Tampil Sederhana, Rieke-Teten Daftar ke KPU Jabar

Written By Unknown on Sunday, November 11, 2012 | 8:32 PM


      Tampil Sederhana, Rieke-Teten Daftar ke KPU Jabar
 
Bandung,(Pripos 11/11)Sejak dinyatakan dibuka pada 4 Nopember 2012 lalu, pendaftaran pencalonan gubenur dan wakil gubernur Jawa Barat untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar tahun 2013, Sabtu (10/11) tepat pukul  24.00 resmi dinyatakan ditutup. Sebanyak empat pasangan calon gubernur dinyatakan sah telah mendaftarkan diri. Keempat pasangan tersebut semuanya dari kalangan partai.

            Berdasarkan urutan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Jawa Barat, keempat pasangan itu yakni Hj. Rieke Diah Pitaloka dan H. Teten Masduki (Paten), kemudian pasangan H. Dede Yusuf Macan Effendi dan H. Lex. Laksamana (Daek, belum definitif), pasangan H. Ahmad Heryawan dengan H. Deddy Mizwar (Hade 2, belum definitif) dan terakhir pasangan H. Irianto MS Syafiudin dengan H. Tatang Farhanul Hakim (Intan) .
Pada hari terakhir pendaftaran (Sabtu, 10/11) bakal pasangan calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka danTeten Masduki datang lebih dahulu. Pasangan ini tremasuk kader muda PDIP yang selama ini berkiprah dan mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional dan internasional sebagai seorang politisi dan pengamat ulung. Serta dua tokoh muda yang selalu giat membela rakyat yang terdzalimi. Mengenakan baju kotak-kotak dan tanpa satu pun aksesoris, baik cincin maupun jam tangan yang mereka kenakan, keduanya bertekad menghantarkan rakyat Jawa Barat ke pintu gerbang kemajuan dan kemkamuran.    
   
Tepat pukul 10.20 Wib, rombongan pasangan ini tiba di  kantor KPUD  untuk mendaftarkan pencalonannya. Kedatangan mereka dikawal sekitar 400 orang kader PDIP dengan cara longmach dari Kantor DPD PDIP Jabar di Jalan Peta Bandung yang berjarak sekitar 2,5 km. Disepanjang jalan mereka menyanyikan lagu perjuangan  “Halo-halo Bandung” dengan iringan musik tradisional Sisingaan.
    
Setibanya di halaman Sekretariat KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, rombongan yang dipimpin Ketua PDIP Jabar Tubagus Hasanudin itu terlebih dulu melakukan prosesi “serah terima” bakal pasangan cagub dan cawagub yang diusung partainya. Dalam upacara serenan ini, Hasanudin menyerahkan Rieke dan Teten agar kedatangannya diterima oleh KPU Jabar.

Setelah menyampaikan kata penyambutan, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat langsung mempersilahkan dan menuntun Rieke-Teten, yang dalam pencalonan di Pigub 2013 dikenal sebagai pasangan Paten, ke aula tempat pendaftaran. Kepada Rieke-Teten Masduki dan juga jajaran pengurus PDIP Jabar, Komisioner KPU Jabar merangkap Ketua Pokja Pencalonan, Teten Setiawan, menjelaskan masa pendaftaran berlangsung 7 hari dari 4 s/d. 10 November 2012, kemudian membacakan ketentuan pendaftaran bakal cagub dan cawagub sesuai Peraturan KPU Nomor 9/2012.

“Karena hari ini masih mencakup masa pendaftaran, maka kami persilahkan kepada bakal pasangan calon dari PDIP untuk menyerahkan berkas persyaratan dan mengisi buku pendaftaran berikut formulirnya,” kata Teten Setiawan. Selanjutnya, selama 30 menit  ia bersama Sekretaris Pokja Pencalonan, Teppy Dharmawan, memeriksa kelengkapan berkas Rieke-Teten Masduki yang disodorkan Hasanudin.              

Seusai menyampaikan hasil pemeriksaan dengan menyatakan bahwa secara material berkas pendaftarannya memenuhi persyaratan, Rieke-Teten Masduki menuruti pembawa acara yang meminta mereka naik podium untuk memberikan keterangan kepada puluhan wartawan. Rieke, yang namanya mulai terkenal setelah memerankan tokoh Noneng dalam sinetron “Bajaj Bajuri” dan kini sebagai anggota Fraksi PDIP, mengawali pidatonya dengan memperkenalkan diri.

“Nama saya Diah Pitaloka, diambil dari putri Pajajaran yang konon mewakafkan nyawanya demi harga diri Tanah Pasundan, daripada dinjak-injak oleh orang yang ingin menguasai kerajaan Pajajaran. Di sebelah saya adalah Kang Teten Masduki, yang hidupnya dipersembahkan untuk pemberantasan korupsi di tanah air. Kita tahu korupsi itu adalah sumber kemiskinan dan kebodohan rakyat Indonesia, termasuk Jawa Barat,” kata Rieke.

Ia menyebutkan pencalonannya bersama Teten Masduki hanya bermodalkan militansi, memiliki kecintaan, simpati dan empati, dan hanya bermodalkan komitmen kepada rakyat Jawa Barat. Karenanya, ia bersama partainya meminta seluruh pihak agar memberikan bantuan dan dukungan dalam perjuangannya memerdekakan rakyat Jawa Barat dari kemiskinan dan kebodohan.       

Sedangkan Teten Masduki, dalam pidatonya mengakui tidak memiliki pengalaman di dunia politik, apalgi ikut dalam Pilkada, “ Tapi, paling tidak saya tidak pernah korupsi. Saya dan Teh Rieke hanya punya komitmen yang kuat untuk melakukan perubahan besar di pemerintahan. Karena Jawa Barat merupakan provinsi terbesar di Indonesia, yang korupsinya juga terbesar, maka kami akan menjadikan Jawa Barat ini sebagai percontohan nasional dalam gerakan antikorupsi”. (fauzi)

8:32 PM | 0 comments | Read More

Botram di Monumen

                                     Botram di Monumen

Bandung,(Pripos 11/11)Acara yang diselenggarakan oleh MyOyeah kali ini dinamai “MyOyeah Botramfest” dengan konsep festival kuliner, Botramfest mengusung tema “ngariung bari ngusaha, bade tuang sagala aya” yang artinya berkumpul bersama dan berusaha bersama, mau makan disini semua ada.
Magi salah satu panita mengungkapkan acara ini merupakan acara yang sangat merepresentasikan budaya sunda dari pengambilan namanya juga mengambil nama botram yang artinya makan bersama disuatu lokasi. Sebuah penggmbaran yang pas bahwa acara ini pasti akan menghadirkan kemariahan dalam suasana penuh kebersamaan untuk menikmati semua jenis makanan.
Botramfest senaja diselenggarakan tanggal 10 November 2012 dari jam 10 pagi hingga jam 11 malam di Monumen Perjuangan Bandung. Tampat ini sekaligus merupakan tampat nongkrong anak muda dan tempat ini sekaligus akan disulap menjadi lounge yang nyaman untuk nongkrong. “tadi pagi kita mengundang 45 leguin veteran sekaligus memperingati hari Pahlawan” ujar Magi. (MNB)

1:32 PM | 0 comments | Read More

Dago – Pasteur Banjir Cileuncang


                      Dago – Pasteur  Banjir Cileuncang

Bandung, (Pripos 11/11) terjadi hujan deras di sebagian wilayah kota bandung,  kurang lebih selama satu jam, selama itu sebagian besar pengguna kendaraan roda dua berteduh di bawah jembatan Play over Surapati sehingga terjadi kesemrawutan lalulintas, selanjutnya di Jl. Ir H. Djuanda terjadi penumpukan kendaraan akibat para pengendara roda dua yang parkir sembarangan di bawah Jembatan.  Selanjutnya akibat kurang baiknya saluran drainase maka terjadi Banjir Cileuncang yang mengenang setinggi betis sekitar jalan Dago-pasteur .
Sebagian para pengendara Roda dua yang memeksakan kendaraanya untuk melaju disekitaran jalan yang terkena banjir akhirnya tidak bisa melanjutkan perjalanannya karena mesinya mati tergenang air. (MNB/DAH)

1:13 PM | 0 comments | Read More

Yang Muda yang Berkarya


                             Yang Muda yang Berkarya

Bandung,(Pripos 11/11)Keluarga Paduan Angklung SMA Negri 3 Bandung (KPA)3 menyelenggarakan Angklung Evening concert “Time Travel : Celebrating Angklung in Orchesta”. Konser yang diselenggarakan pada hari Sabtu (03/11), di Auditoruim RRI Bandung. Konser yang merupakan selebrasi setelah KPA 3 telah melaksanakan sepuluh kali konser orkestrasi angklung.
Menurut Laras W larastika selaku ketua Oc dari acara tersebut, acara kali ini merupakan acara penutuapn dari angkatannya yang tahun depan akan segera keluar. “karena kami sudah kelas tiga jadi acara angklung kali ini merupakan acara penutupan dari angkatan kami” ujar laras.
Selaku anak bangsa Laras beserta teman-temanya merasa terpanggil untuk melersatarikan angklung yang notabene sudah menjadi warisan dunia. “kami merasa terpanggil ketika angklung dicap sebagai budaya Malaysia, kenapa tidak kita tunjukan pada dunia kalau angklung merupakan warisan Budaya sunda salah satunya dengan menyelnggarakan acara seperti ini.” Tegas laras.
Saat pembawa lagu di konser sengaja di runtut dari awal pembentukan orkestra dari tahun 1996 hingga sekarang. Hal ini bukan tanpa alasan karena dari setiap satu lagu mewakili dari satu tahun berjalanya orkestra KPA 3.
KPA 3 sendiri merupakan ekstrakulikuler angklung di SMAN 3 Bandung yang berdiri sejak 4 Oktober 1980. Dalam 32 tahun ini, KPA 3 telah menyeleggarakan sepuluh kali konser orkestrasi di Bandung maupun jakarta. Tidak hanya di dalam negri, dalam rangka memperkenalkan angklung sebagai salah satu budaya Indonesia, KPA 3 telah melakukan empat kali muhibah kebudayaan ke beberapa negara di Eropa dan menjuarai beberapa festival di negara tersebut. (MNB)

1:09 PM | 0 comments | Read More

“Fermenstation 3 : Dive in Taste”


“Fermenstation 3 : Dive in Taste”
Bandung,(Pripos 11/11)-Makanan fermentasi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi, seprti yoghart, nata de coco, peyeum. Hal yang berbeda di tunjukan oleh anak-anak Mikrobiologi ITB Bandung, untuk lebih memperkenalkan makanan fermentasi kepada masyarakat. Anak – anak Mikrobiologi ITB Bandung menyelernggarakan “Fermenstation 3: Dive in Taste” pameran makanan fermentasi, yang diselenggarakan di Kampus ITB Jatinggor, Sabtu (09/11).
Menurtu Miska salah satu panitia dari acara tersebut menugkapkan, “Fermenstation 3: Dive in Taste” merupakan runtutan acara tahunan yang berawal dari angkatan 2004 yang membuat makanan fermentasi dan hasilnya harus dipamerkan.
“setelah angkatan 2007 dikarenakan pamerannya cukup prosferktif lalu kami namakan pameran ‘Fermentasi’ hal ini juga untuk mengingkatkan daya jual juga. Tiap tahun itu ada tema makanannya seperti tahun 2007 temanya makanan terdisional dan untuk tahun ini angkatan kami mangbil tema panganan dari ikan.” Ujar Miska.
Pengambilan tema ikan ungkap Miska bukan tanpa alasan Indonesia merupakan Negara Maritim yang sangat luas dengan pantainya, dan ikan merupakan panganan yang tidak asing lagi bagi masyarakat.
"Antusismenya cukup baik dari masyarakat, walupun hanya dari masyarakat sekitar dan anak-anak SMA Jatinaggor tapi ini salah satu langkah kecil dari langkah-langkah selanjutnya.” Tegas Miska. (MNB)

1:04 PM | 0 comments | Read More

Dituduh Hamili Siswi SMK

Written By Unknown on Saturday, November 10, 2012 | 8:03 PM


Dituduh Hamili Siswi SMK
Pemuda Tampan Ditangkap di Rumah Istrinya
 
Indramayu,(Pripos 10/11)
Wit(21), pemuda yang menyelahgunakan ketampannannya , kemarin  ditangkap petugas karena diduga mencabuli anak dibawah umur hingga hamil.
   Pemuda yang menyalahgunakan ketampannannya itu ( Wit, 21) penduduk Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Indramayu- Jabar , ditangkap petugas UPPA (Unit  Perlindungan Perempuan dan Anak)  Polres Indramayu di kediaman istrinya kemarin.
   Rupanya, Wit setelah mengetahui pacarnya Ros, 16 (nama samaran) yang siswi SMK itu sedang berbadan dua, ia memilih kabur dan jatuh ke pelukan wanita lain yang sekarang sudah dinikahinya.
   Kisah perkenalan Wit dengan Ros berlangsung sekitar cukup lama.  Hubungan asmara kedua si joli itu nampaknya kebablasan. Kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu  sampai nekad melakukan hubungan layaknya suami istri.
   Kini Ros telah berbadan dua. Melihat itu, Wit bukannya bertanggungjawab, tapi malah kabur. Perlahan-lahan pemuda itu merenggangkan diri menjalin asmaranya dengan Ros. Sampai akhirnya, Wit meninggalkan pacarnya begitu saja sekalipun dalam keadaan hamil .
   Melihat perut putrinya kian membengkak, Kas, 55 orang tua Ros curiga. Ia meminta putrinya agar menceritakan pemuda yang berbuat tak senonoh itu. Ros menyebut Wit lah pemuda yang telah menggaulinya.
   Mendengar pengakuan itu  orang tua korban tak terima dan melaporkan kasusnya ke Mapolres Indramayu, petugas  UPPA  pun lengsung menciduk Wit di rumah istrinya.
   Kapolres Indramayu AKBP  G.  Pangarso Rahardjo Winarsadi melalui Kasat Reskrim AKP I Nyoman Dita membenarkan mengamankan Wit yang diduga mencabuli Ros hingga hamil.
    Pelaku dijerat  Pasal 81, Ayat 2 UU R.I Nomor 23/2002 tentang Menyetubuhi Anak Dibawah Umur dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun.katanya. (Sudirman)


8:03 PM | 0 comments | Read More

Kang Yance Ada Kesamaan Dengan Jokowi


Kang Yance Ada Kesamaan Dengan Jokowi

Indramayu,(Pripos 10/11)
Kang Yance memang bukan Mas Jokowi yang belum lama dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun antara Kang Yance dengan Mas Jokowi ternyata memiliki beberapa kesamaan.
   Kesamaan itu seperti, Kang Yance dan Mas Jokowi  sama-sama berangkat dari daerah dan maju sebagai cagub di kota. Kang Yance pernah menjabat Bupati Indramayu selama 2 periode dan  Mas Jokowi sebelum jadi Gubernur DKI Jakarta pun pernah menjadi Walikota Solo.
   Kesamaan lainnya, Mas Jokowi menyenangi baju warna kotak-kotak selama  mengikuti Pilkada DKI Jakarta, sedangkan Kang Yance yang kini Cagub Jabar berpasangan dengan Drs. Tatang Farhanul Hakim, M.Pd mantan Bupati Tasikmalaya 10 tahun periode 2001-2011 itu menyenangi baju ‘seragam’ warna hitam  dan kuning emas pada rumah kancingnya.
   Baju seragam pasangan Cagub-Cawaub Jabar yang kini popular dengan sebutan INTAN (Irianto MS Syafiuddin alias Kang Yance dan Tatang Farhanul Hakiim) itu sejak dikenalkan Tim Sukses Kang Yance sepekan silam mulai banyak dibuat oleh para kader, simpatisan dan relawan.
   Sabtu (10/11) malam pun dipastikan banyak relawan, simpatisan, kader dan pengurus DPD Partai Golkar  mengenakan seragam INTAN warna hitam – kuning emas itu saat mereka bersama-sama menyaksikan pendaftaran cagub-cawagub Jabar di Gedung KPUD Jabar.
   Sebelumnya, Kang Yance pun sudah memiliki lagu berjudul Kang Yance yang dinyanyikan sekaligus dipopulerkan  artis Agung Hercules. Karena lagu itu sering diputar di sejumlah stasiun TV dan radio swasta, maka tak heran banyak warga, termasuk anak-anak yang hafal lirik lagu Kang Yance dengan irama dangdut yang lagunya cukup ngebeat itu.(sudirman).


8:00 PM | 0 comments | Read More

Dedi Mizwar Kelimpungan Mencari Mobilnya


Deklerasi Aher- Dedi Mizwar Resmi Digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Dedi Mizwar Kelimpungan Mencari  Mobilnya



Bandung,(Pripos 10/11)Calon Gubernur Jawa Barat  psangan Ahmad Heryawan  dan Dedi Mizwar resmi di gelar di tugu monumen perjuangan, dalam acara deklerasi tersebut hadir  kedua pasangan calon  mengenakan  kemeja putih, , Dedi Mizwar  dan Aher yang datang beserta istri  tampak  tenang  menyalami  ribuan masa pendukung , bahkan  ribuan  masa yang memenuhi lapangan tugu monumen  perjuangan  berantusias  menyalami  sang pemeran tokoh Nagabonar tersebut.
Selaku Juru kampanye Eef Saefuloh Fatah  dalam orasinya mengatakan Ahmad  Heryawan adalah gubernur bersih, kata Eef  disaat gubernur –gubernur lain  mencari-cari  bagaimana  cara cara keluar dari jeratan  hukum justru Ahmad Heryawan tetap tenang tenang saja, di depan ribuan masa  pendukung Aher-Dedi Mizwar Eef  merasa  yakin  di bawah pimpinan  pasangan Aher  dan Dedi  Jawa Bara akan lebih maju.
Acara Deklerasi  yang singkat padat dan berisi itu disambut riuh tepuk tangan simpatisan  yang  terus mengarah  pada Sosok Nagabonar, bahkan  ketika  ditanya  wartawa Dedi cukup menjawab semua  kandidat adalah teman. Pasangan Aher –Dedi  Mizwar  yang digadang oleh  17 partai itu selepas  Deklerasi  langsung menuju KPUD.
Masa simpatisan  yang terus menyalami  sedikit membuat Dedi Mizwar  grogi pasalnya  saat Dedi Mizwar dan rombongan menuju KPUD  Dedi Mizwar  sempat  kelimpungan  mencari-cari mobilnya.(Mas)

7:53 PM | 0 comments | Read More

Tahun 2013 DPRD Jawa Barat Taregetkan Godok 15 Raperda

Written By Unknown on Thursday, November 8, 2012 | 12:38 PM


Tahun 2013 DPRD Jawa Barat Taregetkan Godok 15 Raperda


Bandung, (Pripos 08/11) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat dalam masa sidang ke III tahun 2012 mentargetkan  tahun 2013 akan menggodok sebanyak 15 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang kini sudah masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda).  Dari 15 Raperda itu masing-masing sebanyak tiga raperda merupakan inisiatif dewan dan 12 raperda usulan pemprov Jabar.
Agenda Prolegda tahun 2013 tersebut  disampakan Badan Legislasi Daerah (Banlegda) DPRD Jabar  dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jabar Ir. Irfan Suryanagara didampingi Wakil Ketua H.Rudy Harsa Tanaya dan H. Uu Rukmana, dan H. Komarudin Thaher, pada Selasa (6/11/2012) malam.
Usulan tiga Raperda  inisiatif dewan yang disampaikan Badan Legislasi DPRD Jabar terdiri dari Pengelolaan dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan; Raperda Kota Layak Anak di Jawa Barat; dan Raperda Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD.
Sedangkan 12 raperda usulan Pemprov Jabar disampaikan langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yakni Raperda tentang Pembinaan Kinerja dan Disiplin Pegawai Negeri Sipil;  Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Jamkrida Jabar; Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2009 tentang Garis Sempadan Jalan; Raperda tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan;
Raperda tentang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jawa Barat; Raperda tentang Satu Data Pembangunan Jawa Barat; Raperda tentang Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat; Raperda tentang Penyelesaian Kerugian Daerah; Raperda tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility); Raperda tentang Penyertaan Modal pemerintah Daerah pada PT. Agro Jabar; Raperda tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; dan Raperda tentang Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika
            Dalam Nota Pengantarnya, Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2008 sampai saat ini, Pemprov. Jabar telah menetapkan 105 (seratus lima) Peraturan Daerah. Hal tersebut menunjukkan kinerja di bidang legislasi sangat tinggi, bahkan dalam skala nasional.
Capaian tersebut mencerminkan hubungan yang harmonis dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, yang selayaknya terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan terutama dalam tahapan implementasi, sehingga tercapai optimalisasi hukum dalam substansi, struktur dan budaya hukum, yang harus diimbangi dengan penegakkan hukum yang terstruktur," ungkap Heryawan..(Fauzi)

12:38 PM | 0 comments | Read More

Perangkat Desa Minta Kepastian Hukum

Written By Unknown on Tuesday, November 6, 2012 | 11:07 PM


DPRD Jabar Kaji Jabatan Perangkat Desa
Perangkat Desa Minta Kepastian Hukum


Bandung,(Pripos 06/11),-  Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanagara meminta Komisi A melakukan kajian tentang masa jabatan perangkat desa.  Sampai saat ini belum ada aturan yang pasti soal masa jabatan perangkat desa,  sehingga posisinya sangat rentan untuk diberhentikan di tengah jalan.
“Untuk itu perlu dibuat nomenklatur yang jelas. Atau dikeluarkan Pergub tentang perangkat desa,” jelas Irfan.
Terkait aspirasi yang disampaikan persatuan perangkat desa Indonesia (PPDI)  beberapa bulan lalu,  aku Irfan  DPRD Jabar telah menyurati Kemendagri, Kemenpan dan DPR RI untuk meminta pandangan dan penjelasan tentang posisi masa jabatan perangkat desa. Tapi sampai saat ini  Pemerintah Pusat dan DPR RI masih menggodok RUU Desa.
Sementara menurut Ketua PPDI Jabar Rofik Hikmayana, dalam waktu dekat ini ada beberapa Kades yang akan habis masa jabatannya. Biasanya setelah kepala desa terpilih akan ada penggantian perangkat desa. Para perangkat desa khawatir dan meminta kajian dari DPRD Jabar dan Pemprov Jabar, agar kades terpilih tidak begitu saja mengganti perangkat desa.
Menanggapi aspirasi parangkat desa, Kabag Pemdes Setda Jabar Ade Afriadi mengatakan, berdasarkan PP 72 disebutkan bahwa Kades, Sekdes dan Perangkat Desa merupakan unsur pemerintah desa.
Ade mengungkapkan, sampai saat ini tidak diatur masa jabatan perangkat memang tidak diatur lebih rinci. Akibatnya, setiap ada penggantian Kades, perangkatnya juga ikut diganti. Bahkan Kades lama tidak mau memberikan  pertanggungjawaban atas pemerintahannya, baik itu, masalah anggaran maupun asset desa.
Menyinggung akan habisnya masa jabatan Kades menjelang Pilgub, Ade mengutarakan, sebaiknya pelaksanaan Pilkades ditunda dulu. Namun bukan berarti memperpanjang masa jabatan, tapi penangguhan pilkades saja.
Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Jabar, Sugianto Nangolah mengatakan,  Komisi A akan mengkaji dan mendalami keberadaan perangkat desa. Kedepan, para perangkat desa mesti memiliki payung hukum atau kepastian hukum. Dengan adanya payung hukum, tidak akan lagi terjadi pemberhentian perangkat desa seenaknya oleh kepala desa baru.(fauzi)

11:07 PM | 0 comments | Read More

KH. Abdurohman Al-Qudsi


KH. Abdurohman Al-Qudsi  Dilantik
Sebagai Anggota DPRD Jabar


Bandung,(Pripos 06/11),-  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat , Ir. H. Irfan Suryanagara memimpin sidang Paripurna Istimewa DPRD Jabar dengan agenda pengambilan sumpah anggota pengganti  antar waktu (PAW) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat atas nama KH. Abdurohman Al-Qudsi menggantikan Hj. Mien Aminah Musadad (alm) .
Pelantikan anggota PAW yang berlangsung di ruang sidang paripurna, Selasa (6/11), kali ini tidak dihadiri Gubernur ataupun wakil gubernur Jawa Barat dan hanya dihadiri oleh beberapa pimpinan OPD di lingkungan Setda Jabar serta utusan dari Pangdam, Kapolda dan  Kajati Jabar, pula  tokoh dan sesepuh Jabar.
“Jangan kecil hati Pak (KH. Abdurohman Al-Qudsi, red)  tidak dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, karena sedangan sibuk kampanye,” celetuk Ketua DPRD Jabar yang disambut tepuk tangan hadirin.
Kepada anggota yang dilantik, Ketua DPRD Jabar berpesan setelah resmi dikukuhkan sebagai anggota DPRD Jabar, agar dapat membawa dan menunaikan  amanat rakyat, terutama pula menjaga nama baik dan kehormatan korps  anggota dewan.
KH. Abdurohman Al. Qudsi,  lahir di Garut, 17 September 1967, merupakan salah seorang kader partai berlambang Ka’bah yang menapaki jenjang politik dari tingkat bawah. Kariernya dipanggung politik dirintisnya sejak sebagai Ketua PAC PPP Kec. Karangpawitan Kabupaten Garut. Sukses sebagai  kader kecamatan membawanya naik satu tingkat dan dipercaya duduk sebagai Wakil Ketua DPC PPP Kab. Garut.
Debutnya di kancah politik semakin gemilang dengan terpilihnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut periode 1999-2004, bahkan mampu menjabat sebagai Ketua Komisi A. Alumni Universita Ibnu Sa’ud (LIPIA) Jakarta ini, semakin menjadi orang yang diperhitungkan, hal ini terbukti dengan dipercayakannya posisi ketua untuk Panitia Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Garut tahun 2003.
Panggung  politik, bagi KH. Abdurohman Al-Qudsi, bukanlah dunia baru. Sejak muda ia sudah aktif berkecimpung di organisasi kepemudaan. Bahkan, tokoh yang lahir dari kalangan santri ini termasuk kader militan dari Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Garut, Abdurohman Al-Qudsi, sudah aktif sebagai Ketua Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) Kec. Karangpawitan Kab. Garut. Bukan sampai di situ, tokoh yang kini mengasuh Pondok Pesantren Suci di Desa Suci Kec. Karangpawitan Kab. Garut ini, pernah dusuk sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kab. Garut, kemudian Wakil Rois Syuriah (2006-2010).  (fauzi)

11:03 PM | 0 comments | Read More

Guru di Jawa Barat Usut TPG yang Tidak Utuh


       Guru di Jawa Barat Usut TPG yang Tidak Utuh


Bandung,(Pripos 06/11),- Puluhan guru perwakilan dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Guru Indonesia (FGI) Korwil Jawa Barat beramai-ramai mendatangi  Kantor DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro Bandung, Jum’at (2/11). Kedatangan mereka bermaksud menanyakan terhambat dan tidak utuhnya pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru yang sudah mendapat sertifikasi di Jawa Barat.  Para guru tersebut diterima Komisi E DPRD Jabar yang dipimpin Humardani didampingi Sukmana, Ricky dan Syarif Bastaman di ruang komisi.
Ketua koordinator aksi, Iwan Hermawan SPd,MM kepada wartawan menyatakan, beberapa daerah seperti Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Garut, Subang, Cimahi dan Bogor, pembayaran tunjangan profesi gurunya untuk triwulan 2 dan triwulan 3 hanya dibayarkan 2 bulan yang seharusanya tiap triwulan (3 bulan) secara utuh. Bahkan, aku Iwan, ada beberapa daerah yang masih nunggak pada anggaran tahun 2011.
            “Beberpa kemungkinan penyebab terjadinya ketidakutuhan tunjangan profesi guru tersebut diantaranya, diendapkan di kas daerah kota/kabupaten, adanya ketidak cocokan jumlah guru yang sudah bersertifikasi daerah dengan pusat khususnya di Kementerian Keuangan sehingga uang yang satu bulan digeser ke guru yang tidak mendapatkan TPG dari Kementerian Keungan,” tandas Iwan.
Lanjut Iwan, ada juga laporan jumlah uang yang diterima tidak jelas perhitungnnya. Ada guru yang masa tugas, golongan,pangkat yang sama diterimanya beda. Padahal, tunjangan guru harus  satu kali gaji pokok yang diterima pada tiap bulan.
“Sedangkan para guru swasta yang dikelola pemerintah provinsi melalui dana Dekonsentrasi pembayaran tunjangan profesi lancar tiap triwulan dibayar 3 bulan,” katanya.
Dikatakan, berdasarkan peraturan Permen Keuangan RI No 34/pmk.07/2012 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah disebutkan penyaluran TPG dilaksanakan setiap triwulan ke kas Daerah triwulan I pada minggu akhir bulan Maret 2012.
Kemudian, triwulan ke 2 minggu akhir bulan Juni 2012,triwulan III Minggu akhir bulan September 2012 dan triwulan ke 4 minggu akhir bulan September 2912.Dan harus sudah diterima oleh guru untuk triwulan I pada bulan April 2012, triwulan ke 2 pada bulan Juli 2012, triwulam ke 3 bulan Oktober dan triwulan ke 4 bulan Desember 2012.
“Bila hal ini ditanyakan ke bagian keuangan di Dinas-dinas Pendidikan kota/kabupaten, jawabannya sangat sederhana dan klasik, uang yang ditransfer dari pemerintah pusat kurang. Hal ini terjadi kemungkinan uang tersebut diendapkan di kas daerah kabupaten/kota, tidak seriusnya pengelolaan data dan jarang di update, “ jelasnya.
Selain itu disebutkan ada diskriminasi yang pakai rekenng sudah cair duluan tetapi yang diluar Bank Jabar-Banten selalu telat.
Sehubungan dengan hal tersebut, mereka menuntut Pemerintah kota/kabupaten segera membayarkan kekurangan tunjangan profesi guru tersebut. Menuntut Pemerintah Pusat segera mengalihkan pembayaran tunjangan profesi guru dari Pemerntah kota/kabupaten kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.
Sementara Komisi E DPRD Jabar yang diwakili Humardani kepada wartawan menyatakan prihatin atas kejatian tersebut, karena hal itu menyangkut hak hidup para pahwalawan tanpa tanda jasa ini. Dikatakan, Komisi E DPRD Jabar akan mengusut pihak-pihak terkait terutama birokrasi. Bahkan dalam waktu dekat ini, akan melakukan pemanggilan kepada dinas terkait dan pemerintah Jawa Barat menanyakan kejelasan permasalahan tersebut.
“Ini menyangkut dana besar yang sudah dianggarkan, dan lebih penting lagi menyangkut hak hidup rakyat. Jika ada yang ‘memainkan’ apalagi mengendapkan dana tersebut, bisa dituduh melakukan pelanggaran hokum, “ tegasnya. (Fauzi)
7:31 AM | 0 comments | Read More

Yang Muda Yang Berkarya

Written By Unknown on Monday, November 5, 2012 | 6:02 AM


                         Yang Muda Yang Berkarya


Bandung,(Pripos 05/11)Keluarga Paduan Angklung SMA Negri 3 Bandung (KPA)3 menyelenggarakan Angklung Evening concert “Time Travel : Celebrating Angklung in Orchesta”. Konser yang diselenggarakan pada hari Sabtu (03/11), di Auditoruim RRI Bandung. Konser yang merupakan selebrasi setelah KPA 3 telah melaksanakan sepuluh kali konser orkestrasi angklung.
Menurut Laras W larastika selaku ketua Oc dari acara tersebut, acara kali ini merupakan acara penutuapn dari angkatannya yang tahun depan akan segera keluar. “karena kami sudah kelas tiga jadi acara angklung kali ini merupakan acara penutupan dari angkatan kami” ujar laras.
Selaku anak bangsa Laras beserta teman-temanya merasa terpanggil untuk melersatarikan angklung yang notabene sudah menjadi warisan dunia. “kami merasa terpanggil ketika angklung dicap sebagai budaya Malaysia, kenapa tidak kita tunjukan pada dunia kalau angklung merupakan warisan Budaya sunda salah satunya dengan menyelnggarakan acara seperti ini.” Tegas laras.
Saat pembawa lagu di konser sengaja di runtut dari awal pembentukan orkestra dari tahun 1996 hingga sekarang. Hal ini bukan tanpa alasan karena dari setiap satu lagu mewakili dari satu tahun berjalanya orkestra KPA 3.
KPA 3 sendiri merupakan ekstrakulikuler angklung di SMAN 3 Bandung yang berdiri sejak 4 Oktober 1980. Dalam 32 tahun ini, KPA 3 telah menyeleggarakan sepuluh kali konser orkestrasi di Bandung maupun jakarta. Tidak hanya di dalam negri, dalam rangka memperkenalkan angklung sebagai salah satu budaya Indonesia, KPA 3 telah melakukan empat kali muhibah kebudayaan ke beberapa negara di Eropa dan menjuarai beberapa festival di negara tersebut. (MNB)

6:02 AM | 0 comments | Read More

Belajar Sambil Main


                             Belajar Sambil Main


Bandung,(Pripos 05/11)Kalau di perpustakaan yang dilakukan hanya mambaca dan tidak boleh ada kegaduhan, hal ini mungkin yang ingin dilakukan oleh para anak muda ini yang tergabung dari Segitiga.net dengan bekerja sama dengan American corrner dalam event internasional Gemes Show. Event ini diselenggarakan di Pusat Perpustakaan ITB Bandung (03/11).
“mungkin kalau diperpustakaan kita tidak boleh membuat kegaduhan dan harus selalu tenang, ini sebenarnya yang ingin kami rubah, bahwa perpustakaan itu tidak harus selalu tenang dan bermain game pun tidak harus selalu negatif.” Ujar Adieb
Menurut Adieb negara-negar di Eropa maupun Amerika sudah muali menerpakan konsep ini, dimana dengan bermain game pun kita bisa belajar dan bersosialisai, seperti permainan taksi turbo yang mengharuskan pemiannya berada di satu meja dan miniman empat orang dengan cepat membuat jalur taksi hingga tujuan.
Event Game yang senentak di selnggarakan di seluruh dunia dan di Indoneisa hanya diwaliki oleh perpustakan ITB, menurut Yoga pengurus dari perpustakaan ITB pihaknya sangat mendukung dengan acara kali ini. Selain untuk memperkenalakn berbagi game acara ini acara kali ini juga memiliki visi yang sama yakni membudayakan memabaca. (MNB)

5:59 AM | 0 comments | Read More

Bandung Nge –Drift


                               Bandung Nge –Drift

Bandung,(Pripos 05/11)Jajaran mobil mewah dan clasic berjajar di Gasibu Bandung dari mulai toyota tahun 80-an hingga ferrari keluaran terbaru terpajang di sepanjang lapangan Gasibu. Jajaran mobil dibungkus oleh acara Djarum Super MLD City Slalom 2012 yang diselenggarakan hari Sabtu (03/11).
Ada berbagai acara yang di selenggarakan Djarum Super MLD City Slalom 2012 diantaranya CelebrityBazaar, dimana ada berbagai deretan cloutingan para artis-artis seperti Luna Maya, Andin, Vj Danile Jessica Iskandar yang ikut serta dalam event. “Event kali ini ada ke ikutsertaan para artis yang memajang baju-bajunya, dan ada beberapa artis yang akan datang” ungkap Yuda selaku EO.
Menurut Yuda Djarum Super MLD City Slalom 2012 juga menundang komunitas-komunitas di Bandung yang eksplor dengan dunia otomotif untuk turut berpartisispasi dalam event ini dan memamerkan berbagai mobil-mobilnya.
Selain itu acara yang selalu diadakan oleh Djarum Super MLD City Slalom 2012 yakni Drift Race yang diikuti oleh berbagai Drifter Nasional dan Drifter berbagai daerah. Jalan Dipenogoropun disulap menjadi sirikuti Drift. Tidak hanya meluncur di aspal panas para Drifter ini di pacu untuk malahap trek dengan waktu yang secepat-cepatnya.
 Acara yang dibuka dari jam 09.00 hingga jam 22.00 ditutup dengan aksi para BMX yang dipadukan dengan para Drifter yang meluncur di atas aspal. (MNB)

5:42 AM | 0 comments | Read More

Kepala Dinkes Jabar:dr. Hj. Alma Lucyati M.Kes, MSi, MH.Kes

Written By Unknown on Saturday, November 3, 2012 | 4:52 AM


Kadinkes Jabar :   Proyek Alkes Jalan Terus


Bandung,(Pripos 03/11)-Kendati terus disudutkan dengan tudingan berbau korupsi atas proyek pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) tahun 2012 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar , Kepala Dinkes dr. Hj. Alma Lucyati M.Kes, MSi, MH.Kes, bertekad terus menjalankan kegiatan proyek tersebut. Desakan beberapa Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) agar proses tender diulang, Alma meyakini proses tender yang sudah terjadi tidak menyalahi aturan.
“Kami meyakini bahwa pengadaan alat-alat kesehatan ini tidak ada masalah. Semuanya telah dilakukan sesuai dengan prosedur sebagaimana tercantum dalam Perpres No.70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,” tandas Alma yang didampingi Kepala Biro HPU Pemprov. Jabar, Ruddy Gandakusuma, SH, MH dalam keterangan persnya kepada wartawan di Gedung Sate Bandung, Jum’at (2/11).  
Bahkan Alma Lucyati menganggap laporan atau tuduhan yang dikemukakan LSM-LSM tersebut dipenuhi dengan asumsi-asumsi yang tidak perlu semuanya ditanggapi. Karena asumsi tersebut berada di ranah hukum dan tidak berhubungan langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Seperti diketahui, 4 LSM masing-masing, LSM Monitoring Community Jabar(MC), Jaringan Komunikasi Amanat Rakyat(Jangkar), Barisan Rakyat Anti Korupsi Tatar Sunda(Brantas) dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia(GMBI) melaporkan pengelola lelang Alkes Dinas Kesehatan Jawa Barat ke Polda, Kejati Jabar dan KPK. LSM ini menuduh Dinkes Jabar kongkalikong pemenang Alkes senilai Rp 88,58 miliar.
Kemudian, Alkes tersebut dilaporkan tidak sesuai dengan spesifikasi (spek) yang telah ditentukan dalam tender.
Menanggapi ini Lucyati menyatakan, asumsi dengan dalih investigasi bahwa ada kolusi dan pembuatan dokumen dengan indikasi dukungan keagenan sulit didapat oleh peserta lelang. Sangat sulit diterima.
Indikasi tersebut tidak bisa membuktikan ko;usi apapun dalam pembuatan dokumen. Hal ini karena setiap penyedia barang/jasa peserta lelang harus memiliki dukungan keagenan dari agen tunggal pemegang merk. Sebab apabila tidak memiliki dukungan keagenan, ini jelas-jelas membuktikan bahwa penyedia jasa tersebut tidak kompoten.
Sementara asumsi intervensi yang dituduhkan LSM tersebut dalam perubahan spek antara tahun anggaran 2011 dengan tahun anggaran 2012, itu sama sekali tidak ada hubungannya. Sesuai Perpres No 70 Tahun 2012 Pasal 52 ayat 1. Hal tersebut merupakan Kontrak Tahun Tunggal.
Atas pertanyaan wartawan, Lucyati menyatakan bahwa selama ini tidak ada masalah dengan 4 LSM tersebut. Bahkan mereka juga sama sekali tidak kenal dengan para pengurus LSM tersebut. Dari senilai Rp 88.85 miliar anggaran tersebut, Rp 25,71 miliar ada;ah untuk pengadaan 112 PONED di 22 Kabupaten?kota se Jawa Barat. Khusus untuk PONED paling lambat 18 Desember 2012 Alkes tersebut sudah harus masuk,kata Alma Lucyati.(fauzi).

4:52 AM | 0 comments | Read More

Nota Keuangan Gubernur pada RAPBD/2013

Written By Unknown on Friday, November 2, 2012 | 1:13 PM


Fraksi –fraksi di DPRD Jabar Tanggapi
Nota Keuangan Gubernur pada RAPBD/2013


Bandung,(Pripos 02/11)-Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan pandangan umum terhadap Nota Keuangan Gubernur Jawa Barat perihal RAPBD TA 2013 dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara didampingi Wakil Ketua Uu Rukmana dan Komaruddin Thaher.

Dalam pandangan umum fraksinya terkait pendapatan daerah, Fraksi Demokrat meminta penjelasan terkait  upaya Gubernur Jawa Barat untuk mengurangi ketergantungan PAD dari pajak kendaraan dan kebijakan pemerintah pusat. F. Demokrat juga berpandangan kebijakan Gubernur tentang keringanan pajak untuk PT. PLN Jawa Bali akibat penyusutan produksi tenaga listrik tida bisa lagi dilanjutkan sehingga diperlukan kajian yang lebih komprehensif lagi.

Fraksi Demokrat meminta penjelasan mengenai upaya optimalisasi yang dilakukan Gubernur terkait potensi-potensi pajak sehingga pada tahun 2013 diharapkan dapat menghasilkan retribusi lebih besar lagi.

Sedangkan Fraksi PDIP menyoroti komitmen pemerintah terhadap   pelayanan dasar kesehatan. F. PDIP melihat adanya penurunan anggaran dibandingkan tahun 2012 lalu sehingga komitmen Pemprov Jabar untuk memenuhi ketentuan UU yaitu 10% anggaran kesehatan perlu dipertanyakan.

Sebagaimana yang kerap dipertanyakan Komisi D, F. PDIP juga mempertanyakan tindak lanjut inventarisasi situ-situ di Jawa Barat. Setelah program up date data situ, F. PDIP tidak melihat adanya program yang menuju pada pengelolaan dan pemeliharaan atau perbaikan terhadap situ-situ tersebut ayang sebenarnya bisa dioptimalkan lagi fungsinya.

Kemudian, Fraksi Partai Golkar dalam pandangan umumnya di antaranya meminta penjelasan terhadap penerimaan dari dana perimbangan yang direncanakan mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu sebesar 2,23% dibandingkan TA 2012, begitu pula pendapat lain-lain yang sah yang mengalami penurunan sebesar 5,86% dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait dengan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) untuk tingkat SLA, F. Partai Golkar meminta agar Pemprov Jabar mengalokasikan lagi dana BOS untuk tingkat SLA tersebut sebagaimana tahun lalu, mengingat Pemprov Jabar memiliki kemampuan untuk itu.

Hal ini dikemukakan karena dalam nota keuangan pada TA 2013 anggaran untuk BOS tingkat SLA baru dianggarkan untuk satu semester atau enam bulan dan enam bulan lagi dianggarkan pada APBD perubahan yang dikhawatirkan akan mengangggu proses belajar.

Pandangan fraksi PKS, terkait masalah infrastruktur pembangunan, F. PKS , mengharapkan rencana pembangunan dan peningkatan dukungan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi harus dibuktikan dengan proporsi anggaran OPD bidang infrastruktur yang memadai, konsisten, dan tidak hanya terpaku kepada pembangunan infrastruktur di perkotaan.

F. PKS memberikan dukungan upaya tercapainya ketahanan pangan melalui program Jabar sebagai lumbung pangan nasional dan penguatan kelembagaan ketahanan pangan dan peningkatan ketersediaan dan kesinambungan produksi pangan dalam mewujudkan Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional tahun 2013. Untuk itu F. PKS minta adanya kejelasan program dan kegiatan yang akan dilakukan OPD terkait dalam RAPBD TA 2013.

Masalah pengelolaan BUMD dikemukakan F. PPP dalam pandangan fraksinya. F. PPP meminta penjelsan sejauh mana keberhasilan Pemprov dalam mengelola semua BUMD yang memiliki aset cukup besar dengan kontribusinya terhadap PAD yang menjadi bagian pemerintah daerah.

Berkaitan dengan beberapa isue strategis peningkatan ketahanan pangan, F. PPP menyoroti beberapa hal diantaranya proses diversifikasi pangan dan keamanan pangan yang masih belum optimal, baik dari mulai proses produksi sampai dengan penanganan pasca panen termasuk upaya sertifikasi hasil yang akan berpengaruh terhadap fluktuasi harga pangan.  F.PPP juga mendorong dilakukan revitalisasi dan restrukturisasi pengembangan industri Jawa Barat yang memiliki daya saing tinggi.

Pada rapat paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf tersebut, F. Gerindra dalam pandangan fraksinya menyoroti proyek pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang. F. Gerindra mengharapkan keseriusan pemprov Jabar untuk segera menyelesaikan dampak sosial di masyarakat mengingat pembangunan waduk ini sudah berjalan dan hampir selesai namun masalah apenduduk yang terkena genangan masih belum selesai.  F. Gerindra meminta penjelasan terkait  progres relokasi dan pembebasan tanahnya.

Sementara itu, F. Hanura-PKB dalam pandangan fraksinya mempertanyakan upaya pemerintah Jawa Barat dalam mengakomodir aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD. Apakah dalam APBD TA 2013 aspirasi tersebut diakomodir secara optimal.

F. Hanura-PKB mendukung penambahan alokasi  dana pada program pelayanan kesehatan masyarakat khususnya yang tidak mampu, dan mempertanyakan sejauh mana korelasi penambahan alokasi dana dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Terkait dengan belanja daerah, F. PAN mempertanyakan pos anggaran untuk bantuan infrastruktur desa yang diperuntukan bagi 3.800 desa. F. PAN mempertanyakan dasar pendekatan dan kriteria untuk menetapkan desa yang memperoleh bantuan, bagaimana penyalurannya serta strategi yang digunakan.

F. PAN juga menyoroti masih lemahnya perencanaan yang mengakibatkan banyaknya program kegiatan yang tidak terserap sesuai dengan rencana serta efektivitas pelaksanaan program kegiatan dan perlunya pemahaman bahwa anggaran adalah berbasis kinerja dan perlu didukung peningkatan kapasitas daya dukung aparatur.(fauzi)


1:13 PM | 0 comments | Read More

UMK Sukabumi Ditetapkan Rp 1.201.020


                UMK Sukabumi Ditetapkan Rp 1.201.020

SUKABUMI,(Pripos 02/11)—Upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Sukabumi 2013 akhirnya ditetapkan menjadi Rp 1.201.020.  Besaran UMK tersebut naik cukup besar dibandingkan UMK 2012 lalu sebesar Rp 885 ribu.
Penetapan UMK ini didasarkan pertimbangan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya. Pasalnya, penetapan UMK di forum Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) mengalami jalan buntu atau deadlock.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Aam Ammar Halim menerangkan, rekomendasi UMK ini ditetapkan pada Kamis (1/11). Hal ini dilakukan setelah bupati menerima perwakilan buruh Sukabumi yang tergabung dalam Koalisi Buruh Sukabumi (KBS) dan Serikat Pekerja Tekstil Sandang Kulit (TSK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
''Rekomendasi ini akan segera disampaikan ke Gubernur Jabar,’’ terang Ammar. Penetapan UMK diserahkan kepada bupati karena penentuannya di DPK tidak ada titik temu antara unsur pemerintah, buruh, dan pengusaha.
Ammar mengungkapkan, awalnya unsur pengusaha dan pekerja di DPK menyepakati besaran UMK sebesar Rp 1.022.075. Besaran UMK ini jauh dari nila kebutuhan hidup layak (KHL) mencapai Rp 1,3 juta. Oleh karenanya, unsur pemerintah tidak sepakat dan menyerahkan penetapan kepada bupati.(Asdi/Iman)


10:16 AM | 0 comments | Read More

Mengasah Kemampuan Mengembangkan Game


Mobile Games Developer War 4 Full Touch Open Championship
Mengasah Kemampuan Mengembangkan Game pada Platform Nokia Full Touch


 Bandung,(Pripos 02/11)Setelah sukses menyelenggarakan Mobile Games Developer War 4 Rookie, Nokia Developer bekerjasama dengan Agate Studio dan Fakultas Ilmu Komputer UI kembali menggelar kompetisi pembuatan game pada platform Nokia Full Touch, yakni MGDW 4 Full Touch Open Championship. Kompetisi ini tidak hanya dibuka untuk peserta yang telah berpartisipasi pada MGDW 4 Rookie, tetapi juga untuk umum. Oleh karenanya, para pengembang game yang telah berpengalaman juga mendapatkan kesempatan untuk meramaikan kompetisi ini. “ Kompetisi MGDW 4 Full Touch terbuka untuk semua kalangan, baik yang baru saja terjun ke dalam dunia game maupun yang telah berpengalaman. Dari sini akan tampak persatuan dari berbagai kalangan dalam meramaikan perkembangan industri game di Indonesia”, ujar Narenda Wicaksono selaku Developer Manager Nokia South East Asia.

Tujuan dari digelarnya kompetisi ini adalah untuk membangun semangat bersama dalam mengembangkan game lokal, tak terkecuali pada platform Nokia Full Touch. “ Kompetisi MGDW 4 Full Touch merupakan jembatan untuk meningkatkan kreatifitas anak negeri dalam mengembangkan game secara mandiri, termasuk pada platform Nokia yang berbasis full touchscreen”, ungkap Aditia Dwiperdana selaku Agate Academy Guild Master.

Hadiah yang menanti di dalam kompetisi ini juga cukup menggiurkan. Bagi 50 peserta pertama yang mengirimkan game versi rilisnya akan mendapatkan hadiah berupa handphone Nokia Asha Full Touch. Di samping itu, hadiah senilai puluhan juta rupiah juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk membumbui kompetisi ini, diantaranya adalah hadiah senilai 20 juta rupiah untuk kategori Best Full Touch dan masing-masing 3 juta rupiah untuk kategori Best Graphic, Best Gameplay, Best Cultural Game, Best Education Game, dan Best Team.

Para pengembang game yang tertarik untuk berpartisipasi pada kompetisi ini dapat mendaftarkan timnya pada link http://bit.ly/daftarMGDW4FT. Setelah itu, para peserta wajib mengunduh Nokia Store Submission Guideline pada link berikut http://event.agategames.com/mgdw4/gallery. Kemudian, selama periode 6 November – 16 November 2012, para peserta diminta untuk mengirimkan versi rilis game-nya untuk melalui tahap rilis di Nokia Store. Jika ada peserta yang tidak memiliki device untuk melakukan pengetesan pada game yang telah dibuat, maka tidak perlu khawatir, karena Agate Studio siap untuk membantu seluruh partisipan. Caranya mudah, cukup dengan mengirimkan file jar dan jad melalui email dengan subjek: Party ID_Party Name_Test Game_Nama Target Device ke mgdw4@agategames.com untuk dibantu pada proses pengetesan. (MNB)


10:08 AM | 0 comments | Read More