Pembangunan Infrastruktur Wajib Diawasi

Written By Unknown on Thursday, January 10, 2013 | 6:15 PM


Pembangunan Infrastruktur Wajib Diawasi


Bandung,Pripos.-  Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Barat, H.M.Q Iswara menegaskan bahwa Komisi D berwenang melakukan pengawasan di setiap kegiatan pembangunan infrastruktur. Baik itu, yang berada di mitra kerja Komisi D maupun di OPD lain yang bukan mitra kerja langsung.Kewenangan ini  disepakati antara DPRD dan Pemprov Jabar,  ujar Iswara saat di temui di ruang kerja Komisi D DPRD Jabar, Rabu (9/1/2013).

            Dikatakan, dengan kewenangan yang dimiliki Komisi D,” kami telah berupaya maksimal melakukan fungsi pengawasan, termasuk juga kemarin kita telah melakukan rapat evaluasi terhadap 10 program kegiatan tahun jamak yang didanai oleh APBD Jabar.Dari 10 kegiatan tahun jamak  baik yang ada di dinas Bina Marga, Dinas PSDA, Dinas Tarkim, Setwan dan Disorda, ada 8 kegiatan selesai tepat waktu dan 100 % beres.  Tapi ada dua lagi yang belum beres yaitu pembangunan Sport Center Arcamanik Jabar dan Pembangunan Venue. Kedua kegiatan ini, leading sektornya berada di Disorda Jabar”  Jelasnya.
          Melihat perkembangan pembangunan fisik  Sport Center Arcamanik dan Pembangunan beberapa venue, yang sampai saat ini baru mencapai 24,7 % termasuk material on site, dengan tingkat kesulitan teknik yang cukup lumayan dan waktu tersisa hanya 6 bulan lagi, rasanya kami kurang yakin dan merasa pesimis pihak kontraktor mampu menyelesaikan pekerjaan sampai  akhir bulan Mei 2013 nanti.
          Maka dalam rapat kemarin (8/1/2013), Pimpinan Dewan meminta Komisi D untuk melakukan kajian dan mencarikan solusi terbaik.  Apakah setelah jatuh tempo  (berakhir masa kontrak), kontrak kerja diputus, take over atau dilakukan pelelangan ulang.  Hal ini yang akan dibahas lebih lanjut.“Bila disepakati, diputus kontrak,  tentunya  harus ada solusinya, apakah di take over atau di adakan pelelangan ulang agar pembangunan  Sport center Armanik dan pembangunan venue dapat terselesaikan”,  ujar nya.
          Lebih lanjut Iswara mengungkapkan, sebagai tuan rumah PON 2013 tentunya pembangunan Sport Centre Arcamanik Jabar dan  pembangunan beberapa venue harus selesai  secepatnya. Untuk mendukung percepatan pembangunan tersebut, Dewan mengusulkan kepada pemprov Jabar untuk membentuk Tim Ad Hock, yang didalamnya melibatkan Instansi,   OPD dan Biro terkait. Sehingga diharapkan pembangunan untuk persiapan PON dapat berjalan lancar dan tidak ada kendala dikemudian hari. Harapnya. (PP-056)
6:15 PM | 0 comments | Read More

Rumah Warga Sekitar Baladewa Bandung Terbakar

       Rumah Warga Sekitar Baladewa Bandung Terbakar

                                                                                Foto:Ilustrasi-Ant-Doc

Bandung,Pripos- Rumah permanen berlantai satu berukuran 10x8m persegi pada kawasan padat penduduk yang di tempati Bapak Agus(Pemilik) sekitar 100m dari Gang.Baladewa I - RT.04/RW.09 Kelurahan Pajajaran-Kecamatan Cicendo Bandung  pukul 06:20 WIB 90% habis terbakar.

Dengan kesigapan Masyarakat setempat 70% tertangani serta tidak ada penyebaran api .Kejadian diduga  arus pendek listrik tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut tetapi sempat terjadi kepanikan salah satu anak laki-laki usia 17 Tahun dari pemilik rumah(korban kebakaran) terluka tangan kirinya terkena goresan kaca kurang lebih 10cm serta rambut terjilat kobaran api yang membesar karena mencoba evakuasi barang. Belum diketahui berapa kerugian yang disebabkan oleh kebakaran ini.

Warga,Aparat,PMI,Polisi,1 mobil Damkar-Angkasapura  dibantu 3 Unit mobil  1 cadangan Tangki Dinas Kebakaran Kota Bandung  turut ikut memadamkan api, penelitian akhir paska kebakaran(Overhaul)sekitar dua jam kemudian api pun dapat segera dipadamkan. (PP015)


10:21 AM | 0 comments | Read More

KPU dan UIN Bandung Gelar Sosialisasi Pilgub Jabar 2013

Written By Unknown on Wednesday, January 9, 2013 | 7:43 PM


KPU dan UIN Bandung Gelar Sosialisasi
Pilgub Jabar 2013



Bandung, (Pripos)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat terus gencar melaksanakan sosialisai dan simulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013. Kali ini KPU bekerjasama dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan (UIN) Gunung Djati Bandung dengan mengambil sekmen mahasiswa atau pemilih pemula.
Acara berlangsung, di  Aula  Kampus UIN SGD Jln. AH. Nasution, Rabu (9/1) dengan menghadirkan narasumber Anggota Komisi Pemilihan Umum  PProvinsi Jawa Barat (KPU Jabar) Ferdhiman dan pakar komunikasi politik Prof. Dr. Asep Saeful Muhtadi, MAg.    
Acara yang dimoderatori Roni Tabroni diikuti puluhah aktivis mahasiswa UIN. Pada sosialisasi tersebut, Ferdhiman mengawali pembicaraannya dengan menjelaskan peserta Pilgub 2013 terdiri dari lima pasangan calon, masing-masing pasangan Dikdik Muliana Arief Mansur dan Cecep, Irianto MS. Syafiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim, Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) dan Lex Laksamana Zaenal Lan, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. 
            Pilgub yang pemungutan suaranya akan dilaksanakan Minggu 24 Februari mendatang itu, kata Ferdhiman, pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, yakni untuk memilih pemimpin yang dinilai mampu memberantas atau mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, melawan kebodohan dan mendistribusikan kemakmuran. 
“Maka, kepada teman-teman mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan, nanti pilihlah pemimpin Jawa Barat dan wakilnya dengan cerdas dan bertanggungjawab,” ajaknya seraya menerangkan pula tentang pragmatisme dan idealisme dalam pemilu di Indonesia, perbandingan pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, dan persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pilkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah). 
Narasumber lainnya, Asep Saeful Muhtadi, yang  menyajikan tema “Membangun komunikasi politik” dan “Potret kampanye politik (calon) kepala daerah, mengatakan  seorang kepala daerah bahkan kepala desa,  akan berhasil melaksanakan program-programnya jika mendapatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Sedangkan partisipasi ini hanya bisa digalang dengan komunikasi politik yang berkesinambungan. 
Ia menilai sosialisasi Pilgub 2013 yang selama ini diselenggarakan KPU Jabar merupakan bagian dari pendidikan politik. Sebenarnya pihak KPU tidak perlu bekerja keras menginformasikan Pilgub dan pemilu lainnya, apabila dalam 5 tahun terakhir secara berkelanjutan melakukan komunikasi politik dengan masyarakat. Sebab, komunikasi politik merupakan kekuatan sekaligus penggerak sistem politik yang berlaku di suatu wilayah. 

“Rendahnya komunikasi politik mengakibatkan munculnya protes, gugatan, atau sampai pencabutan dukungan dalam pilkada. Pemerintah yang tidak cerdas berkomunikasi politik dengan rakyat, akhirnya dituntut dan didemo oleh kelompok-kelompok masyarakat. Karenanya, dalam Pilgub nanti pemilih harus terlebih dulu mencermati visi-misi calon. Kalau visi-misinya tidak jelas jangan dipilih, apalagi calon yang belum pernah menunjukkan kemampuannya,” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung ini. 
Pada sosialisasi yang dihadiri pula Pembantu Rektor IV Muhammad Nazib, Ketua Jurusan KPI UIN SGD Bandung Dadan Suherdiana mengakui kegiatannya tidak terlalu tepat, karena diadakan pada saat mahasiswa libur kuliah sehingga jumlah peserta kurang dari target.  Namun ia berbesar hati informasi Pilgub akan menyebar di kampusnya, mengingat sebagian besar yang hadir adalah aktivis mahasiswa. (PP 020/KPU)             

7:43 PM | 0 comments | Read More

HUT PDIP ke 40, Megawati Akan Orasi Politik di Jatiluhur

HUT PDIP ke 40, Megawati Akan Orasi Politik 
di Jatiluhur


Bandung,(Pripos)- Puncak peringatan HUT PDIP ke 40 yang dipusatkan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta pada hari kamis (10/1) mendatang akan diisi orasi politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Ketua Pelaksana Lokal Jabar, Gatot Tjahjono mengatakan bahwa dalam puncak HUT PDIP ke 40 nanti, akan diisi dengan kegiatan menanam pohon serta menyebarkan benih ikan di kawasan waduk Jatiluhur.
" Tema HUT PDIP tahun ini adalah " Save Air untuk kedaulatan pangan ". Tema ini untuk menyelamatkan kehidupan air dan menjaga ketahanan pangan," ujar Gatot saat ditemui wartawan, selasa (8/1) di sekretariat DPD PDI Perjuangan Jabar.
         Gatot menambahkan, dalam kegiatan HUT nanti juga akan diberikan penghargaan kepada ahli waris almarhum tokoh pembuat waduk jatiluhur yakni kepada keluarga almarhum  Ir H Juanda dan almarhum Ir Sutami.
" Akan ada pemberian penghargaan dari Ketum kepada keluarga almarhum pembuat dan pencetus ide waduk Jatiluhur, Ketua Umum juga akan memberikan penghargaan kepada almarhum keluarga ki Marhaen, serta kepada para tokoh dan senior PDIP," papar Gatot.
           Acara yang juga akan dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota dari PDIP se Indonesia ini. Juga akan diikuti oleh sekitar 13.000 massa yang datang dari DPC terdekat serta dari DPP.
Sementara itu sekretaris panitia lokal yang juga wakil kordinator media centre Paten, Waras Wasisto mengatakan diberikannya kepercayaan Jabar menjadi tuan rumah HUT PDIP ke 40, menjadi semangat dan energi baru dalam membulatkan tekad memenangkan pasangan Paten (Rieke - Teten) dalam Pilgub jabar 24 februari 2013 mendatang.
" Ini menjadi semangat dan energi perubahan bagi kami pengurus di Jabar, terlebih kami akan menggelar Pilgub dengan pasangan kami yakni Rieke - Teten (Paten), agar bisa menang dan memimpin Jabar bersih Jabar baru," ujar Waras di kantor DPD PDIP, selasa (8/1). (PP-056)

7:32 PM | 0 comments | Read More

Bank JABAR dan Prilaku Korupsi


Bank JABAR dan Prilaku Korupsi


        Bandung,(Pripos)-Dihadapan ratusan kader PDI Perjuangan saat HUT PDI Perjuangan ke - 40 dan pembekalan, di gedung lembah Ciremai, Kuningan, Selasa (8/1/2013),  Teten Masduki membuka fakta praktek -praktek korupsi di Jawa Barat. Bahkan tidak hanya itu, Pegiat anti Korupsi ini menyinggung soal Bank Jabar yang diduga dikuasai oleh Incumbent saat ini.  Berikut komentar Teten Masduki dalam acara tersebut :

        Kita harus mengembalikan pemerintahan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Jabar banyak masalah, soal korupsi, termasuk daerah yang menjadi juara bertahan korupsi dari waktu ke waktu. Banyak prilaku korupsi yang tidak muncul ke publik, sehingga incumbent sekarang dinilai bersih,  padahal ada masalah dalam penegak hukum yang tidak jalan, saya sudah pelajari itu. Politik anggaran Jawa Barat selama ini tidak diarahkan untuk ke masyarakat Tapi habis oleh birokrasi.  Tidak hanya itu, Jawa barat punya bank yang menjadi salah satu terbesar di dunia, yaitu bank Jabar (BJB) tapi saat ini kami sudah investigasi dan datanya sudah dipegang, bahwa ada upaya sistematis sedang dikuasai oleh incumbent. Kalau bank dikuasai kelompok tertentu, maka ini akan berbahaya untuk kedepannya.

         Jelang pilgub ada satu keanehan muncul, APBD Jabar  biasanya cair bulan april, tapi kenapa sekarang dikeluarkan bulan januari, ini dipakai untuk hibah untuk penyuluh pertanian, untuk insfratruktur pedesaan dan lainnya. Ini buyer politik, mencari dukungan dengan memakai uang publik.

          Ini yang harus kita bereskan, makanya kenapa saya bersedia untuk maju dalm pilgub ini, saya merasa terpanggil untuk membereskan Jawa Barat. Pemerintahan di pasundan Sekarang ini tidak ada konsep pembangunan yang bisa dijadikan acuan jangka panjang oleh pengusaha.  Yang harus dicatat juga adalah soal kemiskinin, di Jawa Barat orang miskin bukan takdir tapi ini ada masalah struktural dalam pemerintahan. Jawa barat yang begitu kaya raya tidak dijadikan bahan untuk mensejahterakan masyarakatnya.
        Justeru sebaliknya, Jawa Barat diaarahkan ke industrialisasi yang mengalami defiasi.
Jabar dekat dengan lingkaran kekuasaan di Jakarta tapi kondisinya buruk, ini  ada yang salah dalam kempemimpinan. Untuk itu Jabar tidak butuh gubernur tapi butuh pemimpin.
(PP-056)

7:22 PM | 0 comments | Read More

Gubernur Jabar Perintahkan


Gubernur Jabar Perintahkan
Kadisdik Bogor Pulihkan SDN Banar Pasca ambruk
 

         BOGOR Priangan Pos. Disaat upaya keras mendongkrak kualitas bangunan sekolah dan pengajaran, atap SD Banar 1 di Kampung Babakan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk.
Kejadian pada Selasa (8/1) pagi  menyebabkan puluhan murid mengalami trauma, enam di antaranya juga mengalami luka ringan. Selain murid, seorang guru juga mengalami luka ringan akibat tertimpa bagian atap.
           Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat dihubungi di Bogor, Rabu (9/1), menyatakan bahwa pihaknya prihatin atas peristiwa tersebut. Pasalnya, ambruknya atap satu ruang guru dan tiga di antara enam ruang kelas terjadi ketika sekolah ini sudah direnovasi (2008).
"Siapapun, tentu prihatin. Bukan cuma karena adanya kerusakan fisik, namun kejadian ini menyebabkan ada murid dan guru terluka, serta mengganggu proses belajar-mengajar," ujar Heryawan yang prioritas program kerjanya hingga tahun kelima menjabat menempatkan sektor pendidikan di urutan pertama.
             Atap SDN Banar 1 rubuh pada sekitar pukul 07:55 WIB saat murid sedang belajar. Atap tiba-tiba ambruk, padahal tidak ada angin kencang maupun faktor alam lain yang bisa jadi pemicu.Atas kejadian ini, Heryawan langsung memerintahkan agar jajaran Dinas Pendidikan segera turun tangan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rustandi pun berada di SDN Banar 1 beberapa jam setelah peristiwa. Rustandi diperintahkan untuk mengambil berbagai langkah yang dibutuhkan.
"Disdik sudah bergerak cepat melakukan tindakan yang memungkinkan proses belajar-mengajar pulih seperti sedia kala. Jangan sampai berlarut-larut. Tentu perbaikan secepat mungkin dilakukan," papar Heryawan.
             Heryawan juga memerintahkan jajaran Disdik memberi perharian pada enam murid dan seorang guru yang mengalami luka. Meski, para korban cukup dirawat di rumah.
Untuk mencegah kejadian serupa, Gubernur juga menandaskan, pihaknya segera menurunkan tim terkait yang akan mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah. Bagian prioritas yang harus diperiksa yakni konstruksi dinding dan atap. "Intinya, jangan sampai kejadian di SDN Banar 1 terulang lagi," tegasnya.Hari ini, Rabu (9/1), semua murid diliburkan, termasuk yang duduk di kelas I, II, dan III yang ruang kelasnya tak mengalami apa-apa. Pihak sekolah berencana mencari tempat, seperti masjid, untuk dijadikan ruang belajar darurat selama perbaikan dilakukan. (PP.056)

7:10 PM | 0 comments | Read More

TMP Kota Bekasi Optimis Rieke-Teten

Written By Unknown on Tuesday, January 8, 2013 | 4:24 PM


TMP Kota Bekasi Optimis Rieke-Teten 
Menangkan Pilgub Jabar


          Bekasi,(Pripos)-DPC.TMP Kota Bekasi tak mau larut dalam kekisruhan pemilukada Kota Bekasi. Agenda politik yang lain sudah menanti, yakni Pilkada Gubernur Jabar. "Kami harus melihat kedepan, untuk pilkada kota bekasi, pasangan SM2-ANIM tengah mengupayakan langkah-langkah hukum bersama kandidat yang lain. Baik ke PTUN atau ke MK. Sepenuhnya kami serahkan pada ranah hukum. Sekarang kami fokus ke pilgub Jabar. Dimana Rieke Diah Pitaloka yang juga sekjen DPP TMP berpasangan dengan Teten Masduki,"kata Henu Sunarko, sekjen TMP Kota Bekasi.
         Hal ini disampaikannya dalam rapat evaluasi pilkada kota bekasi dan konsolidasi pilgub jabar, serta persiapan harlah PDIP ke-40 yang akan di gelar di Jati Luhur-Purwakarta.Rapat yang diselenggarakan di meeting room apartemen Mutiara itu dihadiri oleh Anim Imamuddin selaku ketua DPC TMP Kota Bekasi beserta pengurus PAC se-Kota Bekasi.
         Dalam sambutannya, Anim Imamuddin terlebih dahulu menyampaikan rasa terima kasih dan simpati yang tinggi kepada seluruh kader TMP Kota Bekasi yang dalam pemilukada Kota Bekasi sudah berjuang bersama-sama. "Saya atas nama pribadi dan keluarga serta Hj.Sumiyati Mochtar Mohamad menyampaikan terima kasih, penghargaan yang tinggi atas kerja-kerja pemenangan kader TMP Kota Bekasi selama pilkada yang lalu. Semoga semangat yang ditunjukkan itu kembali tampak dalam perhelatan Pilgub Jabar Februari yang akan datang," katanya.
          TMP Kota Bekasi kembali optimis menghadapi pilgub jabar dan bekerja keras untuk pasangan nomor urut 5 Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki. "Insya Allah, kami bekerja mewujudkan kemenangan bagi Rieke-Teten", ujar Anim Imamuddin yang ditemani istrinya itu.Sementara menghadapi hari ulang tahun PDI Perjuangan ke-40 yang dipusatkan di Jati Luhur-Purwakarta, TMP Kota Bekasi akan menertakan 250 kadernya. "Kami siapkan bus untuk kader TMP Kota Bekasi dalam rangka menghadiri HUT PDI Perjuangan tanggal 10 Januari yang akan datang,"tambahnya.
          Disinggung kesiapan TMP dalam pilgub Jabar nanti, Anim Imamuddin kembali menegaskan bahwa secara organisatoris tentu akan ada porsi dan arahan yang akan di intruksikan dari DPP. Namun demikian kerja-kerja di tingkat wilayah masih bisa memberdayakan kembali format yang dipakai saat pilkada Kota Bekasi.(PP-056)

4:24 PM | 0 comments | Read More

Rieke kunjungi Cirebon Dan Indramayu


Rieke kunjungi Cirebon Dan Indramayu
Temui Guru Honor  dan Tukang Parkir


           Cirebon,(Pripos)-Calon Gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka menemui para relawan Paten yang berasal dari Tukang Parkir, Petani tambak Lele, dan melakukan ziarah ke Syekh Magelung Cirebon. "Iya ini saya di kota Cirebon sekarang," kata Rieke, Senin (7/1/13).Rieke yang hanya berangkat tanpa didampingi pengawalan penuh, rencananya akan mendatangi berbagai tempat di Cirebon. Pada pukul 09.00 WIB Rieke akan menyaksikan Panen Lele dan sekaligus melakukan peresmian Posko Petani Relawan PATEN (Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki) di Desa Kertasura, Kapetakan, Cirebon, dan dilanjutkan Ziarah ke Makam Syeikh Magelung di wilayah itu.
          Selanjutnya pada pukul 11.00 WIB Rieke akan menemui tim Relawan PATEN yang berasal dari Para Tukang Parkir di Masjid Al-Mujahidin Bedeng Kota Cirebon sambil Sholat Dhuhur berjamaah.Setelah shalat berjamaah, rencananya Rieke mendatangi ke pengrajin batik Trusmi yang berada di Panembahan, Plered, Cirebon. Lalu ke acara adat Festival Empal Gentong dan Tradisi Apem Rebo Wekasan di Pamijahan, Plumbon, Cirebon. Sehari sebelumnya Rieke juga ke kebupaten Indramayu menemui Guru honorer dan Sukwan Kesehatan.
         Rieke berjanji jika dirinya menjadi Gubernur Jabar akan memprioritaskan PNS bagi Guru honor dan Sukwan (Sukarelawan) kesehatan di Jawa Barat. Pasalnya kesejahteraan bagi keduanya dinilai sangat tidak manusiawi."Tahun 2013 ini dibukanya kembali PNS, kalau saya jadi gubernur, prioritas PNS adalah untuk Guru honor dan sukwan (kesehatan)," ujar Rieke, Hal itu ia ungkapkan berdasarkan temuan di lapangan bahwa di Jawa Barat yang hingga kini masih banyak Sukwan di Puskesmas yang gajinya sebulan hanya 80-100 ribu rupiah.
"Bagaimnana dia bisa senyum ke pasien, ngobatin anaknya sendiri saja tidak mampu," ujar Rieke.
        Begitu juga terhadap guru honor yang sebulan gajinya hanya 100 ribu, padahal kerjanya sama bahkan lebih padat dibandingkan guru PNS yang terkadang dinilai malas.
 "Bagaiman guru akan bener mengajar?" jelas Rieke.Selain itu juga, Rieke yang dipasangkan dengan aktivis korupsi Teten Masduki ini, rencananya akan mengubah sistem pendidikan dan kesehatan di provinsi Jawa Barat dengan merujuk pada UU yang sudah disahkan. (PP.056)


4:04 PM | 0 comments | Read More

Rama Jati Doakan Rieke-Teten


                          Rama Jati Doakan Rieke-Teten

 
        Cigugur, Kab.Kuningan,(Pripos)-Pangeran Jatikusumah (Rama Jati) yang ditemui Cawagub Jabar Teten Masduki di Gedung Paseban, Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kab Kuningan mengaku mendukung pasangan cagub-cawagub Jabar Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.
"Saya doakan pasangan Rieke-Teten bisa meraih simpati rakyat untuk memimpin Jabar lima tahun kedepan," ungkap Rama Jati kepada Teten Masduki di Paseban, Senin (07/01/13) sore.
        Rama menambahkan, dirinya yakin pasangan Rieke-Teten sanggup memimpin serta mempertahankan kearifan lokal.
"Kearifan lokal mesti dipertahankan. Jangan seperti pemimpin lain, kebijakan lokal dan kearifan lokal ditinggalkan hanya karena tergiur materi," tandas pria berusia 82 tahun itu. (PP-056)

3:59 PM | 0 comments | Read More

HAB Kemanag Tingkat Jabar

Written By Unknown on Friday, January 4, 2013 | 9:01 PM

Sederet Prestasi Menyertai 
HAB Kemanag Tingkat Jabar  



            Bandung, Pripos,- Puncak Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-67 Kementerian Agama tingkat Provinsi Jawa Barat dilakukan dalam suaru upacara bendera dengan inspektur upacara Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan di halaman Kantor Kemenag Jabar Jln, Jend. Sudirman Bandung, Kamis (3/1).  Hadir pada kesempatan itu, anggota DPD RI, KH. Sofyan Yahya, Ketua MUI Jawa Barat, KH. Hafidz Utsman, dan undangan lainnya.
            Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, seluruh jajaran aparatur Kemenag agar bekerja secara profesional dan memilki integritas. Selain itu, Menag juga berharap seluruh aparatur Kemenag memperbarui paradigma, yaitu bekerja secara dinamis dan proaktif melakukan sinergitas dengan unit dan lembaga lain, baik secara internal maupun eksternal, guna memenuhi tuntutan dinamika kementerian dan dinamika masyarakat.
            Sementera itu, Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. Saeroji, dalam laporannya menyampaikan bahwa di tahun 2012, beberapa prestasi tingkat nasional telah diraih oleh aparatur Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, di antaranya Juara I Pemilihan Penyuluh Agama Tingkat Nasional oleh Dedi, S.Ag dari Kankemenag Kab. Tasikmalaya, Juara I MTQ KORPRI Tingkat Nasional oleh Hj. Farida dari Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, dan Juara I Marching Band Piala Menpora oleh MTs Negeri Cibinong Kab. Bogor.
            Sejalan dengan tema Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-67, yaitu “Meningkatkan Kinerja Kementerian Agama dengan Profesionalitas dan Integritas, Kakanwil menegaskan bahwa seluruh aparatur Kementerian Agama di Prov. Jawa Barat berkomitmen bekerja keras secara professional dan penuh integritas serta terus berupayameningkatkan performa kerja, salah satunya dalam pengelolaan anggaran dan laporan keuangan.
“Salah satu prestasi yang diraih pada tahun 2012 adalah peran Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat dalam memberikan kontribusi nyata terhadap Laporan Keuangan Kementerian Agama dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan pragraf penjelasan dari BPK RI,” kata Kankanwil Saeroji yang disambut tepuk tangan hadirin.
Pada upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dilaksanakan pula penyematan penghargaan satya lencana dari Presiden RI kepada 22 orang PNS di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat oleh Gubernur. Selain itu, Kakanwil pada kesempatan itu memberikan piagam penghargaan kepada PNS berprestasi dan piala kepada para juara lomba beberapa pertandingan dalam rangka peringatan HAB ke-67. (PP 020)

.
9:01 PM | 0 comments | Read More

Teten Masduki: Dukungan Relawan Amanat bagi Kami

Teten Masduki:   Dukungan Relawan Amanat bagi Kami


            Bandung, Pripos,- Mengenakan pakaian  kotak-kotak, ratusan perwakilan relawan calon pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PaTen)  dari 26 kota/kabupaten se Jawa Barat menghadiri peresmian ‘Relawan PaTen’.
            Acara yang digelar di komplek kampus Al-Masoem, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (3/1/2012), pula dihadiri kandidat pasangan calon , pemimpin Al-Masoem Nanang Masoem, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB. Hasanuddin, alim ulama dan sejumlah tokoh lain yang tergabung dalam relawan PaTen
 “Saya ucapkan terimakasih kepada warga Jawa Barat yang berkenan menjadi relawan PaTen. Ini merupakan sebuah bukti bahwa warga Jawa Barat menginginkan perubahan,” ujar Teten saat berbicara dihadapan para perwakilan Relawan PaTen.
Menurut penggiat anti korupsi ini,kebersamaan dan gotong royong dari berbagai pihak. dirinya yakin perubahan Jawa Barat akan terwujud.
“Disaat politik uang menjadi trend dalam politik ini, kehadiran relawan mampu membendung praktek-praktek kotor dalam setiap pemilihan Kepala Daerah baik tingkat daerah maupun nasional, Bahkan Pilgub yang ada justeru dijadikan perang baligo padahal dialog cerdas bersama masyarakat lebih efektip, ”jelasnya.
Adanya dukungan yang begitu luas dari relawan menurut  Teten merupakan sebuah amanat kepada dirinya bersama Rieke jika kelak memimpin Jawa Barat.
“Kami akan bekerja sesuai yang diharapkan masyarakat Jawa Barat, persoalan-persoalan yang ada sekarang harus diselesaikan dan dibenahi,” ujarnya. (PP 056)
2:27 PM | 0 comments | Read More

DPRD Akan Panggil Pemprov. Jabar

Written By Unknown on Thursday, January 3, 2013 | 9:38 PM


Terkait Laporan Indikasi Diskriminasi
DPRD Akan Panggil Pemprov. Jabar



Bandung, Pripos,- Beberapa tokoh masyarakat desa dari Kabupaten Kuningan Jawa Barat, ramai-ramai mendatangi kantor DPRD Jabar. Kedatangannya ke gedung wakil rakyat Jawa Barat itu untuk menanyakan pembagian bantuan hibah desa yang dijanjikan Pemprov. Jabar tahun anggaran 2013, sebesar Rp 100 juta/desa. Rombongan yang berjumlah delan orang tersebut diterima anggota dewan Mamat Rooby Suganda dan Iwan Kusandiantoro di ruang rapat DPRD Jabar, di ruang panmus DPRD Jabar Jln. Dipoengoro Bandung, Kamis (4/1).
Salah seorang perwakilan mereka, Dudung Nurfalah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara tidak langsung telah melakukan diskriminasi pelayanan kepada masyarakat desa. Indikasinya, kata Dudung, janji Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan bantuan Rp 100 juta/desa kenyataanya baru sebanyak 3809 desa yang sudah dinyatakan dibantu melalui anggaran APBD Jabar murni, sementara sisanya sebanyak 1804 desa diambil dari dana APBD perubahan.
“Saya menginginkan kesamaan pelayanan dari Pemprov. Jabar. Jika diambilkan dari APBD murni, maka semua desa mendapat bantuan dari APBD murni dan bukan dari APBD perubahan, “ tandas Dudung yang mengaku Kades Simpai Jaya Kab. Kuningan.
Para kepala desa yang merasa korban diskriminasi dari Pemprov. Jabar itu, kepada dewan mengharapkan agar melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait terutama jajaran Pemprov. Jabar.  Jika hal tersebut tetap dilakukan maka akan menimbulkan friksi bermacam-macam di tengah masyarakat. Sebagai kepala desa, kondisi ini sangat meng khawatir kan, karena bisa saja menyulut emosi masyarakat dan melemahkan pemerintahan desa.
Dikatakan Dudung, satu sisi bantuan Pemprov. Jabar tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat desa, karena dapat dipergunakan untuk meningkatkan pembangunan desa dan meningkatkan kesejaheraan warga desa, namun di sisi lain karena salah penyalurannya justru akan menimbulkan madharat bagi desa itu sendiri.
“Katakanlah desa yang satu sudah menerima bantuan sementara tetangga desa yang lain belum menerima, ini kan dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat, terlebih menghadapi situasi Pilgub seperti sekarang ini,” jelas Dudung.
Baginya, jika mau melaksanakan dengan tertib dan tidak menimbulkan kecemburuan maka Pemprov. Jabar sebaiknya melakukan dengan cara seragam, artinya dibagikan secara serentak dan tidak dicicil atau juga tidak dibayarkan  dari dua sesi pencairan anggaran.
Sementara itu anggota dewan, baik  Iwan Kusandiantoro maupun Mamat Robby Suganda mewakili Komisi A yang membidangi pemerintahan berjanji menindaklanjuti laporan warga desa tersebut. Bahkan dalam waktu dekat akan mendesak Komisi A DPRD Jabar  untuk memanggil para pihak-pihak terkait terutama dari eksekutif dalam hal ini Pemprov. Jabar. (fauzi)


9:38 PM | 0 comments | Read More

Ketua DPRD Jabar Buka Masa Sidang Tahun 2013


Ketua DPRD Jabar Buka Masa Sidang Tahun 2013


Bandung, Pripos,-Ketua DPRD Jabar Ir. Irfan Suryanagara menyatakan para anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Jabar telah siaga kembali melakukan aktivitas sebagaimana amanat tugas yang diembannya, setelah menutup kegiatan selama satu tahun 2012.
“Saya sampaikan selamat ‘Tahun Baru 2013’ semoga tahun mendatang lebih baik dari tahun kemarin.  Lebih utama lagi, saya imbau agar para anggota dewan dapat menjaga kesehatannya sehingga mampu melakukan tugas-tugas berat yang akan dihadapi,” pesan Irfan, di hadapan peserta sidang paripurna DPRD Jabar, Kamis (3/1).  
Sidang paripurna DPRD Jabar dengan agenda pembukaan masa sidang dipimpin Ketua DPRD Jabar Ir. Irfan Suryanagara dan dihadiri Wakil Ketua H. Uu Rukmana, Wakil Ketua H. Ruddy Harsa Tanaya, Wakl Ketua H.Nur Suprianto dan Wakil Ketua H. Komarudin Thaher serta para anggota dewan juga undangan dari kalangan eksekutif/birokratif.     
  Sebelum mengetuk palu sebagai tanda dimulaianya masa sidang tahun 2013, Irfan berharap kinerja dewan ke depan semakin baik. Dikatakan, dewan masih menyisakan beberapa panitia khusus (pansus) yang mendapat tugas khusus menggodok dan menyelesaikan beberapa rancangan peraturan daerah (Raperda). 
Usai sidang paripurna yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit , para anggota dewan langsung melanjutkan tugasnya masing-masing, sebagian besar melanjutkan rapat pansus membahas raperda dengan kalangan mitranya masing-masing. Ada juga yang menggelar rapat fraksi dan rapat komisi. Serta ada pula yang menerima aspirasi masyarakat seperi dilakukan anggota dewan Mamat Robby Suganda dan Iwan Kusandiantoro yang menerima aspirasi dari tokoh masyarakat desa dari Kabupaten Kuningan. Mereka melaporkan adanya ketimpangan dalam pembagian bantuan desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 100 juta/desa. Menurut mereka, ada dugaan diskriminasi/perlakukan yang dilakukan Pemprov. Jabar.  (fauzi)


9:29 PM | 0 comments | Read More

Gubernur Kukuhkan BWI Jabar


                      Gubernur  Kukuhkan  BWI Jabar
   
                             Gubernur Jabar melantik Pengurus BWI Jabar Periode 2012-2015    foto:Ronny

Bandung, Pripos,- Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan melantik dan mengukuhkan  Pengurus Badan Wakaf  Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Barat periode 2012-2015 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (2/1). Hadir pada kesempatan itu, Ketua MUI Jawa Barat KH. Hafidz Usman, Kepala Kementeraian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, H. Saeroji, Kepala Kementerain Agama Kantor Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan para Kepala Bidang di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ketua MUI kabupaten/kota se-Jawa Barat dan perwakilan Bank Syariah Jabar.     
            Pengurus BWI Jabar yang dilantik masing-masing, Badan Pertimbangan  H. Aip Rivai (ketua),  drs. H. Saeroji MM, Prof. DR. H. Rahmat Syafei (anggota). Sementara Badan Pelaksana Prof. (em) Dr. H. E. Saefullah Wiradipraja, SH.LLM (ketua), Prof. Dr. H. Nen Amran, SE, MSc, Ec (wakil ketua), Dr. H. Tatang Astarudin, Sag, SH. MSi (sekretaris), dan Dr. Sri Fadhilah, SE.MSi Ak (bendahara).
            Pada sambutannya pelantikannya, Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan mengatakan,  masih  banyaknya permasalahan wakaf di tengah masyarakat, maka dengan di dirikannya Badan Wakaf Indonesia (BWI)  Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat mengatasi permasalahan wakaf tersebut.  Kata gubernur BWI juga  sebagai  pengejawantahan yang mewakili negara untuk mengesahkan, mewakili, dan menertibkan wakaf.
“Dengan telah terbentuknya badan wakaf Indonesia, diharapkan permasalahan wakaf dapat di atasi.  Untuk itu   para pengurus BWI Jabar, segera melakukan koordinasi dengan BWI Kabupaten/Kota se Jabar, “ pinta Heryawan. Terkait  masih banyak tanah wakaf yang belum terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN), gubernur meminta dilakukan survey yang  melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut gubenur sampai saat ini, belum ada data yang falid tentang jumlah wakaf. “Untuk itu kita himbau masyarakat agar segera mendaftarkan wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) di daerah tempat wakaf tersebut berada dan mendaftarkan juga ke BWI Jabar.  Hal ini demi menghindari permasalahan wakaf di kemudian hari, “ pinta Heryawan.
Heryawan mengatakan, selama ini ada banyak wakaf yang sah secara agama tapi tidak tercatat oleh negara. "Kalau ada sengketa, tidak ada legitimasi," jelasnya. Soal proses wakaf, yang terbaik adalah dengan mengikrarkannya di KUA, mendaftarkannya ke BPN, kemudian mendaftarkannya ke Badan Wakaf.
Sementara berdasarkan catatan Kantor Kemenag Jabar, wakaf di Jabar tercatat ada di 74.156 lokasi yang total luasnya mencapai 215.312.337 hektare. Wakaf itu diperuntukkan untuk tempat ibadah 38.548 lokasi, tempat pendidikan 7.468 lokasi, pondok pesantren 3.634 lokasi, usaha dan jasa 51 lokasi, makam 1.852 lokasi, panti asuhan 105 lokasi, pertanian 1.535 lokasi, dan lain-lain mencapai 21.089 lokasi.(fauzi/PP-056)
5:02 AM | 0 comments | Read More

Wagub Jabar ‘Sayonara’ dengan BNP

Written By Unknown on Wednesday, January 2, 2013 | 8:33 PM


Perpisahan Hangat dengan Bawahan
Wagub Jabar ‘Sayonara’ dengan BNP

Wagub Jabar Dede Yusuf  menurunkan papan satuan tugas pelaksana di lingkungan Badan

Narkotika Provinsi (BNP)Jabar menandai perpisahan dan pembubaran BNP Jabar.  ( Foto : Rony  )
  
                                Kenangan terakhir di Kantor BNP Jabar. Foto bersama senyum kesan dan kehangatan

Bandung, Pripos, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan perpisahan dengan Badan Narkotika Provinsi  (BNP) Jawa Barat. Bukan lantaran berakhirnya masa jabatan sebagai wakil gubernur, malainkan lembaga yang selama ini mendapat tugas pokok melakukan koordinasi penanganan narkoba di Jawa Barat itu secara resmi dibubarkan.
Pembubaran BNP merupakan kebijakan nasional yakni setelah terbitnya  Undang-undang  (UU) No. 35 tahun 2009, tentang  badan narkotika nasional (BNN).    BNP yang selam ini menjadi bagian dari orgnisasi perangkat daerah (OPD), sejak lahirnya UU tersebut ditiadakan dan diganti oleh badan narkotikan nasional (BNN). Di tingkat provinsi dibantuk badan vertikal yakni badan narkotika nasional provinsi (BNNP) yang personil dan manajemen operasional organisasinya merupakan kepanjangan dari BNN Pusat.
Acara perpisahan yang penuh haru dilakukan di kantor BNP Jabar, jln. Cilaki Bandung. Hadir seluruh staf dan karyawan serta para kepala bidang dan kepala seksi bidang, juga  disaksikan plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNP,  Aip Rivai.  Kendati acara perpisahan dilakukan sederhana, karena hanya semacam rapat kecil, namun Wagub Dede Yusuf menganggap acara itu merupakan hal yang sangat sakral. Diawali laporan singkat Kabid Operasional Muhamad Nizar yang menyebut bahwa semua sudah dalam keadaan tidak ada kegiatan, Wagub pun kemudian menanyakan apakah semua karyawan sudah disistribusikan? Mohamad Nizar menjawab seluruh staf telah didistribusikan ke OPD lain, seperti ada yang ke gedung sate, ada yang ke Disnakertrans, KPUD  dan lain-lain. Keculai ada tiga pejabat eselon III termasuk dirinya dan satu orang pejabat eselon IV yang belum mendapat tempat mengabdi karena harus menunggu SK Gubernur penempatanya.   
 Bagi Wagub yang selama empat tahun menjadi Ketua Umum BNP Jabar, banyak suka dan duka yang dialami. Olehkarenanya, pada kesempatan itu, Wagub menyempatkan waktu berbagi kesan dan pesan kepada seluruh jajarannya, mulai dari tingkat office boy, tenaga honorer, satpam, staf PNS hingga pejabat eselon IV, III dan II. Wagub mempersilahkan kepada masing-masing perwakilan mereka untuk menyampaikan unek-unek selama mengabdi di BNP Jabar.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan pelah mereka. Seperti salah seorang staf honorer yang menyampaikan bahwa selama di BNP sangat terkesan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaanya. “Selama di BNP ini, yang saya rasakan adalah kebersamaan dan tidak ada perbedaan antara tenaga PNS dan honorer, semuanya diperlakukan sama,” tutur Ridho perwakilan tenaga honorer.
Ridho mengaku banyak pengetahuan dan pengalaman selama tugas di BNP Jabar. Kendati demikian, ia juga berharap bahwa dirinya segera diangkat menjadi PNS. Senada dengan Ridho, salah seorang perwakilan eselon IV di BNP Jabar, Iman mengatakan, bahwa ia sangat terkesan dengan kepemimpinan Ketua Umum BNP Jabar, Dede Yusuf Macan Effendi. Pada suatu hari, kata Iman, ia seperti diperlakukan sangat terhormat, karena pernah bersama dengan ketua umum tidak dianggap sebagai bawahan melainkan teman sharing (berbagi) pengalaman oleh Dede Yusuf. Kendati sering terlibat dalam operasi yang mempertaruhkan nyawanya, namun di BNP banyak pelajaran yang berharga yang diperolahnya.
Pada sambutannya wakil Gubernur Dede Yusuf, menyatakan terimakasihnya kepada seluruh jajarannya yang telah mencurahkan segala daya dan upayanya demi kesuksesan BNP Jabar. Dede pun menyebut, selama kepemimpinannya, BNP Jabar telah berhasil menekan tingkat penyebaran narkoba.
“Hanya satu kata ’kalian luar biasa’ sehingga prestasi itu dapat kita raih,” tandas Wagub Dede Yusuf. Keberhasilan itu semata-mata karena kerja keras semua unsure BNP dan BNP Jabar telah banyak berbuat untuk menyelematkan generasi bangsa ini.
Dikatyakan Wagub, selama empat tahun terakhir, tingkat penyebaran Narkoba Jawa Barat mampu ditekan sedemikian fantastis, dari peringkat dua nasional menjadi peringkat enam nasional di bawah DI Yogyakarta.
Pada kesempatan itu, wagub berpesan kepada jajarannya, kendati BNP telah dibubarkan namun semangat perjuangan untuk melawan, menghambat dan mencegah Narkoba harus tetap digelorakan di manapun tempat bekerja yang baru. (fauzi/PP-056)

8:33 PM | 0 comments | Read More

Gardu PLN Kota Bandung Meledak

Written By Unknown on Tuesday, January 1, 2013 | 6:53 AM


Warga Kecewa,Gardu PLN Kota Bandung Meledak
Kerugian Mencapai Miliaran


Bandung - Masyarakat Kota Bandung detik-detik perayaan malam tahun baru 2013 kecewa lantaran gardu PLN di Muhammad Toha meledak akibat kebakaran, kerugianpun diduga mencapai ratusan miliar.

Fanny (37) warga Cigereleng Kota Bandung mengaku kecewa dengan padamnya listrik. Jadi ga bisa bepergian lampu padam biiasanya saya suka merayakannya tahun baruan dialun - alun tegalega menyasikan berbagai pentas seni,"kata ibu satu anak ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Deddy Wijaya mengatakan, perputaran uang akibat padamnya listrik di Bandung dan sekitarnya hampir mencapai ratusan miliar.

"Misalnya hotel dan restoran pendapatannya kurang akibat pengunjung tidak jadi makan karena mati lampu," kata Deddy, Senin (31/12) malam.

Menurutnya, momen malam Tahun Baru merupakan hal penting untuk berbisnis, terutama di Kota Bandung sebagai wilayah yang ramai kunjungan wisata.

Dia menjelaskan, pengusaha dengan rela membuka usahanya hingga malam hari karena momen Tahun Baru. "Kami yakin ini sangat merugikan para pengusaha karena perputaran uang terhambat oleh padamnya listrik," jelasnya.

Deddy menegaskan seharusnya pihak PLN mengantisipasi segala hal dalam mempersiapakan perayaan malam Tahun Baru.

"Ini namanya kemacetan usaha. Jelas PLN harusnya bertindak dengan cepat," tegasnya.

Selain itu, katanya, PLN juga intropeksi mengenai penaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% pada 2013 karena pelayanan mereka belum maksimal.

"Nah, masalah ini [padam listrik] juga kan cukup merugikan pengusaha. Jadinya mereka harus berpikir ulang untuk menaikkan TDL," kata Deddy.

Menurutnya, jika PLN sudah baik dalam melakukan pelayanan, kalangan usaha dan masyarakat tidak akan mempermasalahkan penaikan TDL tersebut. (Atep Kusman)
6:53 AM | 0 comments | Read More