February 4, 2013 | 8:57 PM

          Netty Jenguk Kholik Pasien Malnutrisi di RSHS
Bandung-Pripos.   Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menjenguk Kholik (10 bulan), pasien malnutrisi asal Kuningan, Jawa Barat, yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, (4/2). Ini sebenarnya bukan pertemuan pertama Netty dan Kholik. Pada 19 Januari 2013, di Kuningan, Netty-lah yang meminta agar Kholik dirujuk ke RSHS.
Dalam kesempatan ini, Netty Heryawan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr Alma Lucyati. Kholik merupakan anak seorang pekerja serabutan, Suwartono (25), dan Sri Wulan (23), seorang ibu rumah tangga. Suwartono mengatakan, pada saat lahir, Kholik divonis keracunan ketuban. Rupanya, racun ini menyebar ke organ tubuh bagian dalamnya, seperti jantung dan paru-paru. Akibatnya, Kholik kesulitan menyerap nutrisi ASI sang ibu.
 Menurut Bangun Simangunsong, Pengawas Keperawatan Anak RSHS, saat masuk pada tanggal 23 Januari, Kholik hanya memiliki berat badan 4,5 kilogram. Adapun saat ini, berat badan Kholik adalah 4,6 kilogram.
Meski pertambahan berat badan Kholik masih kecil, Netty berharap orangtua Kholik tidak patah semangat. Sebagai bentuk dukungan, Netty memberi sumbangan biaya pengobatan, sekaligus memastikan Kholik diberi perawatan yang tepat dan menyeluruh.
Untuk itu, Netty menghimbau para tenaga medis RSHS pun terus memberikan upaya yang maksimal."Faktor keterbatasan peralatan fisik adalah masalah di rumah sakit manapun. Namun yang paling penting, para dokter dan perawat harus bersikap positif dan memberi dukungan moril kepada pasien dan keluarganya," ujar Netty.
Awalnya, Kholik adalah pasien yang ditemui Netty Heryawan di RSUD '45, Kuningan, pada 19 Januari 2013. Saat itu, Netty menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan dan pihak-pihak terkait, untuk membantu proses penyembuhan Kholik, dengan merujuknya ke RSHS Bandung. (PP-056)

8:57 PM | 0 comments | Read More